Kota Malang Targetkan Zero Stunting pada Tahun 2030

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

30 Agt 2023 08:25

Thumbnail Kota Malang Targetkan Zero Stunting pada Tahun 2030
Kegiatan Rembuk Stunting oleh Pemkot Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kasus stunting di Kota Malang ditargetkan tuntas pada tahun 2030. Target tersebut diawali dengan upaya penuntasan stunting untuk dapat turun mencapai 14 persen pada tahun 2024.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menjelaskan, upaya Kota Malang zero stunting di tahun 2030 didukung dengan pengalokasian dana hingga Rp397 miliar untuk tahun 2024.

"Sudah disiapkan anggaran yang cukup. Oleh karena itu kita ingatkan kembali supaya program-program penanganan stunting betul-betul tepat sasaran dan tepat waktu. Apalagi ada waktu 1000 hari supaya bayi berisiko stunting bisa diselamatkan," jelas Bung Edi usai Rembuk Stunting pada Rabu (30/8/2023).

Menurutnya, faktor kemiskinan tidak selalu menjadi faktor penyebab stunting. Dari temuan tim di lapangan, terdapat beberapa anak dengan ekonomi cukup, namun tetap mengalami stunting.

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Tidak selalu orang yang hidup di garis kemiskinan, anaknya stunting. Mereka ada yang berkehidupan cukup tapi orang tuanya sibuk dan si kecil dititipkan ke kakek neneknya. Di era sekarang ada pasangan yang cukup secara ekonomi tapi kesibukan yang luar biasa dampak ke anak. Ada juga yang kurang paham dengan kesehatan," sambungnya.

Selain penanggulangan, upaya preventif dan intervensi perlu dikedepankan oleh seluruh stakeholder. Bung Edi menekankan supaya calon pengantin diberikan pemahaman terkait cara-cara parenting hingga menekan angka pernikahan dini.

"Seluruh kelurahan menjadi atensi kita. Oleh karena itu tim percepatan di kelurahan harus memahami wilayahnya. Hari ini ada berapa bayi yang lahir, ada berapa ibu hamil, termasuk angka kematian ibu, angka kelahiran anak. Makanya saya usulkan supaya ada dukungan anggaran bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting," imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito juga memberi penekanan pada pencegahan stunting. Mengingat angka anak berisiko stunting di Kota Malang telah mencapai sekitar 3000 jiwa.

Baca Juga:
Adu Banteng Scoopy vs Vario di Jalan Raya Kepuh Malang, Tiga Orang Luka Parah

"Kami lakukan sosialisasi kepada calon pengantin, baik yang sudah mempunyai rencana untuk menikah, maupun yang belum. Kami kerjasama dengan KUA dan ada tiga bulan sosialisasi untuk pra nikah. Terus kemudian terkait dengan dapur sehat, itu ada di masing-masing kelurahan khususnya untuk penanganan berisiko stunting," jelas Donny. 

Donny juga menekankan bahwa dibutuhkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak supaya terhindar dari risiko stunting. 

"Sebenarnya bukan tentang kesehatan atau kemampuan orang tuanya, tapi terkait dengan pengasuhannya. Maka kami harus intervensi kepada pendamping keluarga di masing-masing 57 kelurahan. Jadi mendampingi bayi atau pengasuh bayi tersebut," lanjutnya.(*)

Baca Sebelumnya

Karhutla Melanda Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Baca Selanjutnya

Tanggapan Masyarakat Soal DCS Jember Nihil, KPU: Parpol Profesional Cari Bacaleg

Tags:

Rembuk Stunting Stunting Kota Malang Risiko Stunting Dinsos-P3AP2KB kota malang Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar