KETIK, SAMPANG – Di usia yang seharusnya menjadi masa emas tumbuh kembang anak, Hamzah justru harus berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuh kecilnya. Balita berusia 15 bulan asal Jalan Permata, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, itu saat ini menderita jantung bocor dan gangguan liver yang membuat kondisinya semakin memprihatinkan.

Tubuh Hamzah tampak jauh lebih kecil dibandingkan anak seusianya. Berat badannya kini hanya sekitar 5 kilogram akibat komplikasi penyakit yang dideritanya sejak masih bayi.

Sang ibu, Uswatun Hasanah, mengaku hanya bisa berusaha semampunya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Ia mengatakan, selain mengalami kebocoran jantung, putranya juga menderita gangguan liver yang menyebabkan tubuhnya menguning.

"Anak saya, Hamzah, sedang berjuang melawan penyakit jantung bocor. Kondisi tubuhnya juga kuning karena ada penyakit liver, sehingga berat badannya sangat jauh dari normal dan sekarang hanya 5 kilogram," katanya.

Perjuangan Hamzah tidak hanya melawan penyakit, tetapi juga keterbatasan biaya. Menurut Uswatun Hasanah, putranya sudah tidak lagi menjalani pengobatan rutin di rumah sakit sejak berusia empat bulan.

Baca Juga:
BSPS 2026 di Sampang Sasar 2.500 Penerima, Anggaran Capai Rp50 Miliar

Kondisi ekonomi keluarga membuat mereka kesulitan memenuhi biaya yang dibutuhkan untuk perawatan medis. Selain itu, pengalaman selama menjalani pengobatan sebelumnya juga meninggalkan trauma tersendiri bagi keluarga.

"Sejak usia empat bulan, Hamzah sudah putus berobat ke rumah sakit karena terkendala biaya dan ada rasa trauma. Saat ini kami hanya berusaha melakukan pengobatan seadanya di rumah," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Hamzah membutuhkan asupan susu tinggi kalori untuk membantu memperbaiki kondisi tubuh dan mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya. Namun, harga susu khusus yang mencapai sekitar Rp300.000 per kaleng menjadi beban berat bagi keluarga.

"Untuk membantu tumbuh kembangnya, Hamzah membutuhkan susu tinggi kalori. Harganya sekitar Rp300.000 per kaleng dan kami kesulitan untuk membelinya secara rutin," tutur Uswatun Hasanah.

Baca Juga:
Satlantas Polres Sampang Edukasi Keselamatan Berkendara dan Bagikan Sayuran P2L kepada Masyarakat

Kini, keluarga hanya berharap ada uluran tangan dari masyarakat, komunitas kemanusiaan, maupun pemerintah agar Hamzah dapat kembali memperoleh perawatan yang layak. Bagi Uswatun Hasanah, setiap bantuan yang datang bukan sekadar bantuan materi, melainkan harapan bagi masa depan putra kecilnya yang sedang berjuang bertahan melawan penyakit.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menghubungi Uswatun Hasanah melalui WhatsApp di nomor 0813-3481-8880.

Di balik tubuh kecilnya yang lemah, Hamzah masih menyimpan harapan yang sama seperti anak-anak lainnya: tumbuh sehat, bermain, dan menikmati masa kecilnya. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mewujudkan harapan tersebut.