KETIK, BREBES – Harga bawang merah asal Brebes mengalami kenaikan signifikan dalam dua hari terakhir, tepatnya pasca gelaran Festival Bawang Merah Brebes 2026.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, mengatakan kenaikan mulai terjadi sejak Selasa, 15 September 2026.

“Kenaikan sejak Selasa kemarin, sejak acara Festival Bawang Merah,” ungkap Alex saat dikonfirmasi, Rabu 16 September 2026.

Naik dari Rp20 Ribu Jadi Rp26 Ribu di Petani
Alex menyebut kenaikan cukup tinggi. Di tingkat petani, harga yang semula Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp26 ribu per kilogram.

“Yang saya tahu dari lapangan, dua hari lalu harga sudah di Rp26 ribu per kilo,” jelasnya.

Faktor Cuaca, Bibit Mahal, dan Efek Festival
Menurut Alex, ada beberapa faktor penyebab kenaikan. Selain cuaca ekstrem, harga bibit yang mahal membuat banyak petani tidak berani tanam.

“Cuaca tidak mendukung, banyak yang gagal panen. Udara panas saat kemarau ditambah irigasi minim membuat tanaman pecah daun dan mati,” bebernya.

Faktor kedua adalah mahalnya harga bibit pada musim tanam kemarin yang mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

“Apalagi harga bibit mahal, petani tidak berani tanam bawang. Akibatnya stok di pasaran menipis dan harga naik,” lanjutnya.

Alex menambahkan, promosi melalui Festival Bawang Merah juga ikut mendongkrak permintaan.

“Festival Bawang Merah ikut andil. Permintaan bawang jadi makin meningkat,” tandasnya.

Di Pasar Induk Tembus Rp30 Ribu
Kenaikan harga juga dibenarkan Kepala Pasar Induk Brebes, Ali Nurohman. Berdasarkan laporan terakhir Selasa 15 September, harga di pasar sudah tembus Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

“Hari ini laporan belum masuk, tapi Selasa kemarin sudah mencapai Rp29 ribu sampai Rp30 ribu per kilo,” pungkas Ali. (*)

Baca Juga:
Gratis Lapak, UMKM Brebes Panen Berkah di Festival Bawang Merah
Baca Juga:
Gunungan Bawang Merah Jadi Simbol Syukur Petani di Pembukaan Festival Brebes 2026