KETIK, YOGYAKARTA – Nasi Kuning Muna Cung dikenal sebagai kedai nasi kuning legendaris nomor satu di Yogyakarta dengan cita rasa rempah yang kuat dan autentik, berbeda dari nasi kuning pada umumnya. Keunikan rasa ini membuatnya selalu diburu pembeli, bahkan antrean kerap mengular hingga puluhan meter sejak pagi hari.

Tingginya minat masyarakat menjadikan Nasi Kuning Muna Cung sebagai satu-satunya pilihan nasi kuning dengan karakter rempah khas yang berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner di Kota Gudeg. Jika belum mencicipi nasi kuning ini serasa belum datang ke Jogja.

Nasi Kuning Muna Cung terletak di depan pintu samping Pasar Pathuk, tepatnya di Jalan Beskalab Nomor 27, Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kuliner ini hanya berupa kaki lima kecil tapi memiliki penggemar yang cukup banyak terutama para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Setiap harinya, Nasi Kuning Muna Cung buka mulai pukul 07.00 WIB. Kedai ini akan penuh antriannya ketika momen liburan. Pembeli bisa menunggu satu hingga dua jam untuk bisa mendapatkan sajian nasi kuning ini.

Kedai kecil ini hanya menyediakan makanan take away atau dibungkus karena tidak memiliki tempat untuk makan. Wisatawan bisa menyantapnya di hotel bersama keluarga tercinta.

Baca Juga:
Kemarau 2026 di Depan Mata, Ini Langkah PDAB Tirtatama DIY Amankan Keran Warga

Nasi Kuning Muna Cung juga menyediakan menu minuman seperti air mineral, es teh, dan es jeruk untuk menyegarkan tenggorokan setelah makan.

Antrian pembeli yang panjang hingga puluhan meter di Nasi Kuning Muna Cung Yogyakarta. (Foto: Dok. Ketik.com)

Satu porsi nasi kuning polos dengan lauk serundeng, abon, telur gulung, perkedel, dan kering kentang dibanderol dengan harga Rp16 ribu. Jika ingin ditambah sate ayam atau ayam suwir, pembeli harus membayar dengan harga Rp22 ribu. Sedangkan menu istimewa dengan lauk empal dibanderol Rp33 ribu.

Lebih istimewa lagi dengan lauk babat dan usus sapi yang dibanderol dengan harga Rp41 ribu. Selain itu, kedai ini juga menyediakan pembelian lauk tambahan, seperti babat, usus sapi, empal, atau ayam dengan harga per ons.

Baca Juga:
Ketik.com Biro DIY dan Komunitas Sejoli Rayakan HPN Lewat Aksi Nyata di Masjid As-Syifaa’

Salah satu pembeli adalah Rusyandini, pelancong dari Surabaya yang setiap momen liburan selalu berkunjung ke Kota Yogyakarta bersama keluarga. Ia mengaku sudah bosan untuk menikmati Gudeg ketika di Jogja.

Sehingga, ia memilih untuk menikmati nasi kuning yang ramai ini sebagai alternatif. Ia mengungkapkan jika mengetahui kuliner ini dari Google dan reviewnya sangat bagus.

"Kita sering liburan ke Jogja, hampir tiap long weekend, libur panjang, kita sering ke Jogja bersama keluarga. Nah ketika kita sudah sering liburan di Jogja itu kadang kita kan bosen kan makan apa namanya, nasi gudeg. Nah biasanya alternatif kita adalah nasi kuning ini, karena memang legend kita dapet info-nya dari Google sih seperti itu," ucap Rusyandini.

Waktu pertama mengunjungi kedai kecil ini, Dini kaget melihat antriannya yang mengular dan harus menunggu satu hingga dua jam. Saat menikmatinya, ia merasa bahwa cita rasa nasi kuning ini sangat lezat.

"Kaget juga waktu pertama kesini pas antri itu sampai 1-2 jam. Tapi ketika sudah dapet nasinya, kita bungkus, kita pilih menu, waduh ketika kita makan nikmatnya luar biasa. Nah dan yang aneh bintang ajaibnya lagi adalah nasi kuning ini tidak menyediakan tempat makan. Dia jualan di emperan pasar patuk tadi itu, dia tidak menyediakan tempat makannya, dia sudah kita semuanya takeaway atau dibungkus semua lah. Nanti kita makan bisa di hotel, di taman atau di mana-mana yang kita suka seperti itu," tuturnya.

Bagi wisatawan yang sedang mengunjungi Kota Yogyakarta, Nasi Kuning Muna Cung wajib didatangi dan menikmati sajian nasi kuning dengan rasa rempahnya yang kuat.(*)