Kirab Ganti Langse Srigati, Wabup Ngawi: Lestarikan Budaya Sekaligus Geliatkan Ekonomi Rakyat

Jurnalis: Dimas Cheppy Rusadhi
Editor: Eko Suprayitno

2 Agt 2023 01:35

Thumbnail Kirab Ganti Langse Srigati, Wabup Ngawi: Lestarikan Budaya Sekaligus Geliatkan Ekonomi Rakyat
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau Mas Antok menyapa warga dan wisatawan saat mengikuti Kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati, Selasa (2/8). (Dhimas Cheppy/Ketik.co.id)

KETIK, NGAWI Kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati Ngawi sukses menyedot ribuan wisatawan baik lokal maupun nusantara.

Betapa tidak wisatawan tak sabar menantikan tradisi tahunan di pertengahan bulan Muharram atau Suro ini.

Tak heran jika sepanjang rute kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati, mulai balai Desa Babadan hingga Alas Ketonggo dipadati ribuan wisatawan.

Banyaknya wisatawan yang hadir membuat warga lokal Ngawi memanfaatkan momentum ini untuk berjualan, baik makanan, minuman maupun mainan anak-anak berjajar rapi dipinggir jalan sepanjang rute hingga di lokasi utama Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati.

Baca Juga:
Bupati Sleman Lantik Pengurus Lar Gangsir, Perkuat Komitmen Pelestarian Tosan Aji Warisan UNESCO

Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko mengatakan tradisi tahunan Ganti Langse Palenggahan Srigati digelar dengan tujuan melestarikan budaya tradisional. Sebab, banyak warga lokal dan luar daerah yang kerap berkunjung ke salah satu wisata spiritual terbaik di Jawa Timur ini.

‘’Selain mendatangkan wisatawan dari luar daerah, kegiatan ini sekaligus meningkatkan geliat perekonomian rakyat khususnya warga sekitar,’’ terang Wabup Dwi Riyanto Jatmiko yang akrab disapa Mas Antok, usai mengikuti kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati.

Hal itu lanjut Mas Antok sesuai dengan HUT Ngawi ke-665 yang mengusung tema ‘kolaborasi wujudkan Ngawi bangkit mandiri’, yang dapat dimaknai sebagai budaya gotong-royong dan guyub rukun dalam mewujudkan Ngawi bangkit dan Mandiri.

‘’Untuk itu Pemkab Ngawi fokus menciptakan event-event yang mengundang keramaian masyarakat, tidak  hanya di pusat kota Ngawi namun merata di seluruh wilayah Ngawi,’’ ungkapnya.

Baca Juga:
Pemkab Sleman Serahkan Hibah Alat Musik Senilai Rp 238,6 Juta

Efek positif dari banyaknya kunjungan wisata ini tentu perputara uang dari aktifitas ekonomi dari transaksi pengunjung wisata ke pedagang di sekitar. Apalagi banyak pengunjung luar daerah yang sampai  menginap hal ini tentu untuk kebutuhan makanan dan minuman dibeli dari penjual di sekitar wisata spiritual itu.

‘’Multiplier effectnya luar biasa, perputaran uang di lokasi wisata spiritual ini meningkat pesat, yang tentunya membawa kesejahteraan bagi warga sekitar,’’ tegasnya.

Pemkab Ngawi, tambah Mas Antok komitmen untuk terus berinovasi dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Baik dengan menggelar event budaya maupun menggelar event keratif lainnya yang dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

‘’Kegiatan-kegiatan yang berpotensi mendatangkan kunjungan wisatawan dan berpotensi meningkatkan transaksi penjualan terus diperbanyak, baik melalui event, perlombaan maupun kegiatan kreatif lainnya,’’ paparnya.

Agung Subroto pedagang makanan asal Pangkur mengatakan rutin datang ke acara adat tahunan ini. Sebab dagangannya cepat habis hingga dia membawa banyak stok cukup untuk berjualan.

‘’Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kalau biasanya habis 7 kilo kalau disini minim 15 kilo habis mas,’’ ungkapnya sambil menyebut mendapat untung yang melimpah.

Sementara Slamet Suyanto salah seorang pengunjung asal Yogyakarta mengatakan sengaja datang melihat Kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati bersama sejumlah temannya.

‘’Tujuannya ingin melihat dan mengenalkan tradisi budaya kepada teman dan keluarga,’’ terangnya.

 

Suyono pengunjung asal Semarang mengatakan banyak pengunjung dari daerah lain yang sengaja datang ke Srigati untuk melakukan ritual kungkum (berendam) di Kali Tempur tepat pada saat tengah malam usai melihat Kirab Ganti Langse Pelanggahan Agung Srigati.

“Ritual kungkum di Kali Tempur Alas Srigati ini selalu saya lakukan setiap bulan Suro. Disini kami hanya berdoa mohon keberkahan dan kesehatan kepada Yang Maha Kuasa” tuturnya.

Menurutnya usai berendam dia biasanya melanjutkan pagelaran wayang kulit di malam harinya.

 ‘’Setelah nonton wayang kulit baru pulang atau mennginap disini kalau ngantuk,’’ terangnya

Diberitakan sebelumnya upacara ganti langse mampu menyedit ribuan pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Selain melakukan kirab Langse atau kain mori baru penutup palenggahan Agung Srigat, upacara itu juga diisi dengan sedekah bumi dalam bentuk kirab gunungan yang diarak oleh ratusan pendekar silat.

Kegiatan seni budaya juga kental selain tari-tarian yang dilakukan oleh para gadis, juga aneka macam kuliner disajikan saat selamatan atau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)

Baca Sebelumnya

Andai Tak Ada Presidential Threshold, Rizal Ramli Siap Tarung di Bursa Capres

Baca Selanjutnya

MAKI akan Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Tags:

Kirab Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Alas Srigati Kali Tempuk Ngawi Ngawi Ramah Dwi Rianto Jatmiko Geliat Ekonomi Pelestarian budaya Wisata Spiritual

Berita lainnya oleh Dimas Cheppy Rusadhi

UMK Kota Madiun 2024 Naik Tipis Sebesar Rp 84 Ribu, Maidi: Sudah Bagus Setiap Tahun Naik

24 November 2023 02:20

UMK Kota Madiun 2024 Naik Tipis Sebesar Rp 84 Ribu, Maidi: Sudah Bagus Setiap Tahun Naik

Dugaan Penyebab Kebakaran Mobil Elf Rombongan Wisatawan Asal Ponorogo di Jalur Plaosan Usai Liburan di Telaga Sarangan

19 November 2023 14:37

Dugaan Penyebab Kebakaran Mobil Elf Rombongan Wisatawan Asal Ponorogo di Jalur Plaosan Usai Liburan di Telaga Sarangan

Magetan Berduka, 3 Orang Guru dan Siswi Tewas Tenggelam di Dam, Begini Kronologinya

18 November 2023 12:00

Magetan Berduka, 3 Orang Guru dan Siswi Tewas Tenggelam di Dam, Begini Kronologinya

DPRD Kabupaten Madiun-Pemkab Setujui Raperda APBD 2024 Jadi Perda, Intip 6 Prioritas Pembangunan Tahun Depan

16 November 2023 14:10

DPRD Kabupaten Madiun-Pemkab Setujui Raperda APBD 2024 Jadi Perda, Intip 6 Prioritas Pembangunan Tahun Depan

Jelang Pensiun, Wali Kota Madiun Mutasi 23 Pejabat, Tiga Diantaranya Lurah di Kartoharjo, Siapa Saja?

14 November 2023 14:05

Jelang Pensiun, Wali Kota Madiun Mutasi 23 Pejabat, Tiga Diantaranya Lurah di Kartoharjo, Siapa Saja?

Kronologi Kakek di Madiun Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Korban Tendang Pelaku, Mbah Di Terancam Hukuman 15 Tahun

14 November 2023 05:05

Kronologi Kakek di Madiun Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Korban Tendang Pelaku, Mbah Di Terancam Hukuman 15 Tahun

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend