Mengalir ke Mana Uang Tiket Kampung Kayutangan Heritage? Ini Penjelasannya

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Aziz Mahrizal

14 Jan 2026 16:48

Headline

Thumbnail Mengalir ke Mana Uang Tiket Kampung Kayutangan Heritage? Ini Penjelasannya
Post card informatif sebagai tanda sudah membayar tiket masuk Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Penerapan tiket masuk di kawasan Kampung Kayutangan Heritage kerap menimbulkan pertanyaan dari wisatawan, khususnya terkait alasan diberlakukannya tarif masuk ke kawasan permukiman. Tiket tersebut ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Ketua Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menjelaskan bahwa penerapan tiket masuk memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Seluruh hasil penjualan tiket dikelola dan dikembalikan kepada warga melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan.

“Manfaatnya bisa dilihat secara nyata. Setiap enam bulan atau per semester, hasil kontribusi dari tiket lingkungan kami sebar kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Mila menyebutkan dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan kewilayahan dan sosial. Salah satu bentuk nyata yang telah direalisasikan adalah penyaluran bantuan kebutuhan pokok kepada warga di kawasan Kampung Kayutangan Heritage.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

“Terakhir, kami membagikan beras lima kilogram dan satu liter minyak goreng kepada sekitar 900 warga yang tersebar di empat RW. Ini merupakan dampak positif dari adanya wisata di Kampung Kayutangan,” jelasnya.

Selain bantuan kebutuhan pokok, perputaran ekonomi dari sektor wisata juga memberikan keringanan beban warga. Tercatat sebanyak 906 kepala keluarga kini tidak lagi dibebani iuran sampah dan berhak memperoleh santunan sosial kematian.

“Masyarakat ikut merasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya dari bantuan, tetapi juga dari pengurangan beban pengeluaran rutin,” kata Mila.

Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut mendorong warga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan sebagai pelaku dalam pengembangan Kampung Kayutangan Heritage.

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

“Perputaran uang ini membuat warga ikut bermain dan terlibat langsung, bukan sekadar melihat perkembangan wisata di kampungnya,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mila menegaskan bahwa pengelolaan tiket masuk dan aktivitas ekonomi di dalam kawasan membuat Kampung Kayutangan Heritage mampu berdiri secara mandiri tanpa bergantung penuh pada bantuan eksternal.

“Dari tiket masuk dan perputaran uang di dalam kampung, kami bisa memberikan beasiswa kepada sekitar 40 anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Selain beasiswa, dana tersebut juga dialokasikan untuk pemberian insentif kepada kelompok rentan dan unsur pendukung keamanan serta sosial di lingkungan kampung.

“Kami juga menyalurkan insentif bagi lansia, Linmas, serta tempat-tempat ibadah yang berada di kawasan Kampung Kayutangan Heritage,” pungkas Mila. (*)

Baca Sebelumnya

Tatap 2027, Kades Bendilwungu Tulungagung Tekankan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan dan Digitalisasi

Baca Selanjutnya

Senator Papua Barat Daya: Stop Sawit! Papua Butuh Sekolah dan RS, Bukan Markas Tentara

Tags:

Kayutangan Heritage kampung kayutangan Kota Malang Tiket Masuk Kayutangan Heritage kayutangan heritage malang kayutangan malang

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

15 April 2026 12:18

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

14 April 2026 18:10

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

14 April 2026 16:11

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

14 April 2026 15:18

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

14 April 2026 15:14

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar