Luar Biasa! 33 Santri Thursina IIBS Malang Raih Mumtaz, Juara Umum Olimpiade Bahasa Arab ASEAN 2026

3 Oktober 2026 13:17 3 Okt 2026 13:17

Nurul Aliyah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Luar Biasa! 33 Santri Thursina IIBS Malang Raih Mumtaz, Juara Umum Olimpiade Bahasa Arab ASEAN 2026

Santri Thursina IIBS berhasil membawa pulang piala Juara Umum dalam ajang Olimpiade Kosa Kata Bahasa Arab Tingkat ASEAN 2026. (Foto: Thursina IIBS)

KETIK, MALANG – Santri Thursina IIBS Malang berhasil meraih Juara Umum Olimpiade Kosa Kata Bahasa Arab Tingkat ASEAN 2026, ILAAF Arabiyah pada 30 Agustus 2025 di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. 

Para santri mampu mempelajari 150 mufradat dalam kurun waktu hanya sepuluh hari untuk mengenal bahasa Arab Lebih dekat. Mereka mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk menghafalkan satu kata yang diucapkan.

Dalam kompetisi ini, Thursina IIBS mengirimkan 53 delegasi dengan 33 santri meraih Mumtaz. Mereka berhasil meraih nilai Mumtaz terbanyak dari satu institusi.

Olimpiade ini adalah memposisikan penguasaan mufradat sebagai pintu masuk memperkuat kemampuan berbahasa Arab bagi peserta. 

Foto Santri Thursina IIBS berhasil menghafalkan 150 mufradat Bahasa Arab dalam waktu 10 hari hingga menyabet Juara Umum dalam ajang Olimpiade Kosa Kata Bahasa Arab Tingkat ASEAN 2026. (Foto: Thursina IIBS)Santri Thursina IIBS berhasil menghafalkan 150 mufradat Bahasa Arab dalam waktu 10 hari hingga menyabet Juara Umum dalam ajang Olimpiade Kosa Kata Bahasa Arab Tingkat ASEAN 2026. (Foto: Thursina IIBS)

Kompetisi ini tentunya memberikan kesempatan untuk membawa pembelajaran yang selama ini berlangsung di lingkungan pesantren ke ruang yang lebih kompetitif dan mempertemukannya dwngan peserta dari berbagai wilayah ASEAN.

Persiapan dilakukan secara intensif selama kurang lebih sepuluh hari. Para santri menghafalkan 150 mufradat yang telah ditentukan oleh panitia, kemudian mereka menyetorkannya kepada pembimbing dan ini dilakukan secara berkala untuk benar-benar memastikan jika hafalan tidak hanya berhenti pada pengenalan kata, tetapu juga melekat dalam ingatan.

Septa Rellani, Lc., salah satu pembimbing, menyampaikan bahwa pengalaman menjadi lebih penting dibandingkan mengejar hasil lomba. Penguasaan kosakata secara luas akan memberikan bekal kepada santri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dalam keseharian.

“Saya merasa sangat bangga melihat semangat dan perjuangan luar biasa yang ditunjukkan anak-anak. Banyaknya nilai Mumtaz semakin menguatkan keyakinan kami bahwa bahasa Arab bukan bahasa yang sulit, tetapi bahasa yang bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan penuh kegembiraan,” jelas Septa.

Bagi sebagian santri kelas 7 dan 10, kompetisi ini menjadi salah satu pengalaman prestasi pertama sejak mereka memasuki kehidupan di Thursina IIBS. Sementara, beberapa santri telah memiliki jam terbang melalui berbagai kompetisi sebelumnya. Sehingga, perlombaan ini menjadi ruang ukur kemampuan berkosakata Arab yang telah mereka bangun.

Capaian tersebut juga memperkuat jejak prestasi Thursina dalam kompetisi bahasa Arab di tingkat internasional. Pada 4th International School Arabic Debating Championship di Doha, Qatar, 7–11 April 2018, Thursina pernah meraih Juara 1 kategori penutur asing (non-native speaker).

Jajaran capaian tersebut membuktikan bahwa pembelajaran bahasa asing di Thursina IIBS tidak berhenti pada penguasaan materi di ruang kelas. Tentunya dengan menjaga standar World Class Teachers dan menerapkan Holistic & Balanced Education, santri mendapatkan ruang mengukur kemampuan dnegan pengalaman kompetitif yang nyata.

Prestasi ini juga sejalan dengan program rutin seperti overseas exposure di 7 negara, di mana menjadi bagian dari ekosistem dalam mempersiapkan lulusan terbaik yang siap melanjutkan studi ke Top 100 Overseas University Enrollment Pathway.

Menurut Septa, prestasi ini bukan akhir dari proses belajar menghafal kosakata Bahasa Arab, melainkan santei bisa menjadi semakin cinta terhadap Islam dan budayanya.

“Bahasa Arab bukan hanya bahasa komunikasi, tetapi juga bahasa Al-Qur’an yang memiliki kedudukan mulia dalam kehidupan seorang muslim. Semoga anak-anak semakin mencintai dan menikmati proses belajarnya, memahami maknanya, lalu menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari kecintaan mereka terhadap Islam,” ujarnya.

Semangat tersebut mencerminkan nilai Inspiring dalam RECODING yang mana menghadirkan pengalaman belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian untuk berkembang, serta motivasi untuk melampaui batas kemampuan diri. 

Melalui raihanJuara Umum ASEAN Arabic Vocabulary Olympiad 2026, Thursina IIBS terus berkomitmen untuk membawa bahasa sebagai jalan menuju ilmu, identitas, dan pengalaman global.(*)

Tombol Google News

Tags:

Thursina IIBS Sekolah Malang Pesantren Malang Juara Umum Ilaaf Arabiyah uin surabaya UIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan