Keretakan Hubungan Kepala Daerah Ancam Kebijakan Publik! Apa Saran Pakar Komunikasi Politik Sukowi?

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Fiqih Arfani

15 Jul 2025 14:56

Thumbnail Keretakan Hubungan Kepala Daerah Ancam Kebijakan Publik! Apa Saran Pakar Komunikasi Politik Sukowi?
Pengamat Komunikasi Politik asal Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo. (Foto: Fiqih Arfani/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Pengamat Komunikasi Politik asal Universitas Airlangga Dr Suko Widodo menilai kualitas komunikasi interpersonal sangat diperlukan untuk menentukan harmonisasi yang berimbas terhadap keberhasilan seorang kepala daerah dan wakilnya dalam memimpin.

“Kepala daerah dan wakilnya harus saling percaya, saling merawat dan saling terbuka ‘di ruang tertutup’. Artinya, keduanya harus ada komunikasi yang itu hanya diketahui kedua orang tersebut,” ujarnya ditemui di Surabaya, Selasa, 15 Juli 2025, menanggapi isu keretakan hubungan sejumlah pasangan kepala daerah di Tanah Air.

Strategi komunikasi interpersonal yang dimaksud, kata dia, yaitu proses pertukaran informasi, ide, pendapat dan perasaan antara dua orang atau lebih secara langsung.

“Ketika kepala daerah terdapat masalah maka wakil seharusnya menjadi orang pertama yang tahu. Begitu juga sebaliknya. Setiap ada keputusan atau kebijakan maka keduanya harus saling mengetahui sehingga harus intesif komunikasinya,” ucap Sukowi, sapaan akrabnya.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Menurut dia, hubungan yang harmonis antara kepala daerah dan wakilnya sangat menentukan kebijakan publik karena dalam sistem politik jangan sampai ada yang dominan berperan, terlebih keduanya lahir atau dipasangkan dari partai politik berbeda, kemudian dikoalisikan.

Karena itulah ia menyarankan agar pasangan kepala daerah yang sama-sama berasal dari koalisi partai politik untuk tidak semena-mena memperlakukan pasangannya, baik kepala daerah ke wakil, maupun wakil ke kepala daerah.

Berdasarkan berbagai penelitian dan pengalaman empirik yang diamatinya, lanjut dia, kepemimpinan solid akan menghasilkan kebijakan bagus, salah satunya di Kabupaten Ngawi yang sejak dulu hingga sekarang solid karena tahu posisinya masing-masing.

“Kepala daerah jangan pernah menempatkan wakil sebagai anak buah. Begitu juga wakilnya, jangan menempatkan kepala daerah sebagai lawan politik,” tutur dosen FISIP tersebut.

Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

Sebagaimana diberitakan, meski baru dilantik dalam hitungan bulan, hubungan beberapa kepala daerah dan wakilnya mulai retak. Faktornya beragam. Mulai adanya penyidikan KPK hingga kewenangan yang dipangkas.

Terbaru, Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hellyana mencurahkan kegelisahan akan renggangnya hubungannya dengan Gubernur Hidayat Arsani. Hellyana bahkan menyebut komunikasinya dengan gubernur Hidayat Arsani sudah bermasalah sejak awal.

Hubungan yang memanas juga terjadi di Provinsi Jawa Barat. Hubungan Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan juga tegang. Penyebabnya Erwan merasa selalu dilangkahi kewenangannya oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman.

Bahkan, banyak informasi yang tidak tersampaikan ke Erwan terkait kegiatan di Provinsi Jawa Barat. Erwan juga menganggap Herman kerap mengambil perannya sebagai wagub yang turun ke lapangan tanpa koordinasi.

Lalu ada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath. Awal terjadinya keretakan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Ketua Tim Pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff yang sempat memanas.

Penyebabnya disebut-sebut dipicu terkait pemilihan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku. Hendrik dikabarkan mengusung jagoannya Muhammad Reza Mony sebagai calon ketua. Sedangkan, Said Assagaf juga mengusung anaknya Dandy Assagaff untuk maju bertarung sebagai bakal calon ketua HIPMI Maluku.

Keretakan juga terjadi antara Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto. Pemicunya terkait mulai dilakukannya pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2024.

Spekulasi tersebut semakin menguat karena SF Hariyanto kerap tidak hadir dalam beberapa agenda penting Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan agenda yang seharusnya dihadiri kerap diwakilkan kepada Pj Sekda atau Asisten Setdaprov Riau. (*)

Baca Sebelumnya

77 Persen Peserta Yudisium Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang Lulus dengan Predikat Cumlaude

Baca Selanjutnya

PUG Jadi Prioritas, Pemkot Malang Bentuk Dinas Khusus Perempuan dan Anak

Tags:

Unair   pengamat politik kepala daerah renggang pasangan kepala daerah

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar