KETIK, MALANG – Panitia PBAK Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi bersama jajaran dekanat serta perwakilan mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026, di Ruang Rapat Fakultas Syariah. Rapat koordinasi ini menjadi upaya mematangkan persiapan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan menyinergikan berbagai persiapan antara pimpinan fakultas, panitia dosen, dan panitia mahasiswa guna mewujudkan pelaksanaan PBAK yang edukatif, berkualitas, dan berkarakter.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag.; Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H.; serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H.
Turut hadir Ketua Panitia PBAK dari unsur dosen, Mahbub Ainur Rofiq, M.H.I.; Ketua DEMA Fakultas Syariah, Fawwaz Fudhail Muhammad; Ketua Panitia PBAK Mahasiswa, Saidul Maghfur Hakim; serta pengurus inti dari berbagai divisi kepanitiaan.
Mengawali rapat, Ketua DEMA Fakultas Syariah, Fawwaz Fudhail Muhammad, menyampaikan bahwa berbagai dinamika merupakan hal yang wajar dalam proses persiapan kegiatan berskala besar seperti PBAK.
Namun demikian, ia optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antarseluruh pihak.
“Banyak dinamika yang terjadi selama proses persiapan. Namun, dengan adanya rapat koordinasi dan kerja sama yang baik, saya yakin seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai harapan,” ujarnya.
Suasana rapat berlangsung dinamis dengan pemaparan rencana kegiatan oleh panitia serta penyampaian berbagai masukan strategis dari pimpinan fakultas.
Ketua Panitia PBAK dari unsur dosen, Mahbub Ainur Rofiq, M.H.I., menegaskan pentingnya kolaborasi antara panitia dosen dan mahasiswa dalam menyukseskan pelaksanaan PBAK.
“Kita fokus pada persiapan PBAK dengan mencari titik temu dan memaksimalkan sinergi antara panitia dosen dan mahasiswa. Kesuksesan PBAK merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kerja sama yang solid agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses,” tegasnya.
Dalam arahannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., mengapresiasi progres persiapan yang telah dilakukan panitia. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan sinergi dalam setiap tahapan persiapan kegiatan.
Menurutnya, masa penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri masih akan berlangsung sehingga setiap program studi perlu terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media, termasuk optimalisasi publikasi digital dan penyebaran flyer promosi.
Selain itu, Dekan meminta panitia menyiapkan dua skenario pelaksanaan PBAK. Skenario pertama dilakukan dengan melibatkan seluruh program studi yang saat ini berada di bawah Fakultas Syariah.
Sementara itu, skenario kedua mempertimbangkan kemungkinan Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) dan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) menyelenggarakan kegiatan secara terpisah seiring proses pembentukan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.
“Surat persetujuan pembentukan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam serta Fakultas Teknik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah disetujui dan ditandatangani oleh Kementerian PANRB. Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi UIN Malang. Karena itu, panitia perlu menyiapkan berbagai alternatif pelaksanaan agar tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Umi juga mengusulkan agar materi PBAK tahun ini memasukkan isu-isu strategis yang relevan dengan kehidupan kampus, seperti pencegahan kekerasan seksual, moderasi beragama, dan pencegahan paham radikalisme sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru.
Di akhir arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas kesiapan panitia yang telah bekerja jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk mengedepankan pendekatan yang humanis serta menghindari segala bentuk kekerasan selama pelaksanaan PBAK.
“Mahasiswa baru harus mendapatkan pengalaman yang positif sejak hari pertama memasuki dunia kampus. Karena itu, panitia dan dosen perlu memberikan pendampingan secara maksimal selama kegiatan berlangsung,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Dekan II Bidang AUPK, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H., meminta panitia segera menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk identitas kepanitiaan dan dress code panitia. Ia juga mengingatkan pentingnya menyiapkan rencana alternatif terkait kemungkinan pemisahan pelaksanaan PBAK bagi Program Studi ILHA dan IAT.
Menurutnya, anggaran kegiatan saat ini masih disusun berdasarkan komposisi program studi yang berada di Fakultas Syariah. Oleh karena itu, ketertiban administrasi harus menjadi perhatian utama seluruh panitia.
“Saya meminta panitia tertib dalam administrasi. Konsultasi, koordinasi, dan komunikasi dengan pimpinan fakultas harus terus dilakukan agar seluruh proses persiapan berjalan dengan baik dan terarah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Miftahul Huda, M.H., menegaskan bahwa PBAK merupakan gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai dasar yang menjadi identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Koordinasi antarbidang perlu terus diperkuat agar tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan nanti. Selain itu, aspek keamanan, kedisiplinan, dan kenyamanan mahasiswa baru harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap PBAK 2026 dapat menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal Fakultas Syariah UIN Malang secara menyeluruh.
Ia juga berharap PBAK 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna.
“Mari kita jadikan PBAK tahun ini sebagai kegiatan yang memberikan kesan positif dan manfaat nyata bagi mahasiswa baru. Jika ada kendala atau kebutuhan dukungan dari fakultas, silakan disampaikan agar dapat kita carikan solusi bersama,” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh unsur kepanitiaan dapat semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sinergi antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa menjadi modal utama untuk mewujudkan PBAK 2026 yang tertib, inspiratif, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa baru Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (*)
.png)