Miliki Kopi Terbaik Sedunia, Kab Bandung Terpilih Jadi Center of Excellent Korporasi Kopi

Jurnalis: Sungkara Anwar
Editor: Akhmad Sugriwa

13 Agt 2023 14:22

Thumbnail Miliki Kopi Terbaik Sedunia, Kab Bandung Terpilih Jadi Center of Excellent Korporasi Kopi
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat Ground Breaking CoE Kopi, di Desa Solokanjeruk Kec Solokanjeruk Kab Bandung, Minggu (13/8/23). (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Menteri Pertanian RI Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo melaksanakan Ground Breaking Center of Excellent (CoE) atau Pusat Bisnis dan Edukasi Kopi, di Jalan Raya Solokanjeruk Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Minggu (13/8/2023).

Menteri Pertanian menyatakan dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai lokasi pembangunan CoE Korporasi Kopi, salah satunya karena Kabupaten Bandung diakui memilik produk kopi terbaik sedunia.

"Soal bertani atau budi daya kopi bagi warga Kabupaten Bandung sudah bukan hal yang baru, karena sudah dilakukan secara turun temurun. Lagi pula Kabupaten Bandung menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia itu dari Kabupaten Bandung, bahkan diakui sebagai salah satu kopi kualitas terbaik sedunia," ungkap Mentan kepada wartawan.

Karena itu, pihaknya bersama Bupati Bandung, Dirjen Kemntan dan stakeholder lain  memprakarsai CoE Korporasi Kopi di Kabupaten Bandung sebagai implementasi korporasi pertanian.

Baca Juga:
Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

CoE Korporasi Petani Kopi berdiri di atas lahan milik Pemkab Bandung seluas lima hektare dan pembangunannya dianggarkan dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp126 miliar secara multiyears.

"Saya kira ini CoE ini memang menjadi salah satu implementasi dari arahan Bapak Presiden agar komoditas perkebunan kita harus bisa dikembangkan lebih baik melalui korporasi pertanian," kata menteri.

Di CoE ini pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah setempat akan mendorong kelompok-kelompok tani membangun korporasi bersama menghadirkan kebun bibit.

"Target yang kurang lebih antara 3 juta sampai 5 juta atau 10 juta bibit pohon. Di sini cirinya adalah tidak hanya kopi arabika, tapi robustanya juga jadi sangat penting. Kita punya dataran rendah yang cukup banyak untuk ditanami bibit kopi dan akan ujicoba yang akan dilakukan Ditjen Perkebunan," kata Syahrul.

Baca Juga:
Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Syahrul mengatakan di lokasi Center of Excellent akan dilakukan mulai dari prosesing awal, dari mulai membangun varietas-varietas yang sesuai dengan arah yang diharapkan.

"Di sini nantinya ada riset dan upaya-upaya langsung, prosesnya akan menghadirkan beberapa komponen masyarakat. Intinya, bibit disiapkan, budidayanya seperti apa, dan di lahan-lahan mana yang bisa dilakukan dan tentu saja kita harapkan marketnya atau daya serapnya lebih baik dari hilirisasi tersebut," tuturnya.

Ia berharap dengan adanya CoE Korporasi Kopi ini, industri pangan atau perkebunan menjadi salah satu sektor yang menjanjikan di dunia. "Oleh karena itu hilirisasi perkebunan menjadi salah satu jawaban yang pasti," tandasnya.

Foto Mentan Syahrul Yasin Limpo saat Ground Breaking CoE Kopi, di Desa Solokanjeruk Kec Solokanjeruk Kab Bandung, Minggu (13/8/23). (Foto: Iwa/Ketik.co.id)Mentan Syahrul Yasin Limpo saat Ground Breaking CoE Kopi, di Desa Solokanjeruk Kec Solokanjeruk Kab Bandung, Minggu (13/8/23). (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

Bupati Bandung Dadang Supriatna menambahkan,  Kabupaten Bandung memiliki potensi yang besar untuk komoditi kopi sehingga pemerintah pusat memilih untuk mendirikan CoE korporasi perkebunan kopi di Kab Bandung.

"Saya kira tidak salah, Pak Presiden dan Pak Menteri memilih lokus pembangunan CoE atau Pusat Edukasi dan Bisnis Kopi Indonesia di Kabupaten Bandung karena memang memang potensi kopi di Kabupaten Bandung sangat luar biasa," kata Bupati Bandung.

Bupati sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Presiden dan Kementerian Pertanian yang sudah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bandung untuk dijadikan sentra produksi hilirisasi, penjualan atau market produk kopi dan komoditas perkebunan lainnya. 

Ia menyebut kawasan perkebunan di Kabupaten Bandung mencapai 65.000 hektare dan menjadi produsen kopi terbesar di Jawa Barat bahkan menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik sedunia. 

Menurutnya perkebunan kopi di Kabupaten Bandung rata-rata ditanam pada lahan di atas 1000 meter di atas permukaan laut, sehingga dapat menghasilkan kopi cita rasa dan produk kualitas tinggi. 

"Dengan luas lahan kopi perkebunan di Kabupaten Bandung tahun 2022 adalah seluas 14.374 hektare dengan produksi 8.183,31  ton," kata Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Kang DS menyebut kecamatan  penghasil kopi di Kab. Bandung berada di Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Cimaung, Pasirjambu, Rancabali, Ciwidey, Pacet, Ciparay, Soreang, dan Kecamatan Arjasari. 

"Sehingga tidak salah kalau Kabupaten Bandung itu dijuluki surga kopinya Jawa Barat," kata bupati.(*)
 

Baca Sebelumnya

62 Tahun Pramuka, Ketua Kwarda Jatim Pimpin Ulang Janji dan Berikan Lencana Pancawarsa

Baca Selanjutnya

Bungkam Persija 2-0, Madura United Kembali Puncaki Klasemen

Tags:

coe kopi Kopi mentan syahrul yasin limpo BUPATI BANDUNG KAB BANDUNG

Berita lainnya oleh Sungkara Anwar

Pengawasan Ekstra Panwascam Pasirjambu Hingga ke Pelosok Desa

9 Desember 2023 16:03

Pengawasan Ekstra Panwascam Pasirjambu Hingga ke Pelosok Desa

Panwascam Pasirjambu Belum Temukan Indikasi Pelanggaran di Masa Kampanye

9 Desember 2023 10:09

Panwascam Pasirjambu Belum Temukan Indikasi Pelanggaran di Masa Kampanye

Bupati Bandung Ungkap Kendala Percepatan Investasi Berskema KPBU ke Pemerintah Pusat

7 Desember 2023 16:27

Bupati Bandung Ungkap Kendala Percepatan Investasi Berskema KPBU ke Pemerintah Pusat

Mentan: Percepat Tanam Bisa Tekan Impor Beras

6 Desember 2023 09:45

Mentan: Percepat Tanam Bisa Tekan Impor Beras

Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

6 Desember 2023 08:42

Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Tata Kelola Satu Data, Impian Bupati Bandung Menuju Big Data

5 Desember 2023 10:48

Tata Kelola Satu Data, Impian Bupati Bandung Menuju Big Data

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar