PAD Parkir di Pasar Minulyo Pacitan Rawan Kebocoran, e-Parkir Masih Tertunda

Editor: Al Ahmadi

6 Jan 2026 17:38

Thumbnail PAD Parkir di Pasar Minulyo Pacitan Rawan Kebocoran, e-Parkir Masih Tertunda
Pengunjung tengah mengunjungi Pasar Minulyo Pacitan, pembayaran parkir ditarik secara manual di loket, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pasar Minulyo, Pacitan, tak bisa dihindari selama retribusi parkir masih ditarik manual. 

Sistem digital yang dijanjikan untuk menutup celah bocor itu, portal e-Parkir, hingga kini belum bisa direalisasikan.

Tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan publik, John Verra Tampubolon, menyarankan penerapan sistem prabayar e-ticket seperti yang diterapkan di RSUD dr. Darsono Pacitan untuk menutup celah kebocoran.

“Kalau tidak mau bocor, ya pakai sistem prabayar. Bisa juga ditambah CCTV di loket dan pengawasan harian yang ketat,” ujarnya, Selasa, 6 Januari 2025.

Baca Juga:
Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

Ia menduga potensi kebocoran PAD kerap terjadi pada pergantian shift petugas retribusi.

“Penarikan retribusi masih manual dan sistemnya shift. Di situ rawan kompromi saat serah terima antarpetugas,” katanya.

John Verra juga menyinggung retribusi lain di dalam pasar, seperti MCK, yang masih dipungut manual. 

“Semua itu harus diawasi ketat kalau PAD (pasar) ingin benar-benar optimal,” ingatnya.

Baca Juga:
Program 5 Juta per RW Disorot, TMP Surabaya Dorong E-Musrenbang Transparan dan Akses Terbuka

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Acep Suherman, mengatakan pembangunan portal e-Parkir sejatinya sudah masuk perencanaan sebagai bagian dari pengembangan potensi PAD. 

Namun, keterbatasan fiskal membuat program tersebut harus ditunda.

“Portal itu direncanakan tahun 2026. Anggarannya sekitar Rp250 juta untuk portal depan. Tapi saat dibahas dengan TAPD, belum bisa dipenuhi,” ujar Acep.

Menurutnya, pada tahun anggaran berjalan, pembangunan portal belum menjadi prioritas. Pemerintah daerah masih memfokuskan anggaran pada sektor lain seperti infrastruktur jalan.

“Bukan dibatalkan, tapi ditunda. Kalau kondisi fiskal sudah longgar, program ini akan kita proses lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar Disdagnaker Pacitan, Bambang Surono, membernarkan retribusi parkir menjadi sektor paling rawan kebocoran karena masih menggunakan sistem manual.

“Kalau saya melihat, yang paling rawan itu parkir. Karena sistemnya masih manual dan sangat memungkinkan dilakukan oleh internal petugas,” ungkap Bambang.

Ia menegaskan, jenis retribusi lain seperti sewa kios, los, dan bidak relatif aman karena sudah tertata dengan baik. 

“Kalau sewa kios, los, dan bidak itu aman,” tegasnya.

Terkait realisasi pendapatan, Bambang menyebut target retribusi parkir Pasar Minulyo tahun 2025 ditetapkan sekitar Rp600 juta dan telah tercapai 98 persen.

Saat ini, retribusi parkir khusus roda dua di Pasar Minulyo dipatok Rp1.000 per kendaraan.

“Tidak sampai 100 persen karena jumlah pengunjung pasar menurun. Tahun sebelumnya rata-rata sekitar 500 ribu pengunjung, tahun ini turun sekitar 50 ribu,” jelasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pimpin Latihan Perdana Persebaya, Ini Target Awal Bernardo Tavarez

Baca Selanjutnya

Dari Ruang Rektor UB, Fraksi PKS Bawa Pulang Masukan Pengembangan Tata Kota Malang

Tags:

Pasar Minulyo e-Parkir PAD PACITAN Retribusi Parkir Sistem Manual Jon Verra Tampubolon Kebocoran PAD Digitalisasi

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar