Mengenal Es Gabus, Jajanan Jadul yang Kembali Viral

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Aziz Mahrizal

2 Feb 2026 02:00

Headline

Thumbnail Mengenal Es Gabus, Jajanan Jadul yang Kembali Viral
Es gabus yang segar dan manis menjadi kegemaran anak-anak. (Foto: Cookpad)

KETIK, MALANG – Belakangan ini, es gabus mencuri perhatian dan viral di media sosial. Kemunculannya memicu rasa penasaran akan asal-usul jajanan masa kecil yang kini mulai langka tersebut. 

Meski sulit ditemukan, es gabus menyimpan memori mendalam bagi generasi 80-an dan 90-an.

Dinamakan "es gabus" karena teksturnya yang padat namun empuk menyerupai spons atau gabus. Saat digigit, es ini akan lumer perlahan, memberikan sensasi dingin dan manis yang khas di mulut.

Keunikan lain terletak pada tampilannya yang warna-warni (pelangi), secara visual sangat menarik perhatian anak-anak. Biasanya, es ini disajikan dengan tambahan siraman susu kental manis cokelat.

Baca Juga:
Dari Selatan Pasar hingga Kirim ke Luar Negeri, Begini Perjalanan Bakso Solo Kidul Pasar

Siapa sangka, kudapan sederhana ini diyakini sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Terpengaruh oleh budaya Tionghoa di Indonesia, es gabus kemudian beradaptasi menjadi jajanan rakyat. Puncak popularitasnya terjadi pada era 1980 hingga 1990-an, penjual es gabus dengan sepeda atau gerobak jamak ditemui di depan sekolah.

Mengingat keberadaan penjualnya yang kian langka, membuat sendiri di rumah menjadi solusi terbaik untuk mengobati rindu. Bahan-bahannya pun sangat sederhana dan mudah didapatkan di pasar tradisional maupun supermarket.

Bahan-bahan Utama:

  • Tepung hunkwe (bahan dasar utama)
  • Santan dan air
  • Gula pasir dan sedikit garam
  • Pewarna makanan (merah, kuning, hijau)
  • Susu kental manis

Langkah Pembuatan:

Baca Juga:
Riyayan di Kediaman Jemursari! Warga Datang Membludak, Gubernur Khofifah Borong Ribuan Porsi UMKM Kuliner Tradisional
  1. Campur dan Masak: Campurkan semua bahan dasar, lalu masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup-letup.
  2. Pewarnaan: Bagi adonan menjadi beberapa bagian untuk diberi warna berbeda.
  3. Layering: Tuang adonan ke dalam loyang secara bertahap (lapis demi lapis). Biarkan dingin di suhu ruang hingga memadat.
  4. Pembekuan: Setelah mengeras, potong adonan berbentuk lempengan, bungkus dengan plastik bening, lalu simpan di dalam freezer hingga membeku sempurna.

Cita rasa manis dan tampilannya yang colorful menjadikan es gabus tetap menjadi primadona, terutama saat dinikmati di tengah cuaca panas.(*)

Baca Sebelumnya

Gebrakan RW 11 Merjosari Malang, Klasik Bank Sampah Resmi Beroperasi, Langsung Hasilkan Cuan

Baca Selanjutnya

PKB Trenggalek Kembali Turun ke Dapil untuk Perkuat Struktur Kepengurusan

Tags:

Es gabus Spons Asal usul es gabus Kuliner cara membuat es gabus

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

Bimbim Kenang Konser Pertama di Malang Tahun 1990: Dibayar Rp5 Juta dan Menginap di Hotel Pelangi

19 April 2026 16:31

Bimbim Kenang Konser Pertama di Malang Tahun 1990: Dibayar Rp5 Juta dan Menginap di Hotel Pelangi

Nikmati Torre Del Gusto, Sensasi All You Can Eat Dinner Italia di Hotel Santika Premiere Malang

19 April 2026 13:08

Nikmati Torre Del Gusto, Sensasi All You Can Eat Dinner Italia di Hotel Santika Premiere Malang

[FOTO] Eksplor Spot Mewah di Aston Malang Hotel & Conference Center, Siap Manjakan Tamu dari Check-in hingga Check-out

18 April 2026 21:54

[FOTO] Eksplor Spot Mewah di Aston Malang Hotel & Conference Center, Siap Manjakan Tamu dari Check-in hingga Check-out

Aston Malang Hotel & Conference Center Resmi Hadir di Malang, Tawarkan Pengalaman Menginap Modern dan Kuliner Khas

18 April 2026 21:33

Aston Malang Hotel & Conference Center Resmi Hadir di Malang, Tawarkan Pengalaman Menginap Modern dan Kuliner Khas

Aston Malang Hotel & Conference Center Gelar Media Gathering dan Hotel Tour, Kenalkan Fasilitas Unggulan ke Warga Malang

18 April 2026 21:20

Aston Malang Hotel & Conference Center Gelar Media Gathering dan Hotel Tour, Kenalkan Fasilitas Unggulan ke Warga Malang

Kepala PSGA UIN Malang Soroti Normalisasi Pelecehan Seksual di Kampus, Ini Bahayanya

18 April 2026 12:48

Kepala PSGA UIN Malang Soroti Normalisasi Pelecehan Seksual di Kampus, Ini Bahayanya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda