KETIK, MALANG – Bupati Malang Sanusi melantik 7 Kades PAW (Pergantian Antar Waktu) di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jumat, (10/11/2023). Saat pelantikan ia meminta kades terpilih agar merangkul semua elemen masyarakat yang ada di desanya masing-masing.

"Semua diajak bicara. Jangan sampai nanti setelah dilantik, pamongnya dipecat semua. Ada yang seperti itu," ujar Bupati Malang Sanusi.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pesta demokrasi di tingkat desa telah usai. "Semua sudah berlalu. Tidak ada dulu yang memilih atau tidak memilih dibedakan. Semuanya sama," ucapnya.

Sanusi meminta kepala desa yang sudah dilantik langsung tancap gas. Terutama dalam mengembangkan potensi yang ada di desanya masing-masing. Seluruh potensi tersebut dapat didorong agar desa semakin maju dan berkembang menjadi lebih baik lagi.

"Menggali potensinya untuk dikembangkan dan segera membangun desa agar Malang Makmur segera tercapai," kata Sanusi.

Baca Juga:
Kurban Sapi Bareng PAC, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Umumkan Kantor Baru Senilai Rp3 Miliar Segera Diresmikan

Bupati Malang Sanusi menjelaskan mengenai penyebab 7 kepala desa yang mengalami PAW.

"Ada yang meninggal dan mengundurkan diri," sebutnya. Adapun 7 Kepala Desa yang dilantik melalui PAW meliputi Kades Purwosari Kecamatan Singosari, Kades Bantur Kecamatan Bantur.

Kemudian, Kades Tumpukrenteng Kecamatan Turen, Kades Palaan, Kades Maguan Kecamatan Ngajum, Kades Ngebruk Kecamatan Poncokusumo dan Kades Pucangsono Kecamatan Pakis.

Pada pelantikan itu juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Malang, Pj Sekda Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah dan pejabat maupun kepala OPD Pemkab Malang. (*)

Baca Juga:
Balekambang Tahes Zumba Beach Terbesar Hadirkan Sensasi Olahraga dengan Gemuruh Ombak