Lima Lokasi di Surabaya Segera Dijadikan Kawasan Heritage

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

16 Okt 2023 13:12

Thumbnail Lima Lokasi di Surabaya Segera Dijadikan Kawasan Heritage
Kya-Kya Kembang Jepun Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Lima lokasi di Kota Surabaya segera dijadikan kawasan Heritage. Hal ini merupakan duplikat Jalan Tunjungan yang sudah ditetapkan sebagai heritage.  

Lokasi tengah kota yang jadi duplikat Jalan Tunjungan Heritage tersebut adalah kawasan kota lama Surabaya, Kampung Pecinan/ Arab, Kampung Surabayan, Keputran dan Darmo.

Di lima kasawasan ini diharapkan akan membawa dampak perekonomian masyarakat. Kawasan heritage tersebut termasuk rumah Bodrie peninggalan Belanda.  

Di kampung Pecinan Surabaya Utara misalnya masih banyak bangunan kuno berarsitektur Tionghoa. Hal yang sama juga terlihat di kampung Arab di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Bangunan kuno di kawasan perkampungan Arab ini masih mempunyai ciri khas. Misalnya sebelum masuk ke dalam rumah ada tirai yang terbuat dari bambu.  

Apabila lima kawasan heritage baru tersebut berjalan diharapkan bisa membawa dampak perekonomian warga setempat. Sebagai contoh, paguyuban UMKM bidang usaha kuliner di sekitar kasawan Jalan Tunjungan sudah nampak bergeliat.

Hal ini diakui oleh ketua Paguyuban UMKM- SWK Genteng Bazar Asnaria. Dia menyebut, sejak Jalan Tunjungan Heritage dihidupkan lagi usaha kuliner dari UMKM perkembangannya yang bagus dan omzet pelaku UMKM naik. 

Asnaria berharap Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya kawasan Tunjungan Heritage yang dihidupkan. Setidaknya kawasan heritage tersebut bisa bergeser di kawasan lain. 

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Kawasan khusus heritage yang dikembangkan pemkot memang punya kateristik berdeda. Selain koridor Jalan Tunjungan, masih ada beberapa perkampungan yang terjaga keasliannya. Misalnya kampung Peneleh, Kraton, Kebangsren dan Pandean. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam suatu acara mengatakan pengembangan kawasan heritage tidak bisa bergerak sendiri. Salah satu cara untuk berkembang diperlukan partisipasi masyarakat.

Misalnya di Jalan Tunjungan dibuat seperti di kasawan Eropa , Kya-Kya Jalan Kembang Jepun dibuat mirip di Tiongkok. Pada malam hari dipasang lampu yang identik di negeri asalnya. 

Sementara itu, Freddy H Istano, Founder Surabaya Heritage Society menyambut baik rencana Pemkot Surabaya mengembangkan lima kawasan heritage. 

Menurut dosen Universitas Ciputra ini, keberhasilan Tunjungan tidak serta merta bisa di copy-paste di daerah lain. Apalagi situasi dan kondisinya sangat jauh berbeda. Diakuinya daerah utara kaya peninggalan sejarah sepeti jalan Tunjungan.

“Tapi kawasan utara perkembangannya untuk bisnis saja” katanya. 

Dia melihat kawasan perkotaan utara ditinggalkan karena sebagian warga memilih bermukim di wilayah Timur, Barat dan Selatan. 

Secara psikologis dari tahun ke tahun, kawasan utara mati pada malam hari. Sebagai contoh Pasar Atum yang jadi magnet bisnis hanya beraktivitas sampai pukul 18.00 WIB.

Menurut Freddy, sulit wilayah utara membuat crowded karena sikon dan keunikan tidak signifikan untuk dikunjungi. “Magnet-magnet utama kota terlalu kuat di tiga kawasan yang kemudian menenggelamkan daerah utara”, katanya. (*)

Baca Sebelumnya

Putri Rahel Twenty Gadis Papua Mewakili Indonesia di Ajang Bangkok Fashion Week

Baca Selanjutnya

Tuntut Berhentikan Modin Pojok Magetan atau Warga Ambil Jalur Hukum, Massa Kembali Demo

Tags:

Kya Kya kembang jepun surabaya Heritage pemkot

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar