KETIK, HALMAHERA SELATAN – Peta pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada 2027 mulai diarahkan lebih kuat ke kawasan selatan. Wilayah Gane hingga Kepulauan Joronga yang berada dalam Daerah Pemilihan (Dapil) III dipastikan masuk dalam prioritas perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Arah kebijakan itu disampaikan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba ketika menutup Turnamen Sepak Bola Pemuda Cup I 2026 di Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Selasa 29 September 2026 sore.

Kunjungan tersebut tak berhenti pada seremoni penutupan kompetisi. Di tengah pertemuan bersama warga, pemerintah desa hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bassam sekaligus menjadikan momentum itu untuk menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan Gane-Joronga.

Dari Kukupang, kepala daerah itu memberi sinyal mengenai arah intervensi Pemkab Halsel tahun depan. Aspirasi dari lapangan akan dipetakan terlebih dahulu sebelum diterjemahkan ke dalam kebijakan dan kegiatan pemerintah.

“2027 kita akan fokus untuk Dapil III. Kita ingin melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, kemudian kita dorong melalui program pembangunan pemerintah daerah,” ujar Bassam.

Baca Juga:
Ikhtiar Menuju Baitullah, Pemkab Halmahera Selatan Siapkan Umrah Gratis untuk 20 Jemaah

Air Bersih hingga Konektivitas

Salah satu persoalan yang masuk dalam radar pemerintah adalah ketersediaan air bersih. Kebutuhan tersebut akan ditelaah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama perangkat daerah teknis terkait.

Skema penanganannya diarahkan agar fasilitas pelayanan air dapat berada lebih dekat dengan kawasan tempat tinggal penduduk. Kajian teknis menjadi bagian penting sebelum rencana tersebut masuk ke tahapan berikutnya.

Tak hanya menyentuh kebutuhan domestik warga, konektivitas antarkawasan juga mendapat porsi perhatian. Infrastruktur jalan di pusat Kecamatan Kepulauan Joronga menjadi bagian dari agenda yang akan didorong Pemkab.

Baca Juga:
Bupati Bassam Pacu Renaisans Kelapa Halmahera Selatan, 550 Ribu Bibit untuk 200 Kelompok Tani

Salah satu rencana yang mengemuka ialah pembangunan jalan berlapis penetrasi atau lapen di kawasan ibu kota kecamatan.

Kukupang sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Kepulauan Joronga juga membutuhkan dukungan sarana transportasi laut yang memadai. Karena itu, opsi pembangunan jembatan maupun tambatan perahu yang lebih representatif akan ikut ditelaah pemerintah daerah.

Ekonomi Pesisir Ikut Disentuh

Agenda 2027 tidak semata berbicara tentang konstruksi fisik. Pemerintah juga mengarahkan perhatian pada sumber penghidupan masyarakat kepulauan yang sebagian besar bertumpu pada sumber daya laut.

Pemkab Halsel bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan menyesuaikan titik pembangunan Kampung Nelayan serta koperasi nelayan agar fasilitas tersebut memiliki keterhubungan yang lebih dekat dengan permukiman masyarakat.

Penataan lokasi itu berkaitan langsung dengan akses warga terhadap fasilitas ekonomi. Kehadiran program diharapkan menopang aktivitas perikanan sekaligus membuka ruang penguatan komoditas rumput laut yang berkembang di kawasan pesisir.

Dengan demikian, pembangunan yang disiapkan untuk Dapil III tidak hanya diarahkan pada fasilitas dasar, tetapi juga menyentuh infrastruktur penunjang aktivitas produktif masyarakat.

26 Tim Bertemu di Pemuda Cup

Di tengah pembicaraan pembangunan tersebut, Desa Kukupang sore itu juga menjadi titik akhir perjalanan Pemuda Cup I 2026.

Sebanyak 26 kesebelasan ambil bagian dalam turnamen yang mempertemukan pemain dari sejumlah desa di Joronga hingga Gane. Lapangan pertandingan pun menjelma menjadi ruang perjumpaan warga dari Yomen, Gonone, Pulau Gala, Tawabi, Joronga dan kawasan Gane.

Partai puncak mempertemukan Tinggalu Junior FC kontra Sampoerna FC. Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya kebuntuan pecah pada babak kedua.

Hilman, pemain Tinggalu Junior bernomor punggung 11, menjadi pembeda. Gol yang ia lesakkan membawa timnya berada di depan.

Keputusan tersebut sempat memunculkan protes karena posisi pencetak gol dinilai offside. Situasi kemudian dibahas oleh perangkat pertandingan bersama panitia serta manajer kedua kesebelasan.

Setelah proses tersebut, hasil pertandingan ditetapkan dan Tinggalu Junior FC resmi keluar sebagai kampiun Pemuda Cup I 2026.

Sampoerna FC harus puas mengakhiri kompetisi sebagai runner-up. Bastiong FC menempati peringkat ketiga, sementara Karamat Jaya FC dari Desa Tawabi berada di urutan keempat.

Dari Pemuda Cup Menuju Bupati Cup

Bagi Bassam, kompetisi antardesa seperti Pemuda Cup memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar perebutan trofi. Turnamen lokal dapat menjadi ruang awal untuk membaca talenta sepak bola yang tersebar di desa-desa.

Apresiasi pun diberikan kepada panitia dan masyarakat Kukupang karena mampu menghadirkan kompetisi dengan partisipasi puluhan kesebelasan dari sejumlah wilayah.

Dari panggung lokal itu, potensi pemain dapat diamati untuk menghadapi level kompetisi berikutnya. Pemuda Cup dinilai dapat menjadi salah satu barometer menjelang Bupati Cup yang dijadwalkan bergulir pada Oktober-November 2026.

Pesan lain yang ditekankan Bassam menyentuh dimensi sosial olahraga. Kompetisi, menurutnya, perlu tetap ditempatkan sebagai medium yang merekatkan hubungan antarmasyarakat.

Karena itu, ia mengajak warga menjaga persatuan dan merawat persaudaraan melalui sepak bola, sekaligus bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Bupati Cup.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat juga diminta ikut mengawal komitmen pembangunan yang telah diarahkan untuk Dapil III pada 2027 sehingga kebutuhan wilayah dapat menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah.

Penutupan Pemuda Cup I 2026 turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Mukhsin Hi. Saleh, Anggota DPRD Halsel Dapil III Gane-Joronga Humein Kiat, sejumlah kepala OPD, Camat Kepulauan Joronga, serta para kepala desa se-Kecamatan Kepulauan Joronga dan wilayah sekitarnya.