KETIK, SLEMAN – Menikmati udara sejuk di lereng selatan Gunung Merapi kini tak lagi melulu soal melepas penat di kafe-kafe bergaya modern berarsitektur industrial yang menjamur.
Di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, sebuah warung makan bernama Iciiik Iwiiir menawarkan cara pandang lain yang jauh lebih membumi. Tempat ini mengajak setiap pengunjung mengingat kenangan bersama lewat kepulan asap dapur pedesaan yang jujur, hangat, dan apa adanya.
Bulan Oktober 2026 ini, warung kuliner tersebut genap berusia lima tahun. Menandai babak baru perjalanannya yang semakin matang dan dewasa, Iciiik Iwiiir kini dikelola dengan sentuhan yang lebih profesional melalui campur tangan PAS Management yang baru berjalan belum lama ini.
Perpaduan harmonis antara resep otentik warisan leluhur dan tata kelola modern menjadikan tempat ini kian diperhitungkan di peta pariwisata gastronomi Yogyakarta.
Berlokasi strategis di Jalan Pakem-Turi, tepatnya di Padukuhan Nepen, Desa Candibinangun, warung ini berdiri di atas napas kesederhanaan pedesaan yang tenang. Nama yang terdengar jenaka itu ternyata menyimpan cerita personal yang erat kaitannya dengan keluarga sang pendiri.
Muhammad Derra Ramadhanna Yogatama yang akrab disapa Derra merupakan anak pertama dari Deddy Pranowo Eryono, seorang tokoh pariwisata terkemuka yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY. Kata "Iciiik Iwiiir" sendiri awalnya sering digunakan sang ayah saat aktif bermedia sosial dalam berbagai kesempatan santai.
"Salam Iciiik Iwiiir," kata Derra menyebut tulisan khas sang ayah saat bermedsos. Frasa unik tersebut kemudian diangkat menjadi identitas warung makan ini sekaligus disimbolkan sebagai representasi dari "salam persahabatan" yang hangat bagi setiap pengunjung yang datang berkunjung.
Di meja-meja prasmanan berkonsep terbuka, aroma masakan Jawa mengepul pekat menggugah selera siapa saja. Pilihan menunya berhasil membawa pengunjung jauh menyeberang melintasi ruang dan waktu ke masa lampau, ketika dapur-dapur desa mengepulkan masakan sederhana dari hasil bumi di sekitar pekarangan rumah.
Derra tahu betul bagaimana cara merawat nostalgia tersebut agar tidak lekang dimakan zaman modern. Bersama timnya, ia dengan konsisten menghadirkan kembali menu-menu rumahan yang kini mulai langka dijumpai di ruang-ruang makan perkotaan.
"Di sini tersedia aneka masakan tradisional, antara lain sayur lompong, botok manding, oseng daun pepaya, lodeh kluwih, dan lain sebagainya," ujar Derra membuka percakapan mengenai hidangan andalannya.
Ia menuturkan dengan antusias bahwa salah satu menu primadona di warungnya adalah sayur lompong. Hidangan ini merupakan olahan tradisional dari batang daun talas yang sangat lekat dengan cerita sejarah masyarakat perdesaan Jawa.
Baca Juga:
Proses Pemilihan Serentak 5 Lurah PAW di Sleman Adem Ayem, Ini Hasil LengkapnyaDi balik rasanya yang ngangenin dan berkuah gurih santan, lompong menyimpan kisah perjuangan gigih warga lokal dalam bertahan hidup di tengah kerasnya masa-masa sulit atau paceklik pada tempo dulu.
"Lompong itu merupakan batang daun talas. Sebenarnya ini masakan simbah, masakan legend dari batang daun talas. Padahal kalau diolah secara benar, lompong ini mempunyai banyak khasiat kesehatan," kata Derra mengenang filosofi mendalam di balik hidangan tersebut.
"Kami ingin membangkitkan masakan-masakan zaman dulu. Biar mereka yang dulu tinggal di desa dan pernah dimasakin simbahnya bisa mengenang kembali masa-masa itu. Mungkin ada kenangan saat waktu susah. Dulu sejarahnya warga desa pada zaman susah atau paceklik menggunakan lompong ini untuk bertahan hidup," sambungnya.
Tidak sekadar memanjakan lidah lewat urusan perut, Iciiik Iwiiir merangkum pengalaman rekreasi keluarga dalam satu kawasan yang terintegrasi penuh.
Selepas puas menyantap sepiring sayur lompong hangat dan lodeh kluwih, para pelawat terutama kalangan anak-anak muda dan wisawatan yang berjiwa petualang bisa menyewa skuter listrik yang telah disiapkan pengelola untuk menyusuri jalanan perkampungan desa yang asri.
Sementara itu, bagi keluarga yang membawa serta anak-anak kecil, tersedia area taman bermain yang aman serta ruang interaksi langsung dengan satwa jinak seperti kura-kura darat dan iguana.
"Kita sediakan sejumlah fasilitas, antara lain tempat bermain anak, musala, toilet, dan area parkir kapasitas 20 unit mobil. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan satwa iguana serta kura-kura, dan kita sediakan pula skuter untuk berkeliling," imbuh Derra merinci fasilitas yang ada.
Baca Juga:
Jemput Bola Pemasaran Kopi Nirmalagiri, Pemkab Sleman Luncurkan Koling dan Darling MerapiMenghidupkan Kembali Roda Ekonomi Lokal
Di balik konsep uniknya yang memadukan wisata petualangan desa dan kuliner tempo doeloe, Iciiik Iwiiir sejak awal dirancang untuk menjadi simpul perhentian yang fungsional bagi pelbagai kalangan masyarakat.
Agung Sasongko dari PAS Management mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk membangkitkan kembali denyut nadi ekonomi kerakyatan dan pariwisata lokal di sisi utara Kabupaten Sleman.
"Kita ingin membangkitkan kembali kejayaan Iciiik Iwiiir di masa lalu setelah pasca-pandemi, ya inilah kita menyajikan menu-menu masakan tradisional desa. Terutama kita di sini juga ingin meningkatkan kualitas SDM-nya yang terutama yaitu di pelayanan pada para customer," ucap Agung menegaskan visi besar di balik pengoperasian manajemen yang baru berjalan belum lama ini.
Dengan kapasitas ruang yang mampu menampung hingga 250 orang sekaligus, tempat ini bertransformasi menjadi rujukan favorit bagi rombongan pelancong dalam skala besar.
Mulai dari komunitas pencinta motor trail yang gemar menjelajah alam, rombongan instansi pemerintah maupun swasta yang mengadakan kegiatan luar ruang, acara keluarga seperti arisan, perayaan ulang tahun, hingga kegiatan rapat kerja formal bernuansa alam terbuka.
"Dengan kapasitas hingga sekitar 250 orang, tempat ini dapat menjadi alternatif bagi rombongan yang membutuhkan lokasi makan bersama. Tempat kami melayani paket makan prasmanan rombongan wisata, nasi box, transit pagi, kegiatan instansi, arisan, ulang tahun hingga meeting. Hari ini kita kedatangan rombongan motor trail, dan rombongan wisatawan dari Surabaya," pungkas Agung menggambarkan dinamika kunjungan hari Sabtu 24 Oktober 2026.
Letak geografisnya yang tergolong sangat strategis menjadikan warung ini kian diperhitungkan oleh para agen perjalanan. Iciiik Iwiiir berada tepat di jalur perlintasan utama yang menghubungkan berbagai destinasi wisata populer berkelas di kawasan lereng Gunung Merapi bagian utara.
Para wisatawan yang baru saja menghabiskan waktu berwisata di Suraloka Zoo, kebun binatang selaras alam Bhumi Merapi, kawasan sejuk HeHa Forest, keganasan seru jalur Lava Tour Merapi, Obelix Village, museum bersejarah Ullen Sentalu, The Lost World Castle, kawasan jelajah sungai Ledok Sambi, hingga keindahan alam Kaliurang, Tlogo Putri, Merapi Park, dan Museum Gunung Merapi, dapat dengan amat mudah menjadikan warung ini sebagai titik singgah atau tempat istirahat.
Kehadiran warung ini menawarkan solusi yang amat pas bagi wisatawan yang ingin menutup rangkaian perjalanan liburan mereka dengan menyantap hidangan makan siang rumahan yang hangat. Mereka bisa beristirahat sejenak dari lelahnya perjalanan di jalan raya sebelum kembali melanjutkan mobilitas ke destinasi berikutnya tanpa merasa terburu-buru.
Dari sisi pembiayaan, Iciiik Iwiiir tetap konsisten menjaga komitmen kerakyatannya agar dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.
Kisaran harga makanan yang ditawarkan tergolong sangat ramah di kantong, yakni mulai dari harga Rp6.000 hingga Rp30.000 saja per porsi makanan yang mengenyangkan. Sementara itu, untuk variasi pilihan minuman pelepas dahaga, dibanderol mulai dari kisaran harga Rp5.000 hingga Rp15.000 saja.
Sementara bagi yang ingin memantau informasi terbaru, kegiatan harian, atau berkoordinasi mengenai agenda kunjungan rombongan, pengelola menyediakan kanal informasi digital melalui akun Instagram resmi di @warunk.iciiiikiwiir.
Informasi lengkap mengenai rute perjalanan juga dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi Google Maps. Warung ini secara konsisten membuka pintu lebar-lebar bagi para pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore WIB.
Memasuki usianya yang menapaki tahun kelima ini, Iciiik Iwiiir tidak sekadar hadir sebagai tempat komersial biasa untuk mencari keuntungan semata. Lebih dari itu, tempat ini menawarkan sebuah pengalaman rehat yang utuh dan menyeluruh bagi siapa saja yang singgah.
Ada perut yang kembali kenyang oleh masakan kaya rempah, pikiran yang kembali tenang berkat panorama lereng Merapi yang menyejukkan mata. Serta kehangatan interaksi sosial yang ditemani oleh keramahan khas pedesaan Yogyakarta yang kini semakin sulit ditemukan di tengah deru modernisasi zaman. (*)