Komplek Makam Ki Ageng Gribig Gelar 'Mbabar Mbubur Suro'

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

19 Jul 2023 09:40

Thumbnail Komplek Makam Ki Ageng Gribig Gelar 'Mbabar Mbubur Suro'
Kirab tumpeng saat telah sampai di Komplek Makam Ki Ageng Gribig, Kota Malang. (foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Peringatan 1 Muharam oleh warga di sekitar komplek Pemakaman Ki Ageng Gribig,Kota Malang ditandai dengan terselenggaranya Mbabar Mbubur Suro. Hampir 20kg beras diolah menjadi bubur putih untuk diarak dan dibagikan kepada warga.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Gribig Religi (KGR), Devi Nur Hadianto menjelaskan kegiatan tersebut diawali pada tahun 2020 lalu.

"Mbabar Mbubur Suro ini kita awali di era tahun 2020 dengan harapan jejak kami sebagai objek wisata religi tetap eksis dan berkelanjutan sampai sekarang. Motivasi yang utama adalah bagaimana pengunjung, peziarah yang cukup banyak di bulan suro bisa datang mencicipi bubur suro bikinan warga," jelas Devi saat ditemui di komplek makam pada Rabu (19/7/2023).

Bubur suro yang dibikin tahun ini pun terdapat peningkatan. Pada tahun sebelumnya, pihaknya memasak hingga 200 takir. Sedangkan tahun ini terdapat sekitar 20 kg beras yang diprediksi mampu menjadi 300 takir.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

"Sekarang jumlah beras yang dimasak ada peningkatan, belum tahu jadinya berapa tapi bisa jadi 300. Nanti kita sebarkan ke semua masyarakat yang hadir, ada peziarah, yang nyekar, dan semuanya," lanjutnya.

Rupanya bubur suro tersebut tersirat filosofi yang mendalam. Tutur Devi, bubur suro memiliki watak putih dan menandakan sebuah permulaan. 

"Bagi kami jenang suro dengan watak putihnya menandakan bahwa ini awal tahun, awal doa. Kita orang Jawa hendaknya selalu berbaik sangka. Dengan harapan dalam satu tahun ke depan apa yang kami harapkan, apa yang kita minta kepada tuhan adalah hal baik. Termasuk kepada semua yang ada di lingkungan masyarakat," tuturnya.

Begitu pula dengan penataan bubur, di mana bubur suro biasa memiliki toping yang bersimbolkan penghidupan. Mulai dari telur, lauk-pauk seperi ikan ataupun ayam. Hal tersebut telah menjadi tradisi yang diwariskan oleh para tetua masyarakat, yang berpesan supaya tidak menghilangkan kebiasaan tersebut.

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

"Bedanya dengan bubur lain, saya kira masing-masing bulan kalau orang Jawa itu punya khas. Bubur suro dengan khas warna putih, dan topingnya adalah awal penghidupan. Seperti telur, biasanya ayam atau ikan, sekaligus beberapa unsur lain. Bawahannya selalu ada daun. Ini tetua kita bilang jangan sampai diubah. Sebab ada harapan, ada penghidupan, ada doa, ada keinginan yang mungkin bisa terkabul di tahun-tahun yang akan datang," ujar Devi.

Proses pembuatan bubur tersebut berlangsung di dalam komplek Makam Ki Ageng Gribig. Sejak pagi hari, beberapa ibu-ibu telah mengolah bubur suro dengan tungku api. Hingga pada siang harinya, beberapa warga dan anak-anak melakukan kirab tumpeng yang berisikan bubur suro keliling kawasan tersebut.

Ki Ageng Gribig merupakan sosok ulama yang diyakini hidup di masa Kerajaan Mataram Islam. Ia dianggap sebagai penyebar Islam di kota Malang dan sekitarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Mengenal Larung Sesaji, Ritual Leluhur Setiap Tahun Baru Islam di Pacitan

Baca Selanjutnya

Perayaan 1 Muharam Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Umat Muslim di Kaimana

Tags:

Bubur suro 1 Muharram Kirab tumpeng Ki Ageng Gribig Kampung Gribig Religi Kota Malang Wisata Religi Penyebar Islam

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar