Anggota DPR RI Sadarestuwati Dorong Penguatan Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar

3 Juni 2026 00:36 3 Jun 2026 00:36

Syaiful Arif, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Anggota DPR RI Sadarestuwati Dorong Penguatan Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, yang diikuti masyarakat sekitar. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Upaya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat terus digencarkan. Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan yang dihadiri masyarakat sekitar tersebut berlangsung penuh antusias. Peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat tampak mengikuti pemaparan materi mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sosialisasi tersebut, Sadarestuwati menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, derasnya arus media sosial, hingga berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan masyarakat. Karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Persatuan, gotong royong, dan saling menghormati harus terus dijaga agar Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Sadarestuwati.

Politisi senior PDI Perjuangan yang juga duduk di Komisi IV DPR RI itu menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk saling berseberangan, melainkan harus menjadi modal memperkuat persaudaraan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sadarestuwati juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan akan semakin kokoh apabila dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas masyarakat.

Pemilihan Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat strategis. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral, karakter, dan cinta tanah air kepada masyarakat.

Para peserta terlihat aktif berdialog dan menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kehidupan berbangsa saat ini. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga keutuhan NKRI di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Pengasuh Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun karakter generasi muda yang cinta tanah air.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada 17 Maret 2026 ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika semakin kuat sehingga mampu menjadi benteng dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan bangsa yang berkelanjutan.(*)

Tombol Google News

Tags:

empat pilar DPR RI pdi perjuangan MPR RI sadarestuwati Komisi IV DPR RI Empat Pilar Kebangsaan Pancasila uud 1945 NKRI Bhinneka Tunggal Ika Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak Kecamatan Bareng KABUPATEN JOMBANG Wawasan kebangsaan persatuan Toleransi Gotong royong Pendidikan Kebangsaan jombang berita jombang info jombang