KETIK, MALANG – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) atau Siyasah Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Konsorsium Dosen dengan agenda Pembagian Rumpun Ilmu HTN 2026, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Syariah tersebut diikuti seluruh dosen Program Studi HTN dan dipimpin langsung Ketua Prodi HTN, Dr. Musleh Hary, M.Hum.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keilmuan dan kualitas pembelajaran melalui klasterisasi mata kuliah serta pemetaan dosen pengampu berdasarkan rumpun keilmuan dan kepakaran.

Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menegaskan pentingnya konsorsium dalam memastikan keterkaitan antara mata kuliah, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

“Setiap mata kuliah harus memiliki arah yang jelas menuju CPL program studi dan dijabarkan dalam CPMK. Karena itu, RPS harus disusun secara selaras agar proses pembelajaran benar-benar mendukung capaian kompetensi lulusan,” ujar Prof. Umi.

Menurutnya, keberadaan konsorsium semakin penting seiring penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Konsorsium menjadi ruang bagi dosen serumpun untuk menyamakan persepsi mengenai substansi keilmuan, RPS, bahan ajar, metode pembelajaran, hingga evaluasi.

Baca Juga:
Konsorsium Dosen HES 2026 UIN Malang Petakan Rumpun Keilmuan dan Perkuat Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran

“Konsorsium harus menjadi penjaga gawang akademik. Kita perlu memastikan tidak terjadi tumpang tindih materi, bahan ajar dan evaluasi selaras, serta setiap mata kuliah memberikan kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan,” tegasnya.

Prof. Umi juga mendorong konsorsium mengembangkan kajian yang relevan dengan persoalan aktual, termasuk isu kebangsaan, cinta tanah air, dan ekoteologi yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakter keilmuan HTN. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mampu merespons persoalan masyarakat.

Dosen Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Malang menggelar Konsorsium Dosen dengan agenda Pembagian Rumpun Ilmu HTN 2026, Rabu, 19 Agustus 2026.

Selain penguatan pembelajaran, Prof. Umi menekankan pentingnya menyesuaikan tugas akademik dengan tahapan perkembangan mahasiswa. Mahasiswa semester awal perlu terlebih dahulu diperkuat kemampuan membaca, memahami materi, berpikir kritis, dan menulis dasar. Sementara mahasiswa semester lima yang telah mendapatkan metodologi penelitian dapat mulai diarahkan untuk menulis artikel ilmiah dan memahami proses publikasi.

Baca Juga:
LSP P-1 UIN Maliki Malang Gelar Uji Kompetensi, Enam Skema Jadi Ajang Penguatan Kompetensi Mahasiswa

“Kita perlu membangun kemampuan mahasiswa secara bertahap. Semester awal jangan langsung dibebani artikel jurnal. Memasuki semester lima, setelah memperoleh metodologi penelitian, mahasiswa dapat mulai diarahkan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah,” jelasnya.

Prof. Umi juga mendorong dosen memperkuat publikasi sesuai dengan kepakaran, baik melalui jurnal maupun media massa. Menurutnya, publikasi di media dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan gagasan akademik sekaligus memperkuat citra dosen, program studi, dan fakultas.

“Saya minta Sekprodi membuat jadwal bagi para dosen HTN untuk menulis artikel di media, baik tentang mata kuliah maupun kepakaran keilmuannya. Publikasi opini dapat menjadi bagian dari branding diri, program studi, dan fakultas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil riset dan artikel ilmiah dosen sebaiknya tidak berhenti sebagai karya publikasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan sumber pembelajaran mahasiswa serta diintegrasikan ke dalam RPS.

“Artikel hasil riset dan karya ilmiah dosen harus dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran. Karena itu, saya juga meminta konsorsium mulai menyusun modul berbasis program studi, baik untuk satu mata kuliah maupun beberapa mata kuliah dalam satu rumpun keilmuan,” tuturnya.

Prof. Umi berharap konsorsium tidak berhenti sebagai forum pertemuan dosen, tetapi menghasilkan langkah konkret dalam menjaga mutu akademik, menyelaraskan pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, dan memperkuat publikasi dosen.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman, M.A., mengatakan HTN merupakan program studi termuda di Fakultas Syariah yang telah meraih akreditasi unggul. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen prodi dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.

“Workshop dosen serumpun ini menjadi bagian dari persiapan implementasi kurikulum baru 2026. Harapannya, para dosen semakin memahami visi keilmuan prodi yang diterjemahkan dalam kurikulum, sehingga RPS yang diajarkan di kelas selaras dengan profil lulusan dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Prof. Sudirman menambahkan bahwa penguatan kurikulum dan konsorsium dosen menjadi bagian penting dalam persiapan akreditasi internasional Program Studi HTN.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi penguatan dan kemajuan Program Studi HTN, terutama dalam mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional,” pungkasnya.

Konsorsium tersebut diharapkan menjadi langkah konkret Program Studi HTN dalam memperkuat keselarasan antara rumpun keilmuan, kepakaran dosen, kurikulum, dan proses pembelajaran. Melalui konsorsium yang aktif dan produktif, pengembangan kurikulum diharapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi diwujudkan dalam pembelajaran yang berkualitas, penguatan bahan ajar, peningkatan publikasi, serta peningkatan kompetensi lulusan.