Kota Lama Surabaya Utara Dibenahi, tapi Minim Bangunan Cagar Budaya

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

28 Apr 2024 12:18

Thumbnail Kota Lama Surabaya Utara Dibenahi, tapi Minim Bangunan Cagar Budaya
Dua Bangunan Kuno di Jalan Karet, Kota Lama Surabaya. (Foto: Ara for Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kota Lama Subaya Utara yang dikenal dengan sebutan kawasan Pecinan kini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya adalah pembenahan infrastruktur, termasuk pedestrian. Pembenahan ini menjamah Jalan Karet, Jalan Kopi , Jalan Kembang Jepun dan sekitarnya. 

Di beberapa titik kawasan kota lama Surabaya Utara tersebut, banyak bangunan kuno. Usia bangunannya lebih dari lima puluh tahun dan bentuk artsitekturnya masih bangunan zaman Belanda. 

Berdasakan pantauan Ketik.co.id, meski banyak bangunan di kawasan kota lama yang dikenal dengan daerah Pecinan, hanya sedikit yang tercatat sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB).

Sebab, bangunan yang dikategorikan BCB di Surabaya harus memenuhi beberapa kreteria, sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

Baca Juga:
Lampu Kota Lama Surabaya Hilang Dicuri, Wali Kota Eri: Ayo Jogo Bareng Aset Kota!

Banguan kuno berusia di atas lima puluh tahun di kawasan Pecinan yang masuk BCB adalah rumah keluarga Han dan The. Bangunan tersebut kini masih kelihatan kokoh. 

Sebagai cacatan, kota lama di Surabaya Utara banyak menyimpan sejarah. Selain sejarah perjuangan juga dikenal sebagai pusat bisnis .

Misalnya, di kawasan Kembang Jepun dan Jalan Karet, Jalan Kopi dan Pasar Bong. Di kawasan ini menjadi jujukan pedagang yang berasal dari Indonesia Timur. 

Freddy H Istanto, Faunder Surabaya Heritage Society yang dihubungi menyatakan bahwa di kota lama Surabaya Utara memang tidak banyak Bangunan Cagar Budaya.

Baca Juga:
Aksi Cepat Satpol PP Surabaya Gagalkan Tawuran Remaja di Kya-Kya Kembang Jepun

”Hanya beberapa saja bangunan dinyatakan sebagai BCB," katanya 

Dosen arsitek Universitas Ciputra Surabaya ini menjelaskan, atmosfer/wajah kawasan Surabaya kota lama itu memang penting. "BCB atau tidak, yang penting bangunan yang ada di kawasan tersebut bisa menunjang dan menguatkan di kawasan tersebut," katanya. 

Foto Pemasangan box culvert dan pedestrian di Jalan Karet hampir selesai dikerjakan (Foto: Ara for your Ketik.co.id)Pemasangan box culvert dan pedestrian di Jalan Karet hampir selesai dikerjakan (Foto: Ara for your Ketik.co.id)

Pemerintah kota Surabaya saat ini mulai memperhatikan kawasan kota lama Surabaya Utara. Salah satunya adalah memperbaiki instrastruktur daerah tersebut.

Pekerjaan insfraturtur yang menjadi prioritas adalah sepanjang Jalan Karet, Jalan Kopi dan sebagian Jalan Kembang Kembang Jepun yang dikenal dengan Kya-Kya. 

Perbaikan di kawasan di atas antara lain perbaikan trotoar. Hal tesebut bertujuan agar para pejalan kaki yang lewat di sana bisa leluasa dan nyaman.

Sebab, pada jam kerja, banyak kendaraan roda empat yang bongkar muat barang di kedua kawasan tersebut. 

Perbaikan inrastruktur di kawasan Kya-Kya dan Jalan Karet sampai Sabtu (27/04/2024) masih dikerjakan. Diharapkan loading barang ekspedisi nantinya akan dialihkan di Kalimas Selatan. 

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita mengatakan, perbaikan infrastruktur tersebut sudah mencapai lima puluh persen.

Alat berat dan box culvert terlihat mulai dipasang di Jalan Kemang Jepun dan Jalan Karet “ Pekerjaan ini akan dikebut," jelasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ramai Kabar Larangan Nobar Timnas Indonesia U-23, Ini Klarifikasi MNC Group

Baca Selanjutnya

Rotary Club Surabaya Kaliasin Meneladan RA Kartini Pejuang Gigih dan Tangguh

Tags:

Kota Lama Surabaya Bangunan Kuno Jalan Karet kembang jepun

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar