Kampung Legenda: Wisata Tempo Dulu Bernuansa Edukasi di Surabaya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Aziz Mahrizal

21 Jan 2025 19:01

Thumbnail Kampung Legenda: Wisata Tempo Dulu Bernuansa Edukasi di Surabaya
Suasana di Kampung Legenda Lidah Kulon, Surabaya. (Foto: Diskominfo Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Bagi anda yang bosan dengan destinasi wisata di Kota Surabaya yang itu-itu saja mungkin dapat mengunjungi Kampung Legenda. Objek wisata ini merupakan kampung tematik yang mengusung konsep tempo dulu.

Kampung yang terletak di Lidah Kulon 3, RT 5, RW 2, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya ini menyuguhkan suasana yang terinspirasi dari cerita sejarah. Seperti legenda Joko Berek atau yang dikenal dengan Sawunggaling, cerita rakyat asal usul Reog Ponorogo dan sebagainya.

Saat memasuki kawasan Kampung Legenda anda akan disambut oleh beberapa saung dari sesek dan bambu. Saung ini tempat para UMKM menyajikan kuliner mulai dari wedang, ketan, hingga makanan berat yang dapat dinikmati sembari berkeliling. Semakin masuk ke dalam anda akan menemui hiasan 5 dimensi berbentuk Naga, Rusa dan Merak. 

Inisiator Kampung Legenda, Sugeng Heri Kuswanto mengatakan bahwa Kampung Legenda mulai dibuka pada Mei 2024. Berdasarkan sejarah dan letak geografis, Kampung Legenda merupakan tempat bertumbuhnya Joko Berek atau Sawunggaling.

Baca Juga:
Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

"Sebenarnya tidak hanya sejarah itu saja yang mau kami tunjukan. Tetapi ingin membuat kampung yang bisa menjawab tantangan kegelisahan warganya," jelas Sugeng, Selasa 21 Januari 2025.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 5, RW 2, Lidah Kulon Kecamatan Lakarsantri Surabaya ini menambahkan hal lain yang mendasari terwujudnya Kampung Legenda adalah kurangnya sarana edukasi bagi kaum muda mudi terkait sejarah kotanya. Oleh karena itu, pihaknya menjadikan Kampung Legenda bukan hanya sekedar destinasi wisata tapi juga sarana edukasi sejarah.

"Artinya, dengan budaya yang dimiliki memperkenalkan ke anak muda, sehingga mereka bisa belajar dan sekaligus membuat kontennya," tambahnya.

Hal lain yang menjadi keunikan dari pasar ini adalah penggunaan mata uang kepeng. Bagi anda yang ingin berbelanja sebelumnya harus menukarkan uang dengan kepeng. Kepeng ini nantinya berlaku sebagai alat pembayaran selama berada di kawasan Kampung Legenda.

Baca Juga:
5 Taman Favorit di Surabaya, Pilihan Wisata Asri di Tengah Hiruk Pikuk Kota

"Hal ini bertujuan agar para pengunjung bisa semakin merasakan nuansa masa lalu," paparnya.

Kedepan agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung, dirinya berencana untuk menambah berbagai spot baru, rencana tersebut termasuk menggabungkan wisata antara Lidah Kulon dan Lidah Wetan.

"Kami berharap bisa memiliki Surabaya Barat berbudaya, masing-masing kelurahan menampilkan wisatanya," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Penanganan Kasus Insiden Berdarah di Ketapang Sampang Tak Jelas, MDW Kritik Keberanian Polda Jatim

Baca Selanjutnya

Resmi, Pemerintah Tetapkan Libur Idulfitri Anak Sekolah

Tags:

Wisata Tempo Dulu sejarah Lidah Kulon Kampung Legenda Berbudaya

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar