Kasus Campak dan Rubela Meningkat, Dinkes Kota Batu Siapkan Kampanye Imunisasi MR

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Fisca Tanjung

13 Mar 2026 12:49

Thumbnail Kasus Campak dan Rubela Meningkat, Dinkes Kota Batu Siapkan Kampanye Imunisasi MR
Ilustrasi imunisasi Campak dan Rubella. (Foto: Kemenkes)

KETIK, BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat adanya peningkatan jumlah kasus suspek campak dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong penguatan langkah pencegahan melalui peningkatan surveilans serta pelaksanaan kampanye imunisasi campak dan rubela.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 56 kasus suspek campak, dengan lima kasus di antaranya terkonfirmasi positif.

“Pada 2024 terdapat 56 kasus suspek campak dan lima kasus yang dinyatakan positif,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026.

Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah kasus suspek meningkat menjadi 120 kasus. Dari jumlah tersebut, enam kasus dipastikan positif campak dan satu kasus terkonfirmasi positif rubela.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

“Pada 2025 tercatat 120 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, enam kasus dinyatakan positif campak dan satu kasus positif rubela. Kasus paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Bumiaji,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut atas peningkatan kasus campak di wilayah Jawa Timur, pemerintah akan melaksanakan program Catch-Up Campaign imunisasi campak dan rubela (MR) yang dijadwalkan berlangsung mulai 30 Maret hingga 18 April 2026.

Menurut Yuni, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mencegah penularan penyakit secara lebih luas di masyarakat.

“Sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di Jawa Timur, akan dilaksanakan Catch-Up Campaign imunisasi campak dan rubela pada 30 Maret hingga 18 April 2026. Kegiatan ini juga disertai penguatan surveilans untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah penularan yang lebih luas,” terangnya.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Campak dan rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menular melalui percikan ludah penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara. Gejala yang umumnya muncul antara lain demam disertai bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Apabila tidak segera ditangani, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.

Sementara itu, infeksi rubela pada ibu hamil berisiko menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kelainan bawaan pada bayi seperti gangguan jantung, kelainan mata, ketulian, serta keterlambatan tumbuh kembang.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan melalui imunisasi campak-rubela sesuai jadwal, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau sederajat. 

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga asupan gizi anak, memberikan vitamin A apabila muncul gejala campak, serta menjauhkan penderita dari ibu hamil.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas kesehatan apabila menemukan seseorang dari semua kelompok usia yang mengalami gejala demam disertai bintik-bintik kemerahan pada kulit.

“Jika menemukan seseorang dengan gejala demam dan bintik kemerahan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat dan ikuti arahan petugas, termasuk pengambilan sampel darah untuk memastikan apakah itu campak atau rubela,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pererat Persahabatan, Konsul Tiongkok di Surabaya Salurkan 200 Paket Ramadan untuk PWNU Jatim

Baca Selanjutnya

Sportif Academy Batch 1, Terapkan Metode LTAD Demi Cetak Atlet Masa Depan Jawa Timur

Tags:

Campak dan Rubella Kota Batu Dinas Kesehatan Kota Batu

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

14 April 2026 18:10

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

14 April 2026 16:11

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

14 April 2026 15:18

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

14 April 2026 15:14

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

13 April 2026 17:55

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar