Masih Berkeliaran Bebas, Ustaz Terduga Pelaku Pelemparan Siswa MTs hingga Tewas Belum Ditahan Polisi

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

27 Sep 2024 16:46

Thumbnail Masih Berkeliaran Bebas, Ustaz Terduga Pelaku Pelemparan Siswa MTs hingga Tewas Belum Ditahan Polisi
Iptu Samsul, Kasi Humas Polres Blitar Kota, Jumat, 27 September 2024 (Foto: Favan/Ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Terduga pelaku pelemparan kayu berpaku yang menyebabkan tewasnya seorang siswa MTs Plus Al Mahmud Blitar, hingga saat ini belum ditahan. Meskipun alat bukti dinyatakan lengkap, polisi masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, dalam keterangannya, menyebut bahwa pihak kepolisian belum melakukan penahanan terhadap pelaku, yang diduga seorang ustaz di MTs tersebut. 

"Belum ditahan, masih menunggu keterangan dari pihak keluarga. Kalau bukti sudah cukup saya kira. Pemilik pondok dan terduga pelaku juga sudah diperiksa," kata Iptu Samsul Anwar saat ditemui di kantornya, Jumat, 27 September 2024.

Menurut Samsul, saat ini kasus tersebut telah masuk ke tahap penyelidikan. Namun, pihak kepolisian masih menantikan kedatangan keluarga korban untuk memberikan keterangan yang diperlukan guna melanjutkan proses hukum.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

"Kondisinya korban hanya tinggal bersama neneknya. Orang tuanya semua di luar negeri," imbuh Samsul.

Tragedi ini terjadi hampir dua minggu lalu, menurut keterangan perangkat desa setempat, korban, seorang siswa kelas 2 MTs berinisial K, meninggal dunia setelah diduga dilempar kayu berpaku oleh Ustaz tenaga pengajar berinisial U.

Terduga pelaku U yang merupakan warga Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik yayasan tempat korban bersekolah.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Srengat pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, namun baru dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri pukul 14.00 WIB.

Baca Juga:
Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

Beberapa guru pondok yang ikut mengantar korban menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan di RSUD Srengat yang dinilai lambat.

“Maksud saya, ini kan masalah nyawa. Korban dibawa ke RSUD Srengat sekitar jam 07.00 WIB. Namun baru ditangani jam 14.00 WIB,” ujar seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Srengat, dr. Mochammad Baehaki, membenarkan bahwa korban masuk rumah sakit pada pukul 07.00 WIB dan baru dirujuk pukul 14.00 WIB.

Namun, pihaknya menyatakan telah melakukan upaya penanganan sesuai dengan prosedur kegawatdaruratan.

"Korban masuk sekitar pukul 07.00 WIB, lalu dirujuk pukul 14.00 WIB. Teman-teman sudah melaksanakan tugasnya, mengupayakan penanganan gawat darurat dan stabilisasi untuk layak rujuk," kata Baehaki.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, dan masyarakat terus menantikan perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.(*)

Baca Sebelumnya

Berdayakan Guru Honorer Melalui Ekonomi Kreatif, ITS dan Dinas Pendidikan Jatim Jalin Kerja Sama

Baca Selanjutnya

Produksi Daging Ternak Babi Capai 2.000 Ton di Surabaya, Ini Penjelasan BPS Jatim

Tags:

Polres Blitar Kota Blitar Kabupaten Blitar Kota Blitar polres ustaz Siswa MTS meninggal Terduka Pelaku Berkeliaran

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar