Resmi Berizin, Fakultas Kedokteran UTM Siap Cetak Dokter untuk Madura

4 Juni 2026 20:20 4 Jun 2026 20:20

Ismail Hasyim, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Resmi Berizin, Fakultas Kedokteran UTM Siap Cetak Dokter untuk Madura

Gedung Fakultas Kedokteran Univeesitas Trunojoyo Madura (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Penantian panjang Universitas Trunojoyo Madura untuk menghadirkan Fakultas Kedokteran akhirnya membuahkan hasil.

Kampus negeri terbesar di Pulau Madura tersebut resmi memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026 yang sekaligus menandai legalitas penuh Fakultas Kedokteran UTM untuk menyelenggarakan pendidikan dokter.

Keberhasilan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi sivitas akademika UTM, tetapi juga masyarakat Madura yang selama ini menantikan hadirnya institusi pendidikan kedokteran di Pulau Garam.

Rektor UTM, Safi’, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terbitnya izin tersebut. Menurutnya, perjalanan menuju pendirian Fakultas Kedokteran membutuhkan kerja keras, komitmen, serta proses panjang untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

“Penantian yang cukup lama akhirnya berbuah hasil. Kini UTM resmi dapat menyelenggarakan pendidikan kedokteran,” ujarnya. Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, keberhasilan memperoleh izin tidak lepas dari kesiapan kampus dalam memenuhi berbagai indikator penilaian yang dilakukan tim verifikasi kementerian. Tiga aspek utama yang menjadi perhatian meliputi kualitas sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana, serta kurikulum pendidikan.

Seluruh aspek tersebut dinilai telah memenuhi standar nasional yang dipersyaratkan. Mulai dari ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten, fasilitas laboratorium yang memadai, hingga kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

“Seluruh komponen yang dipersyaratkan telah kami siapkan dan dinyatakan layak,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Fakultas Kedokteran UTM akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik pertama dengan kuota sebanyak 50 orang. Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam dua kelas yang masing-masing berisi 25 mahasiswa.

“Kami membuka kuota awal sebanyak 50 mahasiswa,” jelas Prof Safi’.

Keberadaan Fakultas Kedokteran UTM diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Madura.

Selain memperluas akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah, program ini juga diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan dokter yang masih menjadi tantangan di empat kabupaten di Pulau Madura.

Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran, UTM optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Madura di masa mendatang. (*)

Tombol Google News

Tags:

UTM Fakuktas Prodi Kediktran