Koordinasi Relokasi SDN Nglarang, Wali Murid Tolak Shelter, Pemkab Sleman Kejar Izin Lahan LSD

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

10 Nov 2025 15:20

Thumbnail Koordinasi Relokasi SDN Nglarang, Wali Murid Tolak Shelter, Pemkab Sleman Kejar Izin Lahan LSD
Jajaran pejabat Pemkab Sleman, bersama perwakilan Jasa Marga dan instansi terkait, saat Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Rencana Relokasi SDN Nglarang di Balai Kalurahan Telogoadi, 10 November 2025. Pertemuan ini membahas kendala perizinan lahan LSD/LP2B dan mencari solusi percepatan pembangunan sekolah pengganti yang terdampak tol. (Foto: Lik Is for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Rapat koordinasi tindak lanjut rencana relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, yang terdampak pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo kembali digelar pada Senin, 10 November 2025).

Pertemuan yang dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, perwakilan Jasa Marga, TNI/Polri, serta sekitar 120 orang wali murid ini, menegaskan adanya kendala perizinan lahan pengganti dan penolakan keras dari wali murid terhadap opsi sekolah sementara (shelter).

Rapat yang diselenggarakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Sleman di Balai Kalurahan Telogoadi ini dipimpin langsung oleh Sekda Sleman, Susmiarto, bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta.

Wali Murid Tuntut Jaminan Gedung Baru

Baca Juga:
Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Sebelum rapat dimulai, sekitar 100 orang wali murid SDN Nglarang telah berkumpul di lokasi dengan membawa sejumlah spanduk yang menyuarakan tuntutan mereka. Beberapa spanduk tersebut bertuliskan, "Jangan gusur sekolah kami sebelum kami mendapatkan gedung yang baru" dan "Ciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman tanpa debu polusi dan getaran alat berat proyek tol."

Foto Wali murid SDN Nglarang hadir dalam rapat koordinasi untuk memperjuangkan hak pendidikan yang layak bagi putra-putri mereka. Mereka menuntut kepastian relokasi tanpa adanya shelter akibat dampak pembangunan tol. (Foto: Lik Is for Ketik.com)Wali murid SDN Nglarang hadir dalam rapat koordinasi untuk memperjuangkan hak pendidikan yang layak bagi putra-putri mereka. (Foto: Lik Is for Ketik.com)

Perwakilan wali murid, Wiwit, menyampaikan keberatan tegas terhadap rencana penempatan siswa di sekolah sementara.

"Kami semua konsisten dengan hasil rapat tanggal 14 Oktober yang menolak untuk dishelterkan anak-anak. Bagi saya, shelter itu untuk keadaan darurat dan bencana," ujar Wiwit.

Baca Juga:
Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

Wiwit juga menyoroti dampak kesehatan yang dialami siswa akibat aktivitas pembangunan tol.

"Anak-anak yang izin sakit hampir separuh itu banyak yang tidak berangkat karena batuk, pilek, demam. Kami orang tua sedih, tolong jangan korbankan proyek masa depan kami," tambahnya, meminta kepastian agar relokasi hanya dilakukan setelah gedung baru selesai dibangun.

Tuntutan senada disampaikan Sudarko dan Suahryono yang mewakili wali murid. Mereka mendesak agar seluruh pihak terkait, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun kementerian, duduk bersama menyelesaikan kendala perizinan lahan yang sudah berlarut-larut selama 15 kali pertemuan.

"Kami butuh sekolah yang baru. Kami mohon hari ini kita minta kepastian, tidak ada relokasi, minta dibangunkan gedung yang baru," - Wiwit, Perwakilan Wali Murid SDN Nglarang.

Kendala Lahan LSD dan LP2B

Dalam rapat tersebut, perwakilan Jasa Marga, Diah Eka, menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung baru terhenti bukan karena ketidaksiapan anggaran, melainkan karena masalah legalitas lahan pengganti yang telah ditunjuk oleh pemerintah desa.

"Tanah yang disediakan belum ada izin LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) -nya belum beres," terang Diah Eka.

Lahan tersebut berstatus di bawah moratorium perubahan status oleh pemerintah pusat guna menjaga ketahanan pangan.

Diah Eka menegaskan Jasa Marga siap membangun gedung baru. Namun, dengan status lahan yang merupakan LSD/LP2B, proses perizinan harus diurus terlebih dahulu hingga ke tingkat kementerian.

Menanggapi kendala ini, Sekda Sleman, Susmiarto, menjamin Pemerintah Kabupaten Sleman akan bergerak cepat.

"Petunjuk Bupati, pokoknya kita pemerintah akan berusaha mengajukan izin kementerian baik ATR maupun kementerian Pertanian. Pokoknya untuk kepentingan umum guna mendukung proyek strategis nasional jalan tol, maka lokasi itu kita mohon dapat diizinkan untuk relokasi lahan yang untuk SD," ujar Sekda.

Selain itu, karena lahan relokasi dan lahan sekolah yang lama berstatus Tanah Kas Desa (Sultan Ground), Pemkab Sleman juga akan segera mengurus izin ke Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Jaminan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan akan menggandeng dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian dan ATR, untuk mengawal proses perizinan di tingkat kementerian agar relokasi dapat segera direalisasi.

Sebagai penutup, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan jaminan bahwa bangunan SDN Nglarang tidak akan dibongkar sebelum gedung SDN yang baru selesai dibangun.

Jaminan ini diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran wali murid yang menuntut adanya kepastian pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.

Rapat koordinasi selesai pada pukul 12.00 WIB dengan kesepakatan bahwa Pemkab Sleman akan mempercepat pengurusan izin alih fungsi lahan LSD/LP2B di tingkat pusat dan izin penggunaan Sultan Ground di tingkat provinsi. (*)

Baca Sebelumnya

Pesan Veteran kepada Generasi Muda Kota Pekalongan pada Momen Hari Pahlawan

Baca Selanjutnya

Kota Pekalongan Raih Best Smart Branding Innovation pada ISNA 2025

Tags:

SDN Nglarang Relokasi Sekolah Jalan Tol Yogyakarta-Solo Pemkab Sleman Lahan LSD LP2B Sekda Sleman Susmiarto Pendidikan Sleman Infrastruktur Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

18 April 2026 19:27

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

18 April 2026 19:19

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

18 April 2026 14:45

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

18 April 2026 14:42

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

17 April 2026 18:59

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

17 April 2026 18:43

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda