Kunjungi Universitas Ma Chung, Dahlan Iskan Ungkap Pentingnya Ilmu Pengetahuan Bagi Tiongkok

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

8 Sep 2023 16:25

Thumbnail Kunjungi Universitas Ma Chung, Dahlan Iskan Ungkap Pentingnya Ilmu Pengetahuan Bagi Tiongkok
Dahlan Iskan dan Novi Basuki saat menghadiri Ma Chung Talk membahas ilmu pengetahuan nagi Tiongkok. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Sosok inspiratif, Dahlan Iskan mengunjungi Universitas Ma Chung untuk hadir dalam Ma Chung Talk: Belajar dari Tiongkok. Mantan Menteri BUMN itu menyampaikan pentingnya ilmu pengetahuan yang membuat Tiongkok menjadi salah satu negara terbesar di dunia.

Saat ini, ideologi Komunisme di Tiongkok telah mengalami perubahan dan fleksibel terhadap perkembangan zaman. Bukan hanya menyangkut buruh dan tani, Komunisme Tiongkok telah menyatukan pengusahan dan ilmu pengetahuan. 

"Kalau Komunisme saja memasukkan ilmu pengetahuan sebagai soko guru, apalagi universitas. Di Tiongkok, sesuatu yang tidak cocok dengan ilmu pengetahuan, tidak boleh dilakukan," ujar Dahlan Iskan pada Jumat (8/9/2023) malam.

Hal yang mengejutkan juga terlontar dari mulut Dahlan Iskan. Menurutnya ilmu pengetahuan di Tiongkok saat ini lebih mengutamakan sains, teknologi, engineering, dan matematika. Berbeda dengan kampus di Indonesia yang memiliki banyak fakultas sosial humaniora.

Baca Juga:
Romansa Nusantara, Inaugurasi Universitas Ma Chung 2026 Padukan Budaya Lokal dan Cita Rasa Global

"Bisakah kita tidak melaksanakan apa yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan. Tugas perguruan tinggi adalah untuk memajukan ilmu pengetahuan supaya manusia mengandalkan otak, bukan tahayul, dan sebagainya. Saya lihat di Indonesia terlalu banyak fakultas sosial, ini sulit kalau kita ingin belajar dari Tiongkok," serunya.

Saat mulai membuka diri dengan dunia luar, Tiongkok akhirnya gencar mengirimkan mahasiswa ke luar negeri. Hingga bermunculan dosen-dosen baru lulusan Amerika untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tiongkok. 

Menurut Dahlan Iskan, hal tersebut perlu dicontoh, terutama oleh Universitas Ma Chung. Meningkatkan kerjasama dengan Tiongkok merupakan peluang besar bagi Universitas Ma Chung untuk menjadi kampus yang unggul.

"Kerjasama dengan perguruan tinggi di Tiongkok atau negara lain dalam bentuk pertukaran pelajar bisa dilakukan. Saya yakin Ma Chung sudah berfikir ke arah situ. Mungkin untuk tahap pertama bisa kuliah tiga tahun di Ma Chung dan sisa satu tahun di Tiongkok," tambahnya.

Baca Juga:
Mempelajari Marxisme dan Komunisme

Sementara itu, Novi Basuki selaku penulis dan peneliti Budaya Tiongkok sependapat dengan Dahlan Iskan. Menurutnya perubahan paling besar yang dilakukan oleh Tiongkok adalah dengan memerdekakan pikirannya.

"Kita dulu kenal Tiongkok disebut Negeri Tirai Bambu karena tertutup dan miskin karena ketertutupannya itu. Pada tahun 1978 akhirnya disadari bahwa pimiran yang tertutup dan tidak terbuka tidak akan membawa Tiongkok bisa maju. Saat reformasi dilakukan, banyak kalangan mempertanyakan bagaimana Tiongkok nanti, jika dibuka dan menjadi negara kapitalis," jelas Novi.

Namun pada akhirnya, Tiongkok dapat menjadi negara maju dengan mempertahankan ideologi Kapitalismenya meskipun mengalami perubahan yang sangat besar. 

Tak hanya itu, Tiongkok juga mengalami perubahan di bidang ilmu pengetahuan. Pada era kedinastian, ilmu sosial humaniora lebih diunggulkan oleh Tiongkok, mengingat kebanyakan warganya berkeinginan menjadi pegawai dinasti atau yang saat ini disebut PNS. 

"Ketika Tiongkok akhirnya membuka diri, ilmu pengetahuan mereka lebih beralih ke saintek. Menurut mereka ilmu sains, teknologi, engineering, dan matematika, sedang banuak dibutuhkan bagi perkembangan zaman saat ini. Tapi bukan berarti ilmu humaniora tidak penting," ungkap Novi.(*)

Baca Sebelumnya

Libur Kompetisi, Kiper PSS Sleman Sambangi Pantai Nguyahan

Baca Selanjutnya

Kalah Lawan Timnas, Pelatih Turkmenistan Sebut Masalah Finishing

Tags:

Universitas Ma Chung Dahlan Iskan Novi Basuki Belajar dari Tiongkok Ilmu Pengetahuan Tiongkok Komunisme

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H