KETIK, TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tulungagung resmi memulai babak baru kepengurusan untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pengukuhan pengurus baru digelar dengan khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa, 23 Juni 2026 malam.

Dalam amanat kepengurusan yang baru ini, H. Sukanto, S.Pd. S.Kep.Ners, M.Kes, kembali dipercaya untuk menakhodai DPD LDII Kabupaten Tulungagung. Terpilihnya kembali H. Sukanto menandai perjalanan kepemimpinannya yang memasuki periode ketiga secara berturut-turut. 

Kepercayaan besar ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, konsistensi, serta keberhasilannya dalam membawa organisasi berkontribusi positif bagi masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah pada periode-periode sebelumnya.

Acara pengukuhan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan lintas sektoral di Kabupaten Tulungagung. 

Tampak hadir dalam jajaran undangan terhormat antara lain, PLT Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin beserta jajaran OPD terkait, Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, serta Ketua Al-Irsyad. Kehadiran para pimpinan ormas Islam ini menegaskan kuatnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antar anak bangsa di Tulungagung.

Baca Juga:
Resmi Dilantik di Pendopo Kabupaten, DPD LDII Tulungagung Periode 2025–2030 Siap Akselerasikan Sinergi Daerah

Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, jajaran Dewan Penasihat LDII, Ketua DPD LDII Provinsi Jawa Timur serta tamu undangan dan tokoh masyarakat lainnya yang turut memberikan ucapan selamat atas dikukuhkannya kepengurusan yang baru.

Dalam sambutan atau suasana khidmat malam itu, momentum ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi DPD LDII Kabupaten Tulungagung di bawah kepemimpinan H. Sukanto untuk terus meningkatkan kontribusi aktifnya.

Baik dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun penguatan ekonomi umat, demi terwujudnya Tulungagung yang maju, rukun, dan harmonis selama lima tahun ke depan.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai program prioritas kepengurusan yang baru dikukuhkan, H. Sukanto, S.Pd. S.Kep.Ners, M.Kes, memaparkan ada 8 program kerja yang didasarkan pada instruksi DPD LDII pusat. 

Baca Juga:
MUSPADI 2026 Digelar, Pemkab Tulungagung Perkuat Keterlibatan Perempuan, Anak dan Disabilitas dalam Pembangunan

Dari kedelapan program tersebut, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga bidang yang menjadi prioritas utama untuk tajamkan di Kabupaten Tulungagung:

1. Program Dakwah Modern dan Digitalisasi

°Transformasi Dakwah

LDII Tulungagung berkomitmen meninggalkan pola lama dan beralih ke dakwah berbasis digitalisasi agar dapat mengedukasi masyarakat secara lebih luas dan modern.

°Pendekatan Sejuk dengan dakwah akan tetap mengedepankan prinsip amar makruf nahi munkar dengan cara yang menyejukkan, menyenangkan, dan bersifat edukatif," ucap H Sukanto kepada ketik.

°Program ini menyasar kalangan Gen Z yang kerap menerima informasi secara mentah tanpa filter di media sosial. Kepengurusan baru dibentuk untuk meramu konten dakwah yang mampu membentengi mereka," ujarnya.

2. Program Kebangsaan

Sinergi Pemerintah: LDII akan terus bersinergi dengan Bupati, Forkopimda, dan instansi terkait untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. 

"Bekerja sama dengan Kesbangpol guna memberikan edukasi mengenai empat pilar kebangsaan, khususnya bagi generasi muda atau kelompok muda-mudi LDII, mengingat mulai lunturnya nilai-nilai tersebut saat ini," tutur Sukanto. 

3. Program Pendidikan

Pengembangan Sekolah: Selama periode kepemimpinannya, H. Sukanto terus mengedukasi dan mendorong pengurus di tingkat Pimpinan Cabang (PC) Kecamatan untuk mendirikan institusi pendidikan formal sendiri.

"Jenjang Pendidikan, saat ini LDII Tulungagung telah berhasil membina berbagai jenjang mulai dari PAUD, TK, SMP, hingga SMK, dan saat ini sedang merintis pendirian Perguruan Tinggi." tambahnya.

Pesan untuk Pengurus Kecamatan (PC) dan Desa (PAC)

H. Sukanto menyadari adanya gradasi atau perbedaan kualitas SDM yang cukup signifikan antara pengurus DPD dengan pengurus di tingkat kecamatan maupun desa.

"Strategi pembinaan ke depan akan memadukan pemanfaatan media sosial (seperti grup WhatsApp) dengan kegiatan pertemuan langsung (luring) secara berkala untuk melakukan koordinasi dan memastikan program kerja dapat berjalan selaras hingga tingkat bawah." pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. KH. Moch Amrodji Konawi, turut memberikan pengarahan langsung di hadapan awak media. Ia menyampaikan instruksi serta harapan strategis terkait pengukuhan kepengurusan yang baru ini:

1. Pentingnya Proses Regenerasi Berkelanjutan

H. Moch Amrodji menekankan bahwa jajaran kepengurusan LDII Kabupaten Tulungagung harus memiliki tiga lapisan (layer) kepemimpinan, yaitu senior, menengah (middle), dan junior. 

"Pembagian ini dinilai krusial agar proses regenerasi dalam tubuh organisasi dapat terus berjalan dengan baik. Mengingat faktor usia dan kesehatan dari para pengurus senior seperti H. Sukanto, kesiapan generasi muda di lapisan berikutnya menjadi hal yang mutlak diperhatikan." kata KH.Amrodji. 

2. Penguatan Sinergi dan Kontribusi untuk Daerah

Terkait dengan program kerja (8 Klaster Pengabdian LDII), DPW Jatim menginstruksikan agar pengurus yang baru tidak sekadar bersinergi secara formalitas dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. 

"LDII diharapkan hadir untuk memberikan penguatan nyata dan kontribusi positif terhadap program-program pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah." Imbuhnya.

3. Membangun Sinergi Lintas Ormas dan Tokoh Agama

Ketua DPW LDII Jatim juga mendorong kepengurusan yang baru untuk aktif membangun sinergi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh lintas agama di Tulungagung. 

"Mengingat keberagaman suku, bahasa, dan agama di Indonesia, keharmonisan dan kerukunan harus terus dijaga secara luas, baik di internal umat Islam maupun hubungan antar umat beragama (Nasrani, Hindu, Buddha, Konghucu, dan aliran kepercayaan lainnya).' tegasnya.

Sebagai implementasi konkret dari komitmen tersebut, KH. Moch Amrodji menyampaikan bahwa penanaman wawasan kebangsaan merupakan salah satu program utama yang selalu ditekankan. 

"Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kondusivitas, kerukunan, dan keharmonisan di masyarakat demi tercapainya cita-cita daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur" tutup KH. Amrodji. (*)