KETIK, KEDIRI – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri melalui Bidang Hortikultura menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petani Milenial Seri 2: Mengenal Smart Farming dan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di UPTD Benih Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 40 petani milenial dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri, Selasa, 9 Juni 2026.

Keberadaan petani milenial menjadi salah satu fokus pengembangan sektor pertanian karena generasi muda dinilai memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persepsi bahwa pertanian kurang menjanjikan hingga terbatasnya pemahaman mengenai teknologi pertanian modern. 

Oleh karena itu, kegiatan bimtek diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas generasi muda di sektor pertanian sekaligus mendorong penerapan inovasi budidaya yang modern dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi petani di Kabupaten Kediri melalui pengenalan teknologi pertanian dan metode budidaya berkelanjutan. 

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Bimtek Petani Milenial Seri 1 yang telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dengan tema “Penggunaan Varietas Unggul dalam Budidaya Tanaman Buah-Buahan di Kabupaten Kediri”. Melalui rangkaian bimtek yang diselenggarakan secara berkelanjutan, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai budidaya hortikultura modern.

Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang sedang menjalankan program Magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, khususnya Bidang Hortikultura. Mahasiswa terlibat dalam persiapan kegiatan, registrasi peserta, pendampingan praktik lapang, dokumentasi, hingga evaluasi kegiatan. 

Baca Juga:
Mahasiswa MBKM PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Berkontribusi pada Gerakan Pangan Murah di Ponorogo

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari implementasi MBKM yang memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai pemberdayaan petani dan pelaksanaan program pembangunan pertanian daerah. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. 

Melalui interaksi langsung dengan petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian, mahasiswa dapat memahami berbagai permasalahan yang dihadapi petani sekaligus melihat penerapan program pemerintah di tingkat lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, baik dari aspek teknis pertanian maupun kemampuan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pemasangan Yellow Trap oleh Peserta di Greenhouse Melon Hidroponik (Dokumentasi: Edgar Ariyana/Mahasiswi UB Kediri)

Materi pertama mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) disampaikan oleh Syamsul Hidayah, S.P., Sub Koordinator Budidaya, Pascapanen, dan Usahatani Tanaman Hortikultura. Peserta diperkenalkan pada penggunaan yellow trap sebagai metode pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia secara berlebihan.

Baca Juga:
Mahasiswa MBKM PSDKU UB Kediri Berikan Pengalaman Belajar Hidroponik Sejak Dini

Setelah sesi materi dan diskusi, peserta mengikuti praktik lapang di greenhouse UPTD Benih Kecamatan Pare dengan melakukan pembuatan dan pemasangan yellow trap pada tanaman melon hidroponik. Melalui praktik langsung, peserta dapat memahami cara pemasangan yang tepat serta kondisi yang sesuai untuk penerapannya di lahan budidaya.

Selanjutnya, materi Smart Farming disampaikan oleh Vinorita, S.P., Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura. Materi tersebut membahas prinsip Smart Farming, manfaat penerapan teknologi dalam meningkatkan efisiensi usaha tani, tantangan implementasi, serta peluang penerapannya bagi petani milenial. 

Dalam pemaparannya, Vinorita juga menjelaskan bahwa penerapan Smart Farming tidak selalu identik dengan penggunaan teknologi yang mahal. Pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan petani dapat menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih modern dan efisien. 

Menurut Vinorita, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. “Tujuan adanya kegiatan bimtek ini adalah untuk mengajak generasi muda berbudidaya tanaman dengan menerapkan inovasi dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dibahas dalam sesi diskusi sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan yang dihadapi peserta. Salah satu peserta, Zainudin Wahidiyah (37) dari Kecamatan Banyakan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. 

“Terima kasih kepada Mbak Vino, Pak Syamsul, Mbak Edgar, dan seluruh tim panitia penyelenggara. Semoga ilmu yang disampaikan tadi bisa bermanfaat dan memberikan keberkahan untuk karir kita masing-masing. Ternyata ilmu itu semakin dipelajari, semakin kita merasa banyak yang belum tahu,” tuturnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Mochammad Arif Rahman Hakim (23) dari Kecamatan Banyakan. “Saya ucapkan terimakasih kepada bapak ibu panitia, serta kakak-kakak dari Universitas Brawijaya atas materi yang disampaikan tadi. Besar harapan ilmu yang tadi disampaikan dapat bermanfaat bagi semua kalangan terutama pada anak-anak muda penerus bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Muhamad Bahkrul Munir (30) dari Kecamatan Plemahan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. “Terima kasih kepada tim panitia penyelenggara bimtek ini. Sangat senang dengan kegiatan yang diadakan, bisa menambah ilmu, wawasan, pengetahuan serta pengalaman. Berharap ketika ada kegiatan bimtek berikutnya bisa ikut lagi,” katanya.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan Smart Farming serta mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan Bimtek Petani Milenial ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pelatihan dan pembelajaran berbasis praktik, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pengurangan ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia secara berlebihan.

Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, petani milenial, dan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri melalui program MBKM diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi petani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing, serta berkomitmen pada praktik pertanian yang berkelanjutan.