KETIK, SURABAYA – Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Surabaya semua telah berangkat ke Tanah Suci. Keberangkatan terakhir berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 sore dari kloter 116.
Kloter yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya ini dilepas langsung oleh Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam memberikan keterangan. Ia menjelaskan sebanyak 30 JCH gagal berangkat menunaikan rukun Islam yang ke-5.
Ke-30 JCH yang gagal berangkat tersebut, kata As'adul Anam banyak penyebabnya, mulai dari sakit hingga hamil yang usia kandungannya tidak sesuai ketentuan.
"Mereka (JCH) mundur karena tidak ada pendampingnya. Bisa juga karena gagal di sini, sudah di embarkasi kemudiannya sakit, ada demensia, ada yang hamil," jelasnya.
Baca Juga:
Kenaikan Dolar Mulai Makan Korban, Kadin Jatim Minta Pemerintah Realokasi Anggaran KDMPSelain sejumlah problem yang telah disampaikan, As'adul Anam menambahkan ada JCH yang gagal berangkat haji karena menderita sakit jantung dan stroke.
Bagi JCH yang tidak bisa berangkat tetap bisa diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya.
"Dengan syarat BPIH-nya tidak diambil. Maka tahun depan menjadi prioritas," tegasnya.
Selain melaporkan JCH yang tidak berangkat. Ia juga menjelaskan JCH yang meninggal dunia. Total jemaah dari Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia ada 14 orang.
Baca Juga:
Mengenal Beach Wave, Jenis Gaya Rambut yang Sedang Tren di Surabaya"Terdiri dari 11 jemaah meninggal di Makkah dan Madinah 3. Kebanyakan kelelahan dan jantung," ungkapnya.
Kendati demikian, secara keseluruhan penyelenggaraan ibadah haji kata As'adul Anam berjalan lancar. Barang bawaan JCH yang dilarang juga mulai berkurang jika dibandingkan pelaksanaan haji tahun sebelumnya. (*)