Napak Tilas Isyarah Pendirian NU, Momentum Meneguhkan Ruh Spiritual Jam’iyyah

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Muhammad Faizin

4 Jan 2026 10:30

Thumbnail Napak Tilas Isyarah Pendirian NU, Momentum Meneguhkan Ruh Spiritual Jam’iyyah
KH. Azaim Ibrahimi Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiyah Sukorejo Situbondo didampingi H. Abdul Halim Dewan Penasehat Iksas Surabaya melakukan napak tilas dari Bangkalan menuju Jombang. (Foto.Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama menjadi ruang refleksi spiritual bagi warga NU untuk kembali menelusuri akar sejarah dan nilai ruhani kelahiran organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang sarat makna spiritual.

Melalui napak tilas ini, para peserta diajak menyelami kembali peristiwa sakral yang melatarbelakangi berdirinya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, sekaligus meneguhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga nilai perjuangan para pendiri NU.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf, menegaskan bahwa napak tilas ini merupakan upaya untuk mengingat kembali isyarah spiritual agung yang menjadi fondasi berdirinya NU.

Kegiatan tersebut berangkat dari peristiwa isyarah yang bermula dari Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Latif Bangkalan, diteruskan kepada KH As’ad Samsul Arifin, dan kemudian disampaikan kepada Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Isyarah inilah yang diyakini sebagai titik balik penting dalam arah perjuangan rohani dan sosial Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:
PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

“Di dalam peristiwa itu terdapat barokah yang sangat besar. Dan hari ini adalah momentum bagi kita semua, segenap warga Jam’iyah Nahdlatul Ulama, untuk kembali mengambil berkah dari peristiwa yang penuh keberkahan ini,” ungkapnya, Minggu, 4 Desember 2026.

Napak tilas ini dipahami sebagai ikhtiar menjemput kembali ruh perjuangan para muassis NU, yakni nilai keikhlasan, keberanian, dan kebijaksanaan ulama pendiri yang harus terus dirawat lintas generasi.

Nilai-nilai tersebut selama ini menjadi kekuatan NU dalam menjaga kesinambungan perjuangan spiritual dan sosial di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Melalui keberkahan napak tilas ini, Jam’iyah Nahdlatul Ulama diharapkan semakin kokoh dalam menjaga amanah para pendiri, tidak hanya bagi kepentingan internal jam’iyah, tetapi juga bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga:
Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah dan Arifah Saksikan Deklarasi 9 Tuntutan ke PBB

“Semoga keberkahan ini membawa kemaslahatan bagi kita semua, bagi bangsa dan negara, serta menjadi bekal kebaikan bagi masa depan seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Abdul Halim, yang juga alumni sekaligus Dewan Penasihat Ikatan Keluarga Santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo (IKSASS) Surabaya. Ia menilai napak tilas satu abad Isyarah Pendirian NU sebagai ikhtiar meneguhkan kembali ruh jam’iyah melalui lintasan sejarah peradaban Islam Nusantara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penyerahan tongkat dan tasbih dari KH Fakhruddin Aschal, Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Khalil Demangan Barat Bangkalan, kepada KH Azaim Ibrahimi, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, untuk selanjutnya diserahkan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Prosesi ini menjadi simbol estafet nilai, perjuangan, dan spiritualitas para pendiri NU.

Rombongan memulai perjalanan dari Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal, menyeberang ke Surabaya untuk berziarah ke Makam Sunan Ampel, lalu melanjutkan perjalanan ke Kantor PCNU Surabaya sebagai representasi kantor BPNU pertama. Selanjutnya, rombongan bertolak ke Stasiun Gubeng menuju Jombang hingga berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng, tempat lahirnya Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Rute napak tilas ini merupakan bagian penting dari sejarah besar peradaban Islam Nusantara. Para ulama pendiri NU bukan hanya membangun organisasi keagamaan, tetapi juga meletakkan fondasi kokoh bagi keselamatan dan keutuhan NKRI,” ujar H. Abdul Halim, yang juga menjabat Ketua PD Satria Provinsi Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjaga relevansi nilai perjuangan para muassis NU agar tetap hidup dan mengalir dalam denyut kehidupan jam’iyah. Napak tilas ini terbuka untuk umum dan tidak terbatas bagi warga NU Madura saja, meskipun pada pelaksanaan perdana jumlah peserta dibatasi maksimal 1.000 orang.

“Napak tilas ini diharapkan menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan identitas NU sebagai pilar keislaman, kebangsaan, dan peradaban di Indonesia,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Prakiraan Cuaca Hari Ini 4 Januari 2026: Surabaya Hujan Ringan, Madiun Hujan Petir

Baca Selanjutnya

Gangguan Pompa Distribusi, Layanan Air Bersih di Sejumlah Wilayah Rangkasbitung Terganggu

Tags:

Napak tilas sejarah berdiriny nu Bangkalan jombang

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

7 April 2026 14:23

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

6 April 2026 22:25

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

6 April 2026 15:31

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar