KETIK, DEPOK – Pengelolaan limbah organik berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) terus berkembang sebagai solusi inovatif dalam mendukung sektor agrikultur yang berkelanjutan. Salah satu pengembangan teknologi tersebut dilakukan di Klaster LoCa (Low Carbon) Feed yang berada di lingkungan Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH), Depok. pada Rabu, 3 Juni 2026.
Melalui program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Universitas Brawijaya berkesempatan mempelajari secara langsung proses biokonversi limbah organik menggunakan maggot BSF. Tiga mahasiswa semester enam, yakni Aulia Satya Prameswari, Amelia Putri Rahmadani, dan Vidiasafaati, terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selama magang, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor perikanan, peternakan, dan pertanian. Produk-produk yang dihasilkan menjadi bukti penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat dan ramah lingkungan.
Peneliti LoCa Feed, Dr. Melta Rihi Fahmi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa riset dasar biokonversi limbah organik telah dimulai sejak 2004. Pengembangan penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan kemudian mengantarkan LoCa Feed menjadi Maggot Innovation Center (MIC), yakni pusat riset, inovasi, dan kolaborasi dalam pengembangan teknologi biokonversi berbasis maggot BSF.
“MIC diharapkan dapat memperkuat pengembangan teknologi pengelolaan limbah organik sekaligus menghasilkan berbagai produk yang mendukung sektor perikanan, peternakan, dan pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga:
Mahasiswa MBKM UB Kediri Dukung Pengendalian OPT Ramah Lingkungan Melalui Perbanyakan APHSelain mempelajari teknologi pengolahan limbah, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai peran penting maggot BSF sebagai agen biokonversi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Salah satu temuan menarik selama kegiatan berlangsung adalah kemampuan maggot BSF dalam mengurai ikan sapu-sapu, bahkan ketika ikan tersebut masih dalam kondisi hidup.
Kemampuan tersebut menunjukkan efektivitas maggot BSF dalam memanfaatkan bahan organik sebagai sumber nutrisi sehingga berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan berbagai jenis limbah organik.
Tim teknisi LoCa Feed menjelaskan, keberhasilan sistem biokonversi yang diterapkan tidak lepas dari kolaborasi dengan masyarakat sekitar. LoCa Feed bekerja sama dengan warga RT 01 dan RT 02 dalam pengumpulan Limbah Ibu Rumah Tangga (LIRT) yang digunakan sebagai bahan baku biokonversi.
Tak hanya itu, LoCa Feed juga menjalin kemitraan dengan empat hotel yang secara rutin menyalurkan limbah organiknya untuk diolah menggunakan maggot BSF. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam upaya pengurangan limbah serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Baca Juga:
DKPP Jombang Gelar Bimtek Olahan Ikan, Mahasiswa MBKM UB Turut Ambil PeranMelalui pengembangan teknologi biokonversi, kegiatan riset, dan kemitraan dengan berbagai pihak, LoCa Feed terus menunjukkan kontribusinya dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemanfaatan maggot BSF dinilai tidak hanya mampu mengurangi permasalahan limbah organik, tetapi juga menghasilkan berbagai produk yang mendukung produktivitas sektor agrikultur sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.