Kecam Invervensi AS di Venezuela, Megawati: Ini Imperialisme Modern

Editor: Muhammad Faizin

11 Jan 2026 05:55

Headline

Thumbnail Kecam Invervensi AS di Venezuela, Megawati: Ini Imperialisme Modern
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato politiknya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP dan Rakernas I PDIP Tahun 2026 di Jakarta. (Foto: Bagaskara Isdiansyah/Suara.com)

KETIK, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, melontarkan kecaman keras terhadap intervensi Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Ia menilai tindakan tersebut sebagai wujud nyata imperialisme dan neokolonialisme modern yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP yang dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Kerja Nasional I PDIP Tahun 2026 di Jakarta.

"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengecam setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional,” kata Megawati dengan lantang, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com, Sabtu, 10 Januari 2026.

Megawati secara khusus menyoroti operasi militer Amerika Serikat yang ditujukan kepada Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela, sekaligus mencederai prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Menurut Megawati, penggunaan kekuatan militer untuk mengintervensi urusan dalam negeri negara lain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak mungkin dibangun melalui tekanan senjata, dan keadilan tidak akan lahir dari dominasi kekuatan militer asing.

Dalam pandangannya, praktik seperti itu justru memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan memperburuk konflik global. Megawati menilai bahwa intervensi sepihak atas nama demokrasi atau stabilitas politik hanyalah dalih yang menutupi kepentingan geopolitik dan ekonomi negara besar.

”Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” lanjutnya.

Megawati juga menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang sejak awal menolak imperialisme dalam segala bentuknya. Ia mengingatkan bahwa semangat anti-penjajahan merupakan bagian dari jati diri bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga:
Trump: Pangeran Mohammed bin Salman Mencium Pantat Saya

Lebih lanjut, Megawati menyerukan agar setiap konflik internasional diselesaikan melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme hukum internasional, bukan dengan kekerasan. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak setiap bangsa untuk menentukan jalan politiknya sendiri tanpa tekanan atau ancaman dari kekuatan asing.

Menurut Megawati, tatanan dunia yang adil hanya dapat terwujud jika seluruh negara menghormati prinsip kesetaraan, kedaulatan, dan nonintervensi. Ia menolak keras praktik dominasi global yang membenarkan tindakan agresif atas nama kekuasaan.

Pernyataan Megawati tersebut sekaligus menegaskan sikap politik luar negeri PDIP yang konsisten mengedepankan perdamaian dunia, kemerdekaan bangsa-bangsa, dan keadilan internasional, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. (*)

Baca Sebelumnya

Lagi Tren di Kayutangan Heritage Malang, Ini Arti Sebutan 'Rojali' dan 'Rohana'

Baca Selanjutnya

Terdampak Bencana, Prabowo Batal Potong TKD untuk Provinsi Aceh

Tags:

PDIP Megawati Soekarnoputri Venezuela Nicolás Maduro AS Donald Trump

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar