Meminimalisir Cyber Bullying, UNICEF Libatkan Pemuda Ciptakan Ruang Digital Aman 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

15 Mar 2023 08:15

Headline

Thumbnail Meminimalisir Cyber Bullying, UNICEF Libatkan Pemuda Ciptakan Ruang Digital Aman 
Kepala Kantor UNICEF untuk Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara. (Foto: Tangkapan layar Zoom)

KETIK, SURABAYA – United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur menggelar Webinar Kepemudaan 2023 bertajuk 'Satukan Langkah Pemuda Ciptakan Ruang Digital Aman' pada Rabu, (15/3/2023).

Webinar ini melihat sebagai negara pengguna Internet terbanyak nomor 4 di dunia, Indonesia memiliki 204,7 juta pengguna internet.

Internet mempunyai sisi positif dan negatif. Beberapa dampak negatif internet yang harus ditekan misalnya penanggulangan berita hoax yang sering membuat perpecahan di masyarakat.

Tidak hanya itu, adanya cyber bullying cukup berbahaya untuk anak-anak yang menggunakan internet.

Baca Juga:
Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

Diungkapkan Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara, peran pemuda sangat penting untuk mencegah anak-anak terhindar dari cyber bullying di dunia internet. 

"Pesan pertama, saya meminta karena di sini Dinas Kepemudaan dan pesertanya pemuda-pemuda hebat di Jawa Timur untuk menjaga anak-anak Indonesia, Jawa Timur kita jaga bareng untuk setiap anak internetnya aman," ujarnya.

Fakta menunjukkan, anak-anak Indonesia usia 12 sampai 17 tahun 95 persen mengakses internet. Itu hampir seluruh anak-anak yang berada di SD sampai SMA. Mereka mengakses internet minimal dua kali dalam sehari.

"Menurut survei UNICEF dan Kementerian Anak, 22 persen anak-anak menemukan konten seksual tidak sengaja, mereka search materi-materi pendidikan malah menemukan konten seksual secara tidak terduga," ucap Arie.

Baca Juga:
Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Arie menyebut sebagian kecil sejumlah 9 persen anak-anak yang mencari konten negatif di internet dan sekitar 500 ribu anak Indonesia pernah mengalami eksploitasi seksual atau dibully di internet atau disebut cyber bullying. 

"Setengah juta itu tidak sedikit ya, hampir populasi remaja dan anak di Surabaya itu hampir semuanya mengalami kekerasan seksual atau cyber bullying tapi hanya 29 persen itu yang benar-benar melaporkan mereka sudah pernah mengalami kekerasan seksual," ujar Arie Rukmantara. 

Foto Data dari Unicef. (Foto: Tangkapan Layar Zoom)Data dari Unicef. (Foto: Tangkapan Layar Zoom)

UNICEF meminta bantuan kepada pemuda-pemuda Indonesia dan setengah juta anak-anak Indonesia agar tidak berada di lingkungan tidak aman terutama di online.

"Kami meminta kepada para pemuda definisinya 19 sampai 24 di PBB paling tidak setengah juta anak Indonesia dari serangan-serangan yang berbahaya dari dunia internet," papar Arie. 

Arie Rukmantara mengungkapkan cara agar anak-anak terlindungi di internet. Pertama dilindungi bersama hal itu disebut community parenting, ini adalah perlindungan bersama-sama dalam satu lingkungan masyarakat. 

"Selain menciptakan kepada para pemuda yang ada disini, kita ciptakan cara melindungi siskamling tadi anak-anak kita di dunia internet caranya misalnya menguasai dunia internet tentunya," tutur Kepala Kantor UNICEF untuk Wilayah Jawa itu.

Kedua adalah menciptakan aplikasi yang aman untuk anak-anak, dan yang ketiga adalah membiasakan mengedukasi anak-anak tentang dunia internet yang aman. 

Menurut Arie, menguasai internet adalah sangat penting bagi pemuda karena anak-anak muda mengambil peran penting untuk masa depan bangsa, selain menguasai internet juga memastikan mempunyai aplikasi atau teknologi yang bisa mencegah kekerasan atau cyber bullying pada anak-anak. 

"Anak-anak muda Jawa Timur harus memimpin Indonesia, dan Indonesia minimal harus jadi pemain keempat terbesar di dunia," jelasnya. 

"Maka Indonesia harus punya tempat di dunia yang spesifik minimal tadi menjadi kakak keempat terbesar di dunia berhasil mengamankan anak-anak di dunia internet dengan aplikasi atau teknologi yang ditemukan oleh anak-anak Jawa Timur, anak-anak Indonesia," tambah Arie. 

Jika Indonesia berhasil menjadi kakak terbesar keempat untuk pengamanan anak-anak terhadap cyber bullying, dunia akan mencontek Indonesia mengenai perlindungan anak di dunia maya. (*)

Baca Sebelumnya

Hampir Delapan Tahun Jabat Dirjen Dukcapil, Zudan Digeser ke BNPP

Baca Selanjutnya

Rektor Unusa Ingatkan 201 Wisudawan PPG Tepati Sumpah Profesi

Tags:

UNICEF cyber Bullying Tubagus Arie Rukmantara internet Pemuda

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar