KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat menyelimuti Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Senin, 4 Mei 2026 malam. 

Puluhan warga tampak berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan yakni di Balaidesa Banjarsari dengan membawa tumpeng sebagai simbol rasa syukur dalam rangka ritual doa bersama memperingati Bersih Desa Banjarsari.

Kegiatan ini merupakan agenda sakral tahunan yang rutin digelar oleh pemerintah desa setempat.

Kehadiran warga yang membawa berbagai jenis tumpeng menciptakan pemandangan gotong royong yang kental, sebagai bentuk pengharapan agar desa senantiasa dijauhkan dari marabahaya dan dilimpahi keberkahan.

Kehadiran Tokoh dan Sinergi Lintas Sektoral

Baca Juga:
Tradisi Bersih Desa Tugu Tulungagung Digelar Khidmat, Warga Doakan Keselamatan dan Keberkahan

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Banjarsari, Mohammad Kholil beserta jajaran perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Banjarsari, Lembaga Desa, Ketua RT, dan Ketua RW se-wilayah Banjarsari, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Banjarsari, Mohammad Kholil, menyampaikan bahwa tradisi Bersih Desa bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bentuk pelestarian budaya dan sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.

"Bersih Desa ini adalah agenda rutin setiap tahun. Selain sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa." ucap Kholil saat memberikan sambutan.

"Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi kita semua untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa membabat alas desa ini," ujarnya..

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Lantik Pj Sekda, Isi Kekosongan Jabatan Sejak 2025

Lebih lanjut ia juga berharap, dengan momentum ini Desa Banjarsari di jauhkan dari bala bencana, dan berharap supaya warga masyarakatnya di berikan kesehatan lahir bathin, dimudahkan dan dilimpahkan rejeki dalam menjalani perekonomian masyarakat desanya.

Khidmatnya Prosesi Doa dan Makan Bersama

Setelah sambutan usai, acara dilanjutkan dengan inti prosesi ritual, yakni doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh Ponpes Murottilil Qur'an Gus Ahsin Ashari 

Suasana berubah menjadi sunyi dan penuh kekhusyukan saat rangkaian doa dimulai yakni Kirim Doa, yang ditujukan khusus kepada para leluhur dan pendiri Desa Banjarsari, dilanjut dengan Istighosah yakni pembacaan surat Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh tokoh agama setempat dan terakhir doa keselamatan untuk seluruh warga desa.

Puncak acara ditutup dengan tradisi "Kembul Bujana" atau makan tumpeng bersama. Warga dan pejabat desa duduk bersila, menikmati hidangan tumpeng yang telah dibawa sebelumnya. 

Tradisi makan bersama ini melambangkan kesetaraan dan kerukunan, di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Dengan terlaksananya ritual Bersih Desa ini, diharapkan Desa Banjarsari tetap menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, aman, tentram, dan mandiri.(*)