Kiprah Pemulung Dadapan Jadi Agen Pengurai Sampah, Berjasa Kurangi Beban TPA Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

23 Jan 2024 10:00

Headline

Thumbnail Kiprah Pemulung Dadapan Jadi Agen Pengurai Sampah, Berjasa Kurangi Beban TPA Pacitan
Katirah (70) warga Dusun Pelem, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku saat di wawancarai. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Guna mengurangi beban TPA Dadapan Pacitan, Jawa Timur, sejumlah warga yang tergabung di Bank Sampah Organisasi Pemulung Dadapan menjadi agen pengurai kepadatan sampah.

Salah satunya adalah Katirah (70) warga Dusun Pelem, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku yang kini berprofesi sebagai penyortir sampah. Katirah mengatakan, dirinya mulai bekerja sebagai penyortir sampah sejak tahun 2017.

"Saya bekerja sejak 2017, setelah banjir terus mulai ikut masuk kerja disini" kata Katirah sambil menyeleksi beragam jenis sampah, Selasa (23/1/2024).

Katirah bersama dengan tiga penyortir sampah lainnya bertugas untuk memilah sampah masuk ke Bank Sampah yang berasal dari TPA Dadapan Pacitan.

Baca Juga:
Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

Diiringi bau yang tidak sedap tak mengurangi semangat para pahlawan ujung tombak penguraian sampah ini. Mereka setiap harinya dengan penuh asa bergulat dengan sampah dan ribuan lalat menyambar.

Barang yang dianggap kurang bernilai itu, setelah terkumpul kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, logam, dan kaca. Selepas dipilah, ketua kelompok kemudian bakal menjual ke pengepul.

"Ya kalau jualnya, ada yang ke Pucang Sewu, Punung, Donorojo dan lain lain," terangnya kepada ketik.co.id.

Hasil penjualan sampah tersebut kemudian digunakan untuk kesejahteraan para penyortir sampah. Mereka dibayar cukup beragam, ada yang dihitung berdasar harian dan borongan. 

Baca Juga:
Hapus Sistem Open Dumping, Pemkab Kendal Siapkan Strategi Pengolahan Sampah Jadi Listrik dan Petasol

"Ya saya bekerja sehari dibayar Rp30 ribu. Tapi karena ketuanya baik, kadang dikasih bonusan Rp60 ribu, kadang juga diberi baju," ucapnya wajahnya lusuh dan keringat menetes di dahi.

Berton-ton sampah yang masuk dalam sehari merupakan berkah bagi kelompoknya. Selain mengurangi beban TPA, ini adalah ladang rezeki guna mencukupi kebutuhannya hidup.

"Alhamdulillah jadi berkah, bisa mendapatkan penghasilan tambahan," ujarnya perempuan berusia senja itu.

Foto Tumpukan sampah disortir Katirah untuk disulap jadi cuan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Tumpukan sampah disortir Katirah untuk disulap jadi cuan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Selain Katirah, terdapat puluhan warga lain yang tergabung di Bank Sampah Pemulung Dadapan. Tercatat, ada delapan pekerja berada di posisi pengelolaan Bank sampah, disusul belasan anggota kelompok lain berprofesi sebagai pemulung.

"Kalau disini ada Ismirah, Supriyanto, Sulatin Tukiyer, Katiyer, Sukinah, Kasinin. Untuk yang jadi pemulung di TPA mungkin sekitar 17-19an orang," sebut Katirah.

Katirah dan temannya bekerja sesuai jam kerjanya pekerja kantoran, berangkat pagi dan pulang sore. Sedangkan, bagi pemulung hanya akan bekerja pagi hari.

Adanya bank sampah ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap lingkungan Pacitan.

"Cukup menjadi berkah bagi kami, yang sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan uang," ungkapnya.

Dari kejauhan, tampak beberapa masyarakat setempat merumput di sekitar area TPA sampah. Ada juga sejumlah pemulung yang tengah memilah sampah untuk bisa dimanfaatkan menjadi rupiah.

Sementara itu, Ismiyati (62), pengelola Bank Sampah Organisasi Pemulung Desa Dadapan, mengakui bahwa sampah yang masuk setiap hari sangat banyak. Namun, pengelolaan sampah di tempatnya belum dilakukan secara maksimal.

"Ada pengelolaan sampah organik dan bank sampah di sini. Namun, sampah yang datang masih lebih banyak," ungkapnya.

Menurut dia, kehadiran pemulung dan pemilah sampah dapat mengurangi volume sampah. Meskipun, pengurangannya tidak terlalu banyak, yaitu hanya sekitar 2 kuintal per dua minggu.

"Sampah yang berkurang tidak sampai satu ton, hanya sekitar 2 kuintal. Itu pun hanya sampah kering yang bisa diambil oleh pemulung warga setempat," sebutnya menutup.

Sebagai informasi, para pahlawan sampah yang dimaksud nyaris didominasi usia yang tidak lagi muda. Semangatnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk selalu menjaga lingkungan dengan mengelola sampah secara optimal. (*)

Baca Sebelumnya

PT Indo Creative Mebel Buka Lowongan Kerja Mekanik Mesin, Segera Cek Persyaratannya

Baca Selanjutnya

Sambut Tahun Baru China, Hotel 88 Surabaya Hadirkan Menu Khas Imlek

Tags:

Lingkungan Hidup Katirah Sampah di Pacitan Bank Sampah Organisasi Pemulung Dadapan Mengurai sampah Reduce-Reuse-Recycle

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H