Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Rahmat Rifadin

1 Jan 2026 23:01

Thumbnail Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang
Ilustrasi Osechi Ryōri, hidangan tahun baru Jepang. (Foto: Kokoro Care)

KETIK, SURABAYA – Tahu nggak sih, bahwa setiap perayaan tahun baru, hampir seluruh meja makan keluarga di penjuru Jepang dipenuhi oleh susunan kotak bekal kayu yang diisi dengan beragam makanan?

Jika belum tahu, hidangan itu disebut dengan Osechi Ryōri! Makanan tradisional tahun baru di Jepang, yang biasanya dinikmati pada tiga hari pertama Januari yakni dari tanggal 1 hingga 3 Januari (sanganichi). 

Osechi Ryōri disajikan dalam kotak yang disebut dengan jubako. Uniknya, nggak hanya satu kotak, lho! Ada tiga, empat hingga lima susun kotak jubako yang disajikan! Secara tradisional, kotak-kotak ini memiliki aturan pengisian, yakni:

  • Ichino-ju (Kotak Pertama): Lapisan teratas yang biasanya berisi makanan pembuka manis atau camilan keberuntungan.
  • Nino-ju (Kotak Kedua): Berisi hidangan panggang atau acar sayuran yang segar.
  • Sanno-ju & Yono-ju (Kotak Ketiga & Keempat): Didominasi oleh masakan rebusan dari hasil gunung dan laut.

Uniknya, kotak keempat tidak disebut ‘Shi-no-ju’ karena angka empat (shi/四) identik dengan kematian.

Baca Juga:
Opor Ayam Selalu Hadir Saat Lebaran, Simbol “Pangapunten” atau Permohonan Maaf

Sebaliknya, penyebutan ‘Yo-no-ju’ digunakan untuk menghindari nasib buruk. Bahkan, terkadang ada kotak kelima yang dibiarkan kosong sebagai wadah untuk menampung keberuntungan yang akan datang di masa depan.

Secara historis, kata Osechi berasal dari kata Sekku, yang merujuk pada hidangan yang disiapkan khusus untuk hari-hari perayaan musim.

Dari berbagai perayaan tersebut, tahun baru dianggap sebagai yang paling krusial! Sehingga istilah Osechi akhirnya identik dengan masakan khusus awal tahun.

Penyajian Osechi Ryōri juga nggak sembarangan, ada tujuan mulianya juga yakni menyambut Toshigami atau Dewa Tahun. 

Baca Juga:
FIA UB Perluas Program Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Jalani Studi di Jepang hingga Australia

Salah satu alasan mengapa hidangan Osechi cenderung dimasak dengan cara direbus, diawetkan dengan gula, atau menggunakan cuka adalah karena praktis. 

Namun, dahulu ada kepercayaan bahwa menyalakan api di dapur selama tiga hari pertama tahun baru dapat mengganggu dewa tungku.

Menariknya lagi, hidangan ini dirancang agar tetap lezat meskipun dinikmati dalam keadaan dingin.

Hal ini dilakukan agar kegiatan memasak dan menyalakan api di dapur bisa diminimalisir selama hari-hari pertama Tahun Baru, memberikan kesempatan bagi mereka yang biasanya sibuk memasak untuk beristirahat sejenak. 

Berdasarkan edukasi pangan dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan (MAFF), berikut adalah jenis-jenis makanan yang dihidangkan dalam Osechi Ryōri:

1. Kuromame (Kacang Hitam) 

Doa agar dapat bekerja dengan rajin (mame) dan tetap sehat. 

2. Tataki Gobo (Akar Burdock)

Melambangkan stabilitas keluarga dan bisnis agar berakar kuat di tanah.

3. Kazunoko (Telur Ikan)

Harapan akan kesuburan dan banyak keturunan karena jumlah telurnya yang melimpah.

4. Ebi (Udang)

Simbol umur panjang karena bentuknya yang membungkuk menyerupai orang tua.

5. Kuri-kinton (Ubi & Kastanye)

Warnanya yang kuning emas melambangkan kejayaan ekonomi dan harta benda.

6. Datemaki (Telur Gulung)

Karena bentuknya mirip gulungan surat kuno, hidangan ini melambangkan kemajuan ilmu pengetahuan.

7. Kohaku Namasu (Acar Lobak & Wortel)

Warna merah dan putihnya menyerupai mizuhiki (tali dekoratif pada amplop perayaan), yang melambangkan doa untuk kedamaian dan ketenteraman

8. Kobumaki (Gulungan Kelp)

Nama kobumaki dekat dengan kata yorokobu yang berarti bahagia.

9. Kohaku Kamaboko (Kue Ikan Merah-Putih)

Bentuknya yang melengkung menyerupai matahari terbit. Warna merah melambangkan penolak bala atau perlindungan dari kejahatan, sedangkan warna putih melambangkan kemurnian.

10. Tazukuri (Sarden Kecil)

Hidangan yang juga disebut Gomame ini adalah doa untuk hasil panen yang subur.

Melalui Osechi Ryōri, setiap keluarga di Jepang memulai langkah pertama mereka di tahun yang baru dengan penuh syukur, sembari menyantap harapan yang tertumpuk rapi dalam kotak tradisi. (*)

Baca Sebelumnya

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

Baca Selanjutnya

‘Tokyo Godfathers’ (2003), Kisah Keajaiban Natal di Balik Sisi Kelam Tokyo

Tags:

osechi ryori Jepang Tahun baru makanan Nataru Osechi

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H