Kualitas MBG di Jombang Bermasalah, LiNK: Jangan Cari Untung di Atas Anak Sekolah

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Muhammad Faizin

22 Jan 2026 14:50

Headline

Thumbnail Kualitas MBG di Jombang Bermasalah, LiNK: Jangan Cari Untung di Atas Anak Sekolah
SPPG Pesantren Miftahul Ulum Dero, Kesamben, Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Buruknya kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren Miftahul Ulum Dero di sejumlah sekolah wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menuai sorotan tajam publik.

Kasus ini mencuat setelah ditemukan menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi dan sempat dikembalikan oleh pihak sekolah. Kondisi tersebut dinilai mencederai tujuan utama program MBG yang digagas pemerintah pusat, yakni untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

SPPG Pesantren Miftahul Ulum Dero, Kecamatan Kesamben, Jombang, diketahui menyuplai MBG ke sekitar 44 lembaga pendidikan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.864 siswa. 

Informasi yang berkembang di publik menyebutkan, SPPG tersebut diduga dimiliki oleh aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala dinas di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jombang.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Selain itu, SPPG Miftahul Ulum Dero juga dikaitkan dengan afiliasi partai politik besar dan organisasi kemasyarakatan keagamaan, sehingga pengelolaannya menjadi perhatian lebih luas.

Direktur Lingkar untuk Keadilan (LiNK) Jombang, Aan Anshori, menilai buruknya kualitas makanan MBG merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Menjaga kualitas makanan adalah kewajiban mutlak SPPG. Jika sampai makanan dinilai tidak layak konsumsi, itu menandakan adanya persoalan serius dalam pengawasan dan manajemen,” ujar Aan, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menambahkan, sejumlah pihak juga menyoroti potensi praktik tidak sehat dalam pelaksanaan program MBG. Pengurangan kualitas bahan baku hingga proses pengolahan dinilai berpotensi terjadi apabila orientasi keuntungan lebih diutamakan dibanding tanggung jawab sosial.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Sorotan juga diarahkan pada ketimpangan kondisi ekonomi antara pengelola program dan penerima manfaat. Mayoritas penerima MBG berasal dari keluarga kurang mampu, sementara pengelola SPPG dinilai berasal dari kalangan mapan.

“Program ini dibuat untuk membantu anak-anak dari keluarga rentan. Jangan sampai justru dijadikan ladang bisnis yang kebablasan,” tegas Aan.

Menurutnya, tanpa integritas dalam pengelolaan, MBG yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi justru berpotensi berubah menjadi ironi sosial. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi dinilai tidak cukup hanya menyasar insiden yang sudah terjadi, tetapi harus mencakup seluruh rantai pengelolaan MBG, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Pengawasan yang ketat dan sanksi tegas penting untuk memberikan efek jera,” tambahnya.

Aan berharap, kasus kualitas MBG bermasalah di Kecamatan Kesamben ini menjadi peringatan keras agar program pemenuhan gizi benar-benar berpihak pada kepentingan anak-anak sekolah, bukan kepentingan segelintir pihak.

Sementara itu, pemilik SPPG Miftahul Ulum Kesamben, Masduki, membenarkan adanya penarikan menu MBG dari SMPN 2 Kesamben karena dinilai basi.

“Kami sudah meminta teman-teman di dapur SPPG bekerja dengan baik. Memang ada menu MBG yang dikembalikan karena dinilai basi,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Namun, Masduki menyebut setelah ditarik, menu MBG tersebut dicoba oleh pegawai SPPG dan tidak seluruhnya dinilai tidak layak konsumsi.“Lauk ayamnya, misalnya, banyak juga yang dibawa pulang,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah sekolah di Kecamatan Kesamben menolak menu MBG yang dikirim dari dapur SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben Jombang pada Senin, 19 Januari 2026 karena lauk ayam tercium bau tidak sedap dan diduga basi.

Di SMPN 2 Kesamben, ratusan porsi MBG tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan oleh tim sekolah, lauk ayam dinilai tidak layak konsumsi.

“Setiap hari ada tim yang mencicipi sebelum dibagikan. Kemarin lauknya tercium bau dan setelah dicek ulang ternyata sama,” ujar Nur Khasanah.

Menu MBG saat itu terdiri dari nasi, oseng pokcoy, tahu bulat, ayam laos, dan buah melon. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan SPPG Jombang.

Setelah menerima laporan, SPPG menarik seluruh MBG dan berjanji menggantinya. 

Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Anyah, mengakui adanya kelalaian dalam pendistribusian paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SMPN 2 Kesamben.

“Setelah dilakukan uji sampel, memang ada beberapa item makanan yang dinilai tidak layak. Kami tidak ingin mengambil risiko, sesuai petunjuk teknis akhirnya semua paket kami tarik,” ujar Fahmy, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, penarikan dilakukan meski tidak seluruh makanan dalam kondisi bermasalah. Dari hasil pengecekan internal, sebagian makanan masih dinilai aman, namun ada pula yang tercium bau kurang sedap.

“Memang ada makanan yang baunya kurang sedap, meskipun ada juga yang masih bagus. Tapi demi keamanan siswa, kami putuskan menarik semuanya,” jelasnya. Fahmy mengakui kejadian tersebut menjadi catatan serius bagi internal SPPG. Ia menyebut insiden ini sebagai bentuk kelalaian yang harus segera dibenahi agar tidak terulang di kemudian hari.

“Ini menjadi pukulan sekaligus koreksi bagi kami. Ke depan, SPPG harus lebih baik lagi,” tegasnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Jaga Warisan Kuncoro Jadi Tambahan Motivasi Arema FC pada Putaran Kedua BRI Super League 2025/2026

Baca Selanjutnya

Tegas! Gus Irfan Larang Kepala Daerah Jadi Petugas Haji 2026 demi Pelayanan Optimal

Tags:

sppg kesamben jombang berita jombang MBG Program Makan Bergizi Gratis mbg basi jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Anggota DPR RI Sadarestuwati Sosialisasikan Empat Pilar di Jombang, Tekankan Persatuan dan Ketahanan Bangsa

4 April 2026 06:20

Anggota DPR RI Sadarestuwati Sosialisasikan Empat Pilar di Jombang, Tekankan Persatuan dan Ketahanan Bangsa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar