Kondisi Memprihatinkan, 20 Persen SD di Pacitan Butuh Penanganan Segera

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

22 Apr 2025 15:45

Thumbnail Kondisi Memprihatinkan, 20 Persen SD di Pacitan Butuh Penanganan Segera
Dinas Pendidikan Pacitan saat melakukan inventarisasi SDN Sobo, Kecamatan Pringkuku yang taludnya ambrol beberapa waktu lalu. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Sebanyak 20 persen Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pacitan saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Wahyono, pada Selasa, 22 April 2025.

“Kurang lebih ada 20 persen yang membutuhkan sentuhan atau pelayanan perbaikan. Dari tingkat sedang sampai tingkat parah,” kata Wahyono.

Dari total 419 SD yang ada di Pacitan, sekitar 100 sekolah terdata mengalami kerusakan yang perlu ditangani. Namun, tidak semua dapat langsung diajukan untuk mendapat bantuan perbaikan. 

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Dindik hanya bisa mengusulkan 50 sekolah yang memenuhi syarat minimal jumlah siswa dan tingkat kerusakan yang dinilai.

“Jumlah totalnya 100 sekolah, tapi ini kita usulkan melalui Dapodik dengan siswa di atas 60. Kita usulkan melalui dana pemerintah pusat itu 50 sekolah. Itu baru yang diusulkan yang memenuhi syarat, secara siswa dan analisa kerusakannya,” ujarnya.

Kerusakan Merata dan Disebabkan Usia Bangunan

Kerusakan yang terjadi pada sekolah-sekolah ini meliputi berbagai aspek, seperti ruang kelas, pagar, talud, hingga paving halaman. Penyebab utamanya adalah faktor usia bangunan yang sudah tidak layak.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

“Faktor usia bangunan. Yang terdampak bencana tidak termasuk, karena itu usulannya lewat APBD,” jelas Wahyono.

Sementara itu, Dindik masih menunggu hasil realisasi usulan 50 sekolah tersebut dari pemerintah pusat. Rencananya, pada Kamis pekan ini akan digelar sinkronisasi melalui zoom meeting untuk mengetahui berapa sekolah yang disetujui pendanaannya.

“Yang direalisasikan di 2025 melalui dana pusat masih belum tahu. Kamis minggu ini baru akan sinkronisasi secara zoom, nanti baru tahu berapa yang disetujui dari 50 sekolah itu,” tambah Wahyono.

Wahyono menyebut bahwa kondisi memprihatinkan ini tidak hanya terjadi di satu atau dua wilayah, melainkan tersebar di seluruh kecamatan di Pacitan.

“Merata, di semua kecamatan ada yang membutuhkan,” katanya.

Meski terjadi penurunan anggaran dalam beberapa tahun terakhir, pihak Dindik mengaku masih dapat mencari solusi agar kerusakan tidak membahayakan aktivitas belajar mengajar.

“Sebetulnya tidak begitu terasa, masih wajar-wajar saja. Artinya masih bisa dicarikan solusi agar tidak terjadi hal-hal buruk hingga menyebabkan kecelakaan bagi pengguna sekolah,” ungkapnya.

Koordinasi dengan DPRD dan Harapan ke Masyarakat

Terkait usulan agar anggota DPRD membawa aspirasi pendidikan dari daerah pemilihannya masing-masing dalam penyusunan anggaran, Wahyono menyambut positif.

Namun, ia menyarankan agar semua bentuk bantuan tetap harus mengacu pada skala prioritas dan kebutuhan riil di lapangan.

“Tentu anggaran dari manapun, kita tetap menggunakan skala prioritas, sesuai dengan kondisi prioritas yang ada di sekolah,” ujar Wahyono.

Dalam berkoordinasi dengan para legislator daerah, Dindik tetap menerapkan prinsip profesional dan kehati-hatian.

“Kalau itu memang dialokasikan untuk sekolah tertentu, tentu kita harus cek ke sana, karena itu harus betul-betul membutuhkan. Jangan sampai salah sasaran, salah manfaat,” tegasnya.

Wahyono menyebut kebutuhan rehabilitasi sangat beragam, mulai dari ruang kelas hingga pagar sekolah demi keamanan aset. Ia berharap komunikasi dan pengusulan dari berbagai pihak tetap mengikuti sistem informasi perencanaan pembangunan daerah (SIPD) dan regulasi yang berlaku.

“Kami ajukan sesuai SIPD, sesuai regulasi,” imbuhnya.

Terakhir, Wahyono berpesan kepada para guru dan masyarakat untuk tetap bersabar jika sekolah mereka belum tersentuh program perbaikan tahun ini.

“Kami harapkan ke masyarakat atau bapak ibu guru yang sekolahnya belum bisa tertangani, kami mohon untuk bersabar. Pemerintah pasti akan memperhatikan, agar pelayanan di sarpras sekolah bisa terlayani dengan baik sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan selamat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Wahyu Hidayat Minta IDI Kota Malang Kembalikan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Dokter

Baca Selanjutnya

GNFI Buka Lowongan Kerja untuk Content Producer, Ini Syaratnya!

Tags:

pacitan Pendidikan SD DI PACITAN Pendidikan di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar