Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pencegah Disabilitas Bagi Penderita Epilepsi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

28 Sep 2023 08:54

Thumbnail Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pencegah Disabilitas Bagi Penderita Epilepsi
Uji coba alat DERING karya mahasiswa UB. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Lima mahasiswa dari Teknik Elektro dan Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) menciptakan terobosan baru bagi penderita epilepsi. Alat bernama DERING (Detection and Monitoring Epileptic Seizures), berbasis Artificial Intelligence (AI) digadang mampu deteksi gelombang otak.

DERING mampu mencegah penderita epilepsi mengalami disabilitas. Epilepsi sendiri merupakan penyakit gangguan aktivitas listrik otak dan dapat berujung pada kecacatan bahkan kematian. 

Alat ciptaan mahasiswa UB tersebut dapat memantau langsung kondisi pasien jika mengalami serangan kejang. DERING dirangkai dalam bentuk smart headband dan mudah digunakan untuk mencegah kecacatan pada pasien epilepsi.

Ketua Tim Ilham Fathurrahman Hamzah menjelaskan, DERING mengintegrasikan kecerdasan buatan dan mengolah gelombang otak, detak jantung, dan kemiringan tubuh untuk mendeteksi kejang. Pemantauan dapat dilakukan melalui smartphone sehingga memudahkan keluarga penderita.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

"Keunggulan DERING antara lain desain yang nyaman, kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi aktivitas gelombang otak yang abnormal, fitur layanan darurat, dan konsultasi dengan dokter," terang Ilham.

"DERING diciptakan untuk disability limitation atau mencegah kejadian buruk seperti kematian akibat epilepsi. Karena penderita epilepsi dapat mengalami kejang kapan saja dan di mana saja,” sambungnya.

Alat itu memanfaatkan sensor EEG dan Accelerometer Gyroscope, sehingga mampu menangkap gelombang otak seperti sinyal delta, theta, alpha, beta, gamma, denyut nadi, dan koordinat posisi. Jika terjadi kejang pada penderita, alarm akan secara otomatis berbunyi sehingga orang di sekitar dapat langsung membantu.

Sementara itu, guna memaksimalkan kerja DERING, tim diberikan bimbingan langsung oleh dosen yang ahli dalam bidangnya. Mereka ialah Dosen Teknik Elektro, Ir. Nurussa’adah, M.T., dan Dosen Kedokteran dr. Shahdevi Nandar Kurniawan, Sp. S (K). 

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

“Dering EEG diharapkan mampu menjadi solusi bagi pasien epilepsi untuk beraktifitas normal dengan meminimalisir kekhawatiran keluarga dan kerabat karena bisa melakukan monitoring kondisi dan lokasi secara real time,” ujar Nurusa'adah.

DERING juga dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau. Inivasi tersebut telah mendapatkan bantuan pendanaan dari Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karya Cipta dan akan berjuang untuk mengikuti seleksi PIMNAS XXXVI mendatang.

Adapun anggota tim terdiri dari Ilham Fathurrahman Hamzah (FT’21), Lukman Hidayat (FT’21), Steffany Dilent (FT’21), Nidya Sekarsari Setyabudi (FK’21), dan Nasim Amar.(*)

Baca Sebelumnya

Hadapi Dampak El Nino dan Banjir, Jasa Tirta 1 Bersama Pemprov Jatim Siapkan Program Mitigasi

Baca Selanjutnya

Semarak Peringati Maulid Nabi Muhammad, Warga Desa Bambe Gresik Gelar Pawai

Tags:

DERING Universitas Brawijaya Inovasi mahasiswa

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar