Mengurai Akar Stunting Lewat Perubahan Pola Makan Balita

Editor: Mustopa

18 Jul 2025 07:00

Thumbnail Mengurai Akar Stunting Lewat Perubahan Pola Makan Balita
Oleh: Sa'bania Hari Raharjeng*

Masalah stunting masih menghantui masa depan anak-anak Indonesia. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting nasional masih berada di angka 21,6 persen. 

Ini berarti satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan tumbuh kembang yang berisiko memengaruhi kecerdasan, produktivitas, bahkan kesehatan jangka panjang mereka.

Salah satu penyebab utama stunting yang masih sering diabaikan adalah pola makan balita yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Banyak orang tua, terutama di wilayah perkotaan maupun pedesaan, belum sepenuhnya memahami pentingnya asupan gizi seimbang untuk anak usia dini.

Kenyataannya, pola makan balita saat ini masih jauh dari ideal. Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi seperti:

Baca Juga:
Mitos Bisnis yang Menyesatkan
  1. Dominasi karbohidrat saja tanpa diimbangi dengan protein hewani yang cukup.
  2. Tidak memberikan sayur dan buah, sehingga anak tidak terbiasa konsumsi sayur buah dan berisiko kekurangan vitamin/mineral penting.
  3. Tingginya konsumsi makanan ultra-proses, seperti sosis, nugget, makanan instan, hingga minuman manis dalam kemasan.
  4. Kurangnya frekuensi makan dan camilan bergizi, padahal balita membutuhkan makan utama 3 kali dan camilan sehat 2 kali per hari.
  5. Praktik MP-ASI yang tidak tepat, seperti pemberian makanan yang encer, terlalu cepat dikenalkan makanan manis, atau pemberian kental manis sebagai minuman harian.

Kebiasaan ini menyebabkan asupan energi dan zat gizi esensial seperti protein, zat besi, seng, dan vitamin A tidak tercukupi, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan linier anak.

Mencegah Stunting Lewat Perbaikan Pola Makan

Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Ini adalah tanda bahwa anak gagal mencapai potensi tumbuh optimal karena kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, perbaikan pola makan perlu dimulai sejak dini:

  1. ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan MP-ASI bergizi seimbang.
  2. Pemberian protein hewani setiap hari, seperti telur, ayam, ikan, dan daging.
  3. Pengurangan makanan ultra-proses dan menggantinya dengan makanan alami dan olahan rumahan.
  4. Mengajarkan kebiasaan makan sehat sejak dini, termasuk membiasakan makan bersama keluarga.
  5. Memastikan anak rutin ditimbang dan diukur agar tumbuh kembangnya terpantau di posyandu atau dokter

Pola makan yang baik bukan soal mahal, tapi mengandung gizi seimbang dan memperhatikan kebersihan. Makanan alami seperti ikan, telur, tahu-tempe, sayuran segar, dan buah segar bisa menjadi sumber gizi yang terjangkau dan kaya manfaat.

Baca Juga:
Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

Tanggung Jawab Bersama

Perubahan pola makan balita tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu. Perlu dukungan lintas sektor: pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan media. Kampanye edukatif, penyediaan bahan pangan bergizi yang terjangkau, serta layanan kesehatan yang ramah anak harus terus diperkuat. 

Masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Stunting bukan takdir, tapi hasil dari kondisi yang bisa kita ubah bersama. Dimulai dari apa yang kita sajikan di piring makan anak-anak hari ini.

*) Sa'bania Hari Raharjeng, S.Gz.RD.,M.P.H merupakan Dosen S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Unusa

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Jepang Berharap Kabupaten Bandung Bisa Kirim Lebih Banyak Tenaga Kerja

Baca Selanjutnya

6 Fraksi DPRD Situbondo Setujui Perubahan KUA-PPAS 2025

Tags:

opini Stunting Oleh: Sa'bania Hari Raharjeng

Berita lainnya oleh Mustopa

Pakai Rompi Pink Kejagung dan Tangan Diborgol, Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka

16 April 2026 16:27

Pakai Rompi Pink Kejagung dan Tangan Diborgol, Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H