KETIK, MALANG – MAN 2 Kota Malang kembali menunjukkan taring tajamnya sebagai madrasah unggulan di Jawa Timur. Prestasi ganda berupa unggul dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 10 tahun berturut-turut dan menjadi acuan tata kelola madrasah di tingkat nasional telah dalam genggaman. 

Bahkan MAN 2 Kota Malang mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi'i berkat prestasi di OSN. Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menjelaskan prestasi yang diraih menjadi wujud kolaborasi seluruh warga madrasah. 

“Prestasi juara umum OSN berturut-turut yang diraih murid MAN 2 Kota Malang merupakan hasil kerja keras murid, guru pembimbing, serta dukungan komite dan GTK warga madrasah," ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026. 

Ia menjelaskan, Wamenag mengapresiasi MAN 2 Kota Malang sebab mampu membuktikan bahwa siswa madrasah dapat unggul di ilmu pengetahuan dan juga agama. Siswa madrasah dinilai harus unggul dan bersaing di tingkat nasional. 

"Apresiasi dari Wakil Menteri Agama RI menjadi energi baru bagi kami untuk terus menjaga budaya berprestasi di lingkungan madrasah. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi peserta didik untuk terus berkarya dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Baca Juga:
Festival Mbois 11 Malang Menyala Kembali Digelar, Targetkan Rp50 Miliar Perputaran Ekonomi

Tak hanya itu, MAN 2 Kota Malang juga mendapat apresiasi dari Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI. Sekolah yang ada di Jalan Bandung itu menjadi salah satu percontohan nasional dalam penguatan tata kelola komite madrasah. 

MAN 2 Kota Malang turut serta dalam Koordinasi Teknis Penguatan Peran dan Tata Kelola Komite Madrasah yang diselenggarakan di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta. Komite madrasah berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Dalam forum tersebut, Ketua Komite MAN 2 Kota Malang Agus Maimun menjelaskan tentang praktik baik tata kelola komite madrasah. AD/ART, tata kelola organisasi yang jelas, serta sinergi dengan manajemen madrasah melalui Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) menjadi kunci bagi komite yang profesional dan akuntabel.

"Komite MAN 2 Kota Malang tidak hanya memberikan dukungan terhadap program madrasah, tetapi juga mengelola keuangan komite secara profesional, transparan, dan akuntabel," lanjut Samsudin. 

Baca Juga:
PHRI: Okupansi Hotel Kota Malang Tertinggi di Jatim Saat Libur Sekolah, Capai 90 Persen

Pengalaman membangun sistem organisasi dan pengelolaan keuangan komite yang profesional dari MAN 2 Kota Malang diharapkan mampu menjadi percontohan tata kelola komite madrasah secara nasional. 

"Seluruh pengelolaan anggaran selalu disinergikan dengan manajemen madrasah melalui RKAM sehingga setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya. (*)