Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Rahmat Rifadin

4 Jan 2026 15:01

Thumbnail Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang
Ilustrasi Oshogatsu-asobi atau permainan tahun baru (Foto: Calendia)

KETIK, SURABAYA – Setiap keluarga memiliki caranya tersendiri dalam merayakan kebersamaan saat libur tahun baru, ada yang memanggang daging, ada juga yang menyalakan kembang api dengan meriah.

Namun, di Jepang ada tradisi unik keluarga dalam merayakan tahun baru. Bukan dengan kembang api yang bising! Melainkan melalui permainan tradisional yang disebut Oshogatsu-asobi (お正月遊び) atau permainan tahun baru!

Bagi masyarakat Jepang, bermain di awal tahun bukan sekadar membunuh waktu. Setiap tawa dalam permainan diyakini sebagai pengundang keberuntungan (fuku). 

Dari kecepatan tangan dalam menebak puisi hingga kompetisi gasing yang sengit, berikut adalah daftar lengkap permainan khas tahun baru Jepang yang tetap lestari hingga kini:

Baca Juga:
Bukan Cuma Sungkeman! Ini 5 Game Steam yang Siap Ramaikan Kumpul Keluarga Saat Idulfitri

Karuta (Permainan Kartu)

Ikon tahun baru yang paling populer. Ada Iroha Karuta untuk anak-anak dan Hyakunin Isshu (100 puisi klasik) untuk dewasa. Pemain harus dengan sigap menepuk kartu yang sesuai dengan kalimat yang dibacakan.

Hanetsuki (Bulutangkis Tradisional)

Permainan ini menggunakan raket kayu bergambar (hagoita) dan kok dari biji tumbuhan. Uniknya, pemain yang kalah harus rela wajahnya dicoret dengan tinta hitam sebagai ‘hukuman’ yang jenaka.

Baca Juga:
FIA UB Perluas Program Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Jalani Studi di Jepang hingga Australia

Fukuwarai (Menempel Wajah)

Mirip dengan permainan pin the tail on the donkey. Pemain yang matanya ditutup harus menyusun bagian wajah (mata, hidung, mulut) pada gambar wajah kosong. Hasilnya yang lucu seringkali memicu tawa besar, menjadikannya simbol kebahagiaan di awal tahun.

Takoage (Layang-layang)

Langit Januari di Jepang sering dihiasi layang-layang berbagai bentuk. Aktivitas ini melambangkan doa agar anak-anak tumbuh sehat dan cita-citanya setinggi langit.

Koma-mawashi (Gasing)

Gasing kayu atau besi diputar dengan tali. Ada filosofi di baliknya, yakni gasing yang berputar lancar melambangkan segala urusan di tahun baru yang akan berjalan mulus.

Sugoroku (Permainan Papan)

Mirip dengan permainan ular tangga. Pemain melempar dadu untuk menggerakkan bidak menuju garis finish. Dahulu, ini adalah cara populer untuk menggambarkan perjalanan hidup yang sukses.

Hanafuda (Kartu Bunga)

Permainan kartu dengan ilustrasi bunga dan musim yang estetik. Biasanya dimainkan oleh orang dewasa sambil bersantai bersama kerabat.

Kendama & Daruma Otoshi

Permainan kali ini membutuhkan ketangkasan fisik. Kendama menguji keseimbangan bola di atas tongkat kayu, sementara Daruma Otoshi mengharuskan pemain memukul blok kayu tanpa meruntuhkan tumpukannya.

Meskipun zaman sudah serba digital, Oshogatsu-asobi tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jepang.

Permainan-permainan ini adalah jembatan komunikasi antar generasi, momen dimana para kakek dan nenek dapat mengajarkan cucu-cucunya cara memutar gasing atau memahami makna puisi kuno dalam Karuta.

Di balik setiap gerakan dan strategi, ada harapan yang terselip di dalamnya, bahwa tahun yang baru akan dipenuhi dengan kesehatan, kemakmuran, dan yang terpenting kebersamaan. (*)

Baca Sebelumnya

Bahaya Konsumsi Makanan Dibakar, Picu Asam Lambung hingga Kanker

Baca Selanjutnya

Anggaran Sarpras Pendidikan Pemalang 2026 Turun Signifikan, Disdikbud Andalkan Revitalisasi Sekolah dari Pusat

Tags:

Tahun baru Oshogatsu asobi permainan Jepang Karuta Nataru

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Kota Surabaya dan Probolinggo Diprakirakan Berawan 30 Desember 2025, Cek Info Cuaca Jawa Timur

30 Desember 2025 11:43

Kota Surabaya dan Probolinggo Diprakirakan Berawan 30 Desember 2025, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar