Ngabubucin, Cara Baru Ngabuburit ala Ciputra Film Festival di Mall Surabaya

Acara Diisi dengan nonton film pendek sambil diskusi bareng sineas muda di Marvell City

14 Maret 2026 21:15 14 Mar 2026 21:15

Thumbnail Ngabubucin, Cara Baru Ngabuburit ala Ciputra Film Festival di Mall Surabaya

Acara bertajuk Ngabubucin sebuah program ngabuburit berbasis sinema yang digagas oleh Ciputra Film Festival (CFF) ke-5 bersama Kofiekom UNESA dan DJFM, dengan dukungan penuh dari Marvell City Mall dan Midtown Hotel Surabaya, 14 Matret 2026. (Foto: Dok. Panitia)

KETIK, SURABAYA – Ngabuburit di pusat perbelanjaan biasanya identik dengan keliling mal atau antre tiket bioskop. Tapi Ramadan kali ini, ratusan pengunjung Marvell City Mall Surabaya memilih cara yang berbeda: duduk bersama di area terbuka mal, menyaksikan film pendek, lalu berdiskusi langsung dengan para pembuatnya, Sabtu 14 Maret 2026.

Itulah suasana yang tercipta dalam acara bertajuk Ngabubucin sebuah program ngabuburit berbasis sinema yang digagas oleh Ciputra Film Festival (CFF) ke-5 bersama Kofiekom UNESA dan DJFM, dengan dukungan penuh dari Marvell City Mall dan Midtown Hotel Surabaya. Konsepnya sederhana namun hangat: menonton film pendek karya sineas muda, lalu membuka ruang obrolan santai antara penonton dan filmmaker setelah layar padam.

Empat film pendek ditayangkan dalam sesi tersebut, yakni Griya, The Final Vote, Jagrak, dan Kenangan Konangan. Usai tiap pemutaran, para filmmaker muda yang hadir langsung berbagi cerita soal proses kreatif di balik karya mereka — mulai dari ide awal, tantangan produksi, hingga pesan yang ingin mereka sampaikan. Penonton pun tak hanya jadi penonton; mereka bebas bertanya, menanggapi, bahkan berdebat tentang film yang baru saja ditonton.

Suasana diskusi yang cair dan egaliter menjadi pembeda utama acara ini dari pemutaran film biasa. Tidak ada jarak antara pembuat dan penikmat film semua duduk sejajar, berbicara dalam satu ruang yang sama.

Executive Board Ciputra Film Festival, Dr. Monika Teguh, S.Sos., M.Med.Kom., menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar hiburan, melainkan investasi jangka panjang bagi ekosistem perfilman lokal.

"Kegiatan ini diadakan untuk mewadahi para sineas muda, untuk bisa berjejaring dan bertukar pikiran. Kami berharap iklim perfilman di Surabaya akan semakin meningkat seiring dengan makin banyaknya kegiatan seperti CFF Net," ujarnya.

Ngabubucin sendiri merupakan bagian dari rangkaian program 5th Ciputra Film Festival yang tahun ini hadir dengan format roadshow. Artinya, acara serupa akan terus bergulir di berbagai lokasi berbeda di Surabaya mengajak masyarakat untuk mengenal dunia film tidak hanya lewat layar, tetapi juga lewat percakapan langsung dengan orang-orang di baliknya.

Bagi CFF, ini adalah upaya membangun budaya sinema yang lebih inklusif dan membumi di mana film bukan hanya dikonsumsi, tapi juga didiskusikan, dipahami, dan diapresiasi secara lebih mendalam. Dan untuk sore itu di Marvell City, setidaknya, tujuan itu tampak berhasil diraih. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ciputra Film Festival CFF ngabuburit