KETIK, PROBOLINGGO – Kegiatan Santri Talk terlaksana dengan suasana yang penuh antusias dan semangat dari kalangan santri. Kegiatan tersebut merupakan bagian acara untuk memeriahkan momen Hari Santri Nasional (HSN) di auditorium I Pondok Pesantren Nurul Jadid, Senin (20/10/2026).

Prosedur Santri Talk merupakan modifikasi dari kegiatan Student Talk pada umumnya yang merangkap di ranah pesantren. Kegiatan tersebut membuka ruang diskusi antara penyaji dan audiens untuk mengutarakan opini yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Selain itu, Santri Talk menjadi saran untuk meningkatkan semangat santri di momen HSN. Steering Committee acara, ustadz Nurul Iman beranggapan bahwa Santri Talk menjadi wadah untuk tempat kontribusi santri dalam mendukung dan mensukseskan kegiatan HSN.

“Santri tetap menjadi pelaku utama di Santri Talk. Mulai dari penyaji hingga audiens merupakan santri aktif di pesantren,” tuturnya.

Penyaji materi merupakan santri Sekolah Lembaga Tingkat Atas (SLTA) yang mewakili setiap lembaga. Dengan pengetahuan yang dimiliki oleh setiap penyaji, ustadz Nurul Iman melihat potensi keterampilan dan bakat berbicara di depan umum.

Baca Juga:
Kawal Demo di Balai Kota Malang Hari Ini, Polisi Terjunkan 220 Personel Gabungan

“Santri Talk juga menjadi alat untuk melatih keterampilan dan kemampuan berbicara. Tentunya dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap santri,” jelasnya.

Santri Talk merupakan variasi kegiatan yang perdana dilakukan oleh pihak pesantren selama peringatan HSN. “Melalui diskusi dan beberapa usulan pengurus, Santri Talk dapat dipilih sebagai kegiatan yang menarik bagi santri,” ungkapnya. (*)

Baca Juga:
Mulai November, Harga Patokan MBLB Lebak Resmi Berubah