KETIK, MALANG – Dalam memperingati Hari Festival Kue Bulan, Kelenteng Eng An Kiong Malang menyelenggarakan Mooncake Festival dengan rangkaian perlombaan yang menarik. Kegiatan ini akan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026.

Rangkaian acara Mooncake Festival sendiri terdiri dari beberapa perlombaan, mulai dari Wushu Open Championship tingkat nasional, lomba story telling dan Mandarin story telling, lomba dance, dan juga lomba menyanyi.

Kelenteng Eng An Kiong setiap tahunnya merayakan Hari Festival Kue Bulan, namun di tahun ini mereka memutuskan untuk membuat perayaan yang cukup besar. Ivan Christianto Halim, Ketua Pelaksana Mooncake Festival mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya China. 

"Kayak gini kan sebenarnya, kalau di Tiongkok sana kan suatu festival yang besar, kenapa nggak kita di sini juga merayakan secara besar-besarkan juga. Itulah hal yang mendasari, yang kenapa kita ingin Mooncake tahun ini bikin acara seperti ini," ungkapnya.

Ivan Christianto Halim juga menyampaikan bahwa memang ingin mengadakan pertandingan Wushu tingkat nasional yang resmi terdaftar di Pengurus Provinsi (Pengprov) dan ditandatangani oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sehingga, bagi peserta yang menjuarainya bisa menggunakan sertifikat untuk masuk ke sekolah negeri impiannya.

Baca Juga:
Polisi Usut Kasus di SMPN 18 Malang: Rekaman CCTV Diamankan, Kepsek Segera Dipanggil

Kegiatan Mooncake Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Kelenteng Eng An Kiong dipenuhi oleh pengunjung. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Ia juga memaparkan bahwa telah terdaftar 350 peserta pertandingan Wushu dari daerah di 8 provinsi Indonesia, mulai dari Riau, Lampung, Bali, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya.

"kita lihat juga dari segi antusiasme, ya Puji Tuhan lah ya, kita untuk secara peserta lomba Wushu juga sesuai target," tutur Ivan Christianto Halim.

Antusiasme masyarakat juga tinggi untuk mengikuti Mooncake Festival ini. Bukan hanya dari etnis China yang datang, tetapi masyarakat sekitar juga ikut menikmati jalannya kegiatan. 

Baca Juga:
Siswa SMPN 18 Kota Malang Dipukul Kepsek Gegara Baju Adat, Ortu Lapor Polisi

"Jadi semua etnis di sini kita bareng-bareng, kita menghibur acara di Malang. Acara ini untuk umum, maksudnya yang boleh masuk cuma ini, itu tidak. Jadi kita banyak yang mungkin teman-teman dari, mungkin dekat sini, yang tinggal dekat sini juga datang untuk melihat acara. Kita selalu open for public," jelas Ivan Christianto Halim.

Dalam berlangsungnya kegiatan ini, Ivan Christianto Halim berharap agar ia bersama rekan-rekannya dapat melestarikan budaya dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Malang. Dengan melihat evaluasi nantinya, Mooncake Festival ini memungkinkan bisa diselenggarakan kembali tahun depan.

"Harapan saya sih sebenarnya, gimana caranya budaya kita bisa dinikmati bersama dan terus dilestarikan. Kalau saya sih itu kepingin, harapannya cuma itu saja," ucap Ivan Christianto Halim penuh harapan.

Melalui kegiatan Mooncake Festival, Kelenteng Eng An Kiong Malang akan terus melestarikan tradisi budaya dengan acara yang menghibur sebagai upaya memperkenalkan kepada masyarakat Malang.(*)