Merasa Dipermainkan, Mahasiswa UB Malang Bakal Kirim Pingpong ke Kemendikbudristekdikti

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

21 Mei 2024 21:45

Thumbnail Merasa Dipermainkan, Mahasiswa UB Malang Bakal Kirim Pingpong ke Kemendikbudristekdikti
Aksi protes mahasiswa UB terhadap kebijakan UKT hingga 12 golongan. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Ratusan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya  melakukan aksi penolakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di halaman Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB Malang), Rabu, (22/5/2024).

Tindak lanjut dari aksi tersebut, sebuah surat pernyataan dan juga pingpong akan dikirimkan Mahasiswa UB Malang ke Kemendikbudristekdikti.

Satria Naufal selaku Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) menjelaskan aksi tersebut sebagai simbol lempar tanggungjawab antara pihak kampus dan juga kementerian. Mereka beranggapan mahasiswa yang menolak komersialisasi pendidikan telah dijadikan sebagai korban dari politik pingpong.

"Kita sedang menjadi korban politik pingpong. Saat berjuang agar UKT turun ke pihak kampus mereka mengatakan ke Kemendikbud. Kami coba ke Kemendikbud, dibilang bahwa UB adalah PTNBH dan menjadi kebijakan kampus. Kita di pingpong, seolah dituntun tanpa arah," ucap Naufal.

Aliansi pun akan mengeskalasikan aksi penolakan atas tingginya UKT dalam skala nasional. Mereka akan menggandeng kampus-kampus lain untuk dapat melakukan aksi di Jakarta.

"Kita akan mengeskalasikan secara nasional untuk aksi di Jakarta. Kami juga akan mengirimkan pingpong dan satu lembar surat ke Nadiem Makarim. Sesuai dengan hashtag, reformasi pendidikan tinggi dan turunkan UKT atau Nadiem Makarim turun," tegasnya.

Pada aksi tersebut, aliansi membawa tujuh poin tuntutan, salah satunya menghilangkan kebijakan UKT yang mencapai 12 golongan dengan nominal yang menyentuh dua digit. Apabila tuntutan tersebut gagal terealisasikan, aliansi mengancam untuk memunculkan mosi tidakpercayaan pada Rektorat.

"Kita akan membuat distrust dan awareness bahwa Rektorat gagal untuk memastikan semua kalangan bisa kuliah. Ini menegaskan bahwa UB itu bukan Brawijaya tapi Borjuis. Karena hanya kalangan borjuis saja yang secara implisit diperbolehkan masuk ke sini," cecarnya.

Sementara itu Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Prof. Dr. Muchamad Ali Safaat, menjelaskan tidak ada aksi pingpong atau saling lempar tanggungjawab yang dilakukan oleh pihak kampus. Ia mengaku telah bertemu dengen Presiden EM dan Kementerian Advokasi EM untuk menjelaskan persoalan UKT.

"Proses memberikan atau meminta keberatan atas UKT, mekanismenya sudah jelas. Kita sudah sampaikan time framenya untuk mengajukan dan menyelesaikan verifikasi. Kita juga punya kesepakatan jika masih ada yang tercecer, silakan diajukan ke saya," bebernya gamblang.

Menurutnya mahasiswa tetap berhak untuk melakukan aksi dan mengkritisi kebijakan yang ada. Dari ketujuh tuntutan, beberapa di antaranya dapat dipenuhi.

"Misal yang bisa kita penuhi adalah berdasarkan pada kondisi ekonomi, ada beberapa prodi yang tidak sampai maksimal (golongan UKT). Tapi ada juga beberapa yang tetap pada UKT golongan 12 karena kenaikannya tidak cukup signifikan," ujarnya. (*)

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran
Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model
Baca Sebelumnya

Ribuan Peserta Bakal Ramaikan Tour De Panderman 2024 Hari Bhayangkara Ke 78

Baca Selanjutnya

Ratusan Karyawan PT BMI Demo di PN Kepanjen, Tuntut Batalkan Ekseskusi Tanah

Tags:

UKT UB Turunkan UKT UB Komersialisasi Pendidikan UB Universitas Brawijaya Mahasiswa Demo Nadiem Makarim Kemendikbudristek UKT Mahal

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar