Kuota Dialihkan, 55 Ribu KPM Desil 1-4 Pacitan Bakal Kebagian Bansos

Editor: Al Ahmadi

18 Feb 2026 13:07

Thumbnail Kuota Dialihkan, 55 Ribu KPM Desil 1-4 Pacitan Bakal Kebagian Bansos
Potret keluarga penerima manfaat (KPM) usai menerima bantuan sosial dari pemerintah. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) berdampak pada perubahan peta penerima bantuan sosial (bansos) di tingkat nasional, termasuk di Kabupaten Pacitan.

Mulai Triwulan I Tahun 2026, tidak semua keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bansos akan tetap masuk dalam daftar. 

Pengetatan ini dilakukan seiring kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan penerima dari kategori Desil 1-4, yakni kelompok masyarakat paling rentan secara ekonomi.

Kebijakan ini disebut menjadi angin segar bagi puluhan ribu warga Pacitan yang selama ini belum tersentuh program bantuan sosial. 

Baca Juga:
Hanya 133 Peserta PBI JK di Pacitan yang Direaktivasi, Sisanya Harus Ajukan Usulan

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan, terdapat 55.139 warga kategori Desil 1-4 yang belum pernah menerima bansos.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Pacitan, Agung Mukti Wibowo, mengungkapkan jumlah tersebut tersebar di 12 kecamatan.

“Itu rekap Desil 1-4 yang belum mendapatkan bantuan sosial apapun,” kata Agung saat dikonfirmasi, baru-baru ini.

Angka itu tersebar di 12 kecamatan. Tulakan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, mencapai 10.999 orang. Disusul Bandar (5.298), Kebonagung (5.124), dan Sudimoro (4.817).

Baca Juga:
Bansos Diperketat Mulai 2026, Dinsos Pacitan Ingatkan KPM Tak Kaget: Kini Desil 1-4 Jadi Prioritas

Kecamatan lain juga mencatat ribuan warga belum menerima bantuan:

  • Tegalombo: 4.426 orang
  • Nawangan: 4.346 orang
  • Ngadirojo: 4.326 orang
  • Punung: 3.818 orang
  • Arjosari: 3.771 orang
  • Pacitan: 3.375 orang
  • Donorojo: 2.592 orang
  • Pringkuku: 2.247 orang

Agung menjelaskan, belum dapat tersalurkannya bantuan kepada ribuan warga kategori paling rentan tersebut selama ini disebabkan keterbatasan kuota dari pemerintah pusat.

“Karena kuota dari Kemensos terbatas,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah pusat akan memperketat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai 2026. 

Hanya masyarakat dalam Desil 1-4 yang akan diprioritaskan sebagai penerima manfaat.

Artinya, kuota yang sebelumnya mengalir ke Desil 5 akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan. 

Perubahan kebijakan ini diproyeksikan menjadi momentum pembenahan data dan distribusi bansos agar lebih tepat sasaran serta menyentuh warga yang benar-benar berada di lapisan ekonomi terbawah. (*)

Baca Sebelumnya

Segera Daftar! Unesa Perluas Pilihan Studi, 9 Prodi Baru Resmi Dibuka di SNBP 2026

Baca Selanjutnya

Tim Call 112 Surabaya Evakuasi Luwak Masuk ke Rumah Warga Jalan Keputih

Tags:

Bansos Pacitan DTSEN 2026 Desil 1-4 DINSOS PACITAN PKH 2026 BPNT 2026

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H