Lebaran “Bersisian” Nyepi, Dosen UINSA: Rayakan, Tapi Tetap Hormati

Jurnalis: Ilma Nurlaila
Editor: Muhammad Faizin

19 Mar 2026 13:16

Thumbnail Lebaran “Bersisian” Nyepi, Dosen UINSA: Rayakan, Tapi Tetap Hormati
ilustrasi Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berdekatan. (Desain: Ilma Nurlaila/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Idulfitri dan Nyepi tahun ini jatuh berdekatan, bagi banyak orang ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan momen istimewa untuk menguji toleransi dalam beragama di tengah keberagaman. Lantas, bagaimana seharusnya umat islam menyikapi hari raya umat Hindu yanng hampir “bersisian” ini?

Muhammad Afdillah, dosen di Prodi Perbandingan Agama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya punya jawaban sederhana atas fenomena ini, dalam wawancara pada Senin, 23 Februari 2026 lalu.

Menurut Afdillah, fenomena hari raya yang berdekatan bukan hal yang baru. “Kalau ditelusuri, ini mirip tahun 1971, saat Idulfitri bareng Natal. Waktu itu muncul fatwa MUI soal larangan lebaran Bersama dalam konteks ibadah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa fatwa tersebut tidak melarang perayaan bersifat sosial. “Kalau sekadar silaturahmi, kumpul-kumpul di kantor atau rumah, itu nggak masalah. Yang dilarang itu kalau sampai mencampuradukkan ritual ibadah,” tambah alumnus Magister Studi Agama dan Lintas Budaya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini. 

Baca Juga:
Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi 2026, Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan

 

Foto Muhammad Afdillah dosen Perbandingan Agama Uinsa, dalam wawancara pada Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Syakira Rizki Thalita/ Ketik.com)Muhammad Afdillah dosen Perbandingan Agama Uinsa, dalam wawancara pada Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Syakira Rizki Thalita/ Ketik.com)

 

Dosen Perbandingan Agama Uinsa itu juga menjelaskan praktik toleransi di lapangan. Menurutnya, kunci toleransi terletak pada saling pengertian dan menghargai hari raya masing-masing umat beragama.

Baca Juga:
Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Ia mencontohkan situasi di Bali saat Nyepi, di sana, umat non-Hindu umumnya ikut menyesuaikan diri dengan tidak menyalakan lampu terang atau mengurangi aktivitas bising. Prinsip yang sama seharusnya berlaku sebaliknya di wilayah yang mayoritas Muslim dengan minoritas Hindu. Umat Islam tetap bisa merayakan Lebaran, namun dengan tetap memperhatikan kenyamanan tetangga yang sedang Nyepi.

Karena Indonesia terlalu luas untuk diseragamkan, Afdillah menyarankan pendekatan lokal sebagai solusi paling efektif. “Urusannya bisa dikontrol kepala desa, RT, atau RW. Misalnya di satu kampung ada warga Hindu, ketua RT bisa koordinasi ‘hari ini ada yang nyepi, mohon lebarannya jangan terlalu berisik ya,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan mikro seperti ini jauh lebih realistis daripada aturan satu kota yang kaku dan berpotensi kontraproduktif.

Hal ini sesuai dengan pengalaman pribadi alumni UGM tersebut. Ia tinggal di Sidoarjo, di kompleks yang mayoritas warganya Katolik dan Tionghoa. Bagi Afdillah, ini menjadi bukti hidup bahwa toleransi bisa dipraktikkan sehari-hari.

“Kalau Imlek, saya ucapin ‘Gong Xi Fa Cai’ kalau Natal ya saya ucapkan selamat, ya sesama tetangga aja,” ungkapnya santai. Baginya keberagaman bukan beban, melainkan kekayaan yang membentuk karakter agar terbiasa melihat perbedaan.

Afdillah juga mengingatkan bahwa toleransi dalam Islam punya landasan teologis yang kuat. Ia menyebut tiga prinsip Al-Qur’an, saling mengenal sesama umat beragama (QS. Al-Hujurat: 13), saling tolong-menolong sesama manusia dalam kebaikan (QS. Al-Maidah: 2), dan berdebat dengan cara terbaik (QS. An-Nahl: 125).

“Jadi, beda itu wajar. Yang penting cara kita menyikapinya yang harus baik. Toh Nyepi dan Lebaran tidak sama harinya. Maka dari itu, penting kita menyikapi dengan baik. Rayakan hari rayamu, hormati hari raya mereka,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Terungkap! Pria Tewas di Tebel Jombang Diduga Korban Tabrak Lari, Ada Bekas Ban di Kepala

Baca Selanjutnya

Mudik Gratis Sidoarjo Berangkat, Pemudik: Terima Kasih Pak Bupati Subandi

Tags:

2 hari raya lebaran Idulfitri nyepi Islam Hindu Toleransi toleransi 2 ibadah

Berita lainnya oleh Ilma Nurlaila

Merayakan 19 Tahun Dedikasi, Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar "The Symphony of Nineteen" dengan Penampilan Airlangga Orchestra

14 April 2026 11:53

Merayakan 19 Tahun Dedikasi, Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar "The Symphony of Nineteen" dengan Penampilan Airlangga Orchestra

Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

13 April 2026 12:53

Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Lebaran “Bersisian” Nyepi, Dosen UINSA: Rayakan, Tapi Tetap Hormati

19 Maret 2026 13:16

Lebaran “Bersisian” Nyepi, Dosen UINSA: Rayakan, Tapi Tetap Hormati

Siap-siap! MNCTV Rumahnya Dangdut Bawa Panggung Spektakuler ke Berbagai Kota Mulai April

17 Maret 2026 14:54

Siap-siap! MNCTV Rumahnya Dangdut Bawa Panggung Spektakuler ke Berbagai Kota Mulai April

Cegah Risiko Banjir, Kadishut Jatim Jumadi Pimpin Rehabilitasi Hutan

14 Maret 2026 18:05

Cegah Risiko Banjir, Kadishut Jatim Jumadi Pimpin Rehabilitasi Hutan

Nurkholis Usai Dilantik Kepala DLH Jatim Definitif! Siap Jawab Tantangan, Komitmen Perkuat Program Unggulan

12 Maret 2026 14:51

Nurkholis Usai Dilantik Kepala DLH Jatim Definitif! Siap Jawab Tantangan, Komitmen Perkuat Program Unggulan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda