KETIK, LUMAJANG – Mantan Kapolres Lumajang Kombes M. Arsal Sahban yang dikenal berani memberantas kejahatan selama menjabat sebagai Kapolres Lumajang terus mengukir prestasi ditingkat nasional.
Kali ini bersama 3 perwira lainnya masuk nominasi sebagai penerima penghargaan bergengsi di bidang kepolisian Hoegeng Award 2026.
Kombes Arsal Sahban dinilai sebagai sosol polisi yang memiliki integritas, dedikasi dan keteladanan.
Hoegeng Awards merupakan penghargaan untuk anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya.
"Ya benar mas, sekarang masih menjalani uji publik apakah saya benar-benar layak untuk mendapatkan penghargaan itu," kata Kombes Arsal Sahban, melalui sambungan ponselnya, malam ini Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga:
Kabur ke Rumah Istri di Jombang, Maling Motor di Lumajang Akhirnya TertangkapSaat ini, Kombes M. Arsal Sahban menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Mabes Polri.
Selama bertugas sebagai Kapolres Lumajang M. Arsal Sahban menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memberantas kejahatan dengan membentuk Tim Cobra.
Dimasanya, pengejaran motor bodong dilakukan sampai ke pelosok desa dan rumah-rumah warga. Dengan cara ini M. Arsal Sahban berharap pasar dari motor curian dapat ditekan, sehingga curanmor dapat berkurang.
"Kalau pasarnya kita tutup, kita yakini pelaku curanmor, termasuk begal motor akan berkurang dengan sendirinya. Ini kita lakukan sebagai sebuah strategi menciptakan keamanan di Lumajang, disamping penegakan hukum dengan sangsi tegas," kata M. Arsal Sahban, waktu itu.
Baca Juga:
Kabur Ke Rumah Istrinya, Pelaku Curanmor Lumajang Dibekuk di JombangM. Arsal Sahban yang bertugas di Lumajang dari November 2018 sampai Desember 2019, sempat membongkar kasus besar Qnet hingga menjemput salah seorang petinggi Qnet di Kediri Jawa Timur.
Kasus ini menjadi kasus nasional kala itu, karena banyak orang yang mengaku sebagai korban investasi dari perusahaan itu. Tak tanggung-tanggung 12 orang direksi dari PT. QNII dan Amoeba Internasional ditetapkan sebagai tersangka.
Waktu kantor dua perusahaan itu digeledah oleh Satreskrim Polres Lumajang di Kediri.
Atas semua langkah ini, sampai saat ini warga Lumajang sangat merindukan sosok Kapolres seperti M. Arsal Sahban.
Bahkan ditengah gempuran begal yang melanda Lumajang sepekan terakhir, wajah M. Arsal Sahban kembali menghiasi berada medsos Lumajang sebagai bentuk harapan warga Lumajang dengan sosok Kapolres yang dirindukan warga Lumajang.
Menurut warga Lumajang, Langkah cepatnya mengatasi kriminalitas di Lumajang seperti belum tergantikan.
Salah satu contohnya ketika ada warga yang kehilangan sapi, tak menunggu siang hari, pagi-pagi hari anggota Satreskrim Polres Lumajang mencari hingga ke kebun tebu sekitar kejadian, bahkan membawa drone. Dan operasi itu dipimpin sendiri oleh M. Arsal Sahban.
Selain M. Arsal Sahban juga ada dua perwira lainnya yang masuk nominasi peraih Hoegeng Award 2026, yakni
AKBP Norul Huda dan AKBP Yimmy Kurniawan.
"Kami warga Lumajang sangat yakin Pak Arsal pasti dapat penghargaan ini," kata Herman, warga Lumajang.