KETIK, SAMPANG – Nama Moch Wijdan, atau yang akrab disapa Bun Wid, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sampang. Kepala Desa Ketapang Daya yang kini juga mengemban amanah sebagai Ketua Koordinator Wilayah Persatuan Kepala Desa Indonesia (Korwil PKDI) Madura Raya ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang merakyat, berjiwa sosial tinggi, serta sangat takzim kepada para Ulama dan Kiyai.

Dibalik kiprah kepemimpinannya di tingkat desa hingga Madura Raya, Bun Wid menyimpan sisi kemanusiaan dan keagamaan yang sangat kental. Perjalanannya dalam mengabdi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik desa, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah dan menjaga keberlangsungan syiar Islam di pesantren.

Bapak Sosial: Rutin Santuni Yatim Hingga Bangunkan Rumah Dhuafa.

Bagi warga sekitar, Bun Wid sering kali dijuluki sebagai Bapak Sosial. Julukan ini lahir dari konsistensi dan kepedulian yang nyata kepada sesama yang membutuhkan uluran tangan.

Salah satu tradisi kebaikan yang konsisten beliau jaga adalah santunan di hari Jumat Legi. Pada hari tersebut, Bun Wid secara rutin menghimpun dan menyantuni ratusan anak yatim untuk berbagi kebahagiaan.

Baca Juga:
Bedah Kitab Jala'ul Afkar Bersama Prof. Alwi Shihab, Menyambung Sanad serta Meneguhkan Akhlak Pendidik

Kepeduliannya terhadap kaum dhuafa juga dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Jika melihat warga yang hidup dalam keterbatasan, Bun Wid tidak segan-segan memberikan bantuan finansial hingga membangunkan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal aman.

Perhatian Luar Biasa Terhadap Pesantren dan Takzim Kepada Kiyai.

Sebagai putra daerah Madura yang kental dengan tradisi keislaman, Bun Wid sangat memuliakan peran pondok pesantren dan para pengasuhnya. Bagi beliau, pesantren adalah benteng moral dan yayasan utama pembangunan karakter masyarakat Madura.

Oleh karena itu, Bun Wid menaruh perhatian besar terhadap kemajuan pesantren dan kesejahteraan para santri. Rasa hormat dan takzimnya kepada para Kiyai serta Ulama selalu ditampilkan dalam setiap kesempatan, baik dengan sowan meminta petunjuk maupun memberikan dukungan penuh pada setiap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang digerakkan oleh para ulama.

Baca Juga:
Moch Wijdan Dinobatkan sebagai Tokoh Pemersatu dan Penyeimbang Daerah di 9.9 Awarding Ketik.com

Tokoh Penyeimbang Daerah dan Pemersatu Madura Raya

Di tengah dinamika sosial dan politik lokal, kehadiran Bun Wid kerap menjadi peneduh dan pemicu kondusivitas. Kemampuannya dalam merangkul berbagai elemen masyarakat — mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemerintah — diakui sebagai Tokoh Penyeimbang Daerah dan Pemersatu.

Apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyatanya ini pun mendapat pengakuan luas. Bun Wid dianugerahi penghargaan dalam ajang 9.9 Awarding Ketik.com yang diselenggarakan oleh media Ketik.com sebagai bentuk penghormatan atas peran aktifnya menjaga keharmonisan dan kemajuan daerah.

Bagi masyarakat Madura Raya, sosok Bun Wid bukan sekadar seorang Kepala Desa atau Ketua Korwil PKDI, melainkan sosok pengayom, teladan kedermawanan, serta jembatan silaturahmi yang selalu menempatkan kepentingan rakyat dan penghormatan kepada ulama di atas segalanya. (*)